My Different Wife

My Different Wife
Ungkapan Steve



Catatan penulis:


Like, comment dan beri hadiah ya readers aku....


Thanks for your attention 😊✌️


-----------------------------------------------------------


Steve terdiam. Venus sungguh berubah, dia terus berusaha menjauh darinya.


Apa yang Steve pikirkan? Bukankah dia harus senang? Bukankah ini keinginannya selama ini untuk lepas dari Venus? Venus selalu saja menyusahkannya, selalu membuatnya jadi mengalami banyak masalah terutama terhadap kedua orang tuanya. Orang tua Steve selalu mencintai Venus lebih darinya, itu yang selalu membuat Steve tersingkirkan bukan?


Terus sekarang apa? Kenapa Steve merasa tak karuan saat ini sungguh terjadi? Saat Venus sungguh berubah kenapa Steve tak ingin ada yang berubah?


Steve merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya, rumahnya yang sepi ini semakin membuat dia semakin gelisah.


Arh! Apa yang terjadi padanya?!


***


Steve datang ke rumah Venus. Steve melihat ke arah Venus yang telah selesai mengerjakan segalanya dan hendak ke kampus.


"Venus berangkat!" Izin Venus sambil memasang sepatunya.


Deg!


Venus terdiam saat melihat Steve datang menghampirinya.


"Eh Steve datang." Kata Mama Venus senang.


Steve tersenyum kecil dan kemudian mengenggam tangan Venus, "Kami berangkat Tante." Izin Steve.


Pegang tangan?


Venus melihat Steve bingung. Venus melepaskan tangannya tapi di tahan Steve.


"Kalian hati hati ya," kata Mama Venus menitipkan anaknya.


Steve mengangguk dan kemudian menarik tangan Venus berjalan mengikutinya.


Steve membuka pintu mobilnya dan kemudian mempersilahkan Venus masuk, "Gak." Tolak Venus.


"Masuk." Tekan Steve memberikan kode mata ke arah kanan bahwa Mama Venus masih memperhatikan mereka.


Venus mendengus dan masuk ke dalam mobil,


Steve pun masuk ke dalam mobil. Setelah itu mengendarai mobilnya ke luar rumah.


Venus menutup matanya dan mencoba tidak perduli.


Seketika mobil berhenti saat sampai di depan pagar kampus Venus, Venus membuka matanya, "Kenapa berhenti?"


"Sudah sampai." Jawab Steve.


Venus mengangguk.


Steve menahan Venus, "Ada yang mau aku katakan."


Venus kembali menutup pintunya buang sempat sedikit terbuka, "Apa?"


"Jam berapa kamu pulang?" Tanya Steve.


"Hari ini pulang lama, kamu gak perlu jemput, aku sudah ada teman pulang nanti." Venus kembali menutup matanya.


"Siapa? Victor?"


"Hm."


Steve memutar bola matanya gusar, "Ini untuk terakhir kalinya bagimu Venus, jangan mendekatinya."


"Is, kamu kenapa sih sensi banget sama dia? Dia salah apa coba? kan gak ada. Udah deh ngak usah urusin urusanku dengan Victor."


Steve mengeraskan rahangnya, "Kamu tunanganku dan sudah jelas kau urusanku."


"Siapa?"


"Victor."


Ck, kenapa nama pria ini selalu di sebutkan Venus tanpa rasa bersalah?!


"Venus, aku membencinya!"


"Aku menyukainya." Alasan Venus.


Steve terdiam sejenak, "H-huh? Sungguh?" Tanya Steve tak percaya.


Venus segera menggeleng, "Gak deng bohong. Aku tak suka siapapun." Jelas Venus.


Steve menghembuskan nafas lega, untung saja Venus juga tak menyukai pria itu.


"Aku tak suka kau dekat dengannya. Dia itu bukan pria baik baik, lihat saja tampangnya mirip mutan. Kenapa kau masih dekat dengannya?"


"Gak ah. Dia baik. Dia pengertian. Dia bisa jadi teman komunikasi yang akan membuat ku nyaman. Aku suka berada di dekatnya." Jelas Venus mengingat sosok Victor.


"Tidak, itu hanya taktiknya untuk mendekatimu."


"Sok tau."


"Ya tentu aku tau."


"Tau dari mana?"


"Aku lelaki, jadi aku tau apa yang dia pikirkan."


"Aku perempuan, tapi aku tak tau apa yang di pikirkan wanita lain."


"Itu karena kamu bego." Ledek Steve tak mau kalah.


Venus berdecak kesal, "Hina aja terus!"


Venus memilih untuk menutup matanya dan melipat kedua tangannya di dada. Cukup sudah, dia malas berdebat.


Venus membuka matanya untuk melihat apa yang terjadi Steve memeluknya.


"Maafkan aku. Jangan marah." Gumam Steve dengan suara pelan.


Venus tak percaya apa yang di dengarnya, "H-huh?"


"Venus aku minta maaf."


Steve menatap mata Venus, "Maaf jika aku membuatmu marah dan kesal. Aku hanya ingin kau tau aku sungguh perduli padamu."


"Venus... Aku merindukanmu." Steve memeluk erat Venus di akhir kalimatnya. Dia sungguh merindukan wanita ini.


Rindunya tak dapat di bendung lagi.


Venus hanya diam, apakah sungguh lelaki ini merindukannya? Apa kesialannya di masa yang akan datang telah berubah?


Steve menatap wajah Venus, dia merapikan rambut Venus, "Aku tak tau apa yang terjadi Venus. Tapi aku rasa aku menyukaimu."


Deg!


Venus terdiam.


Ini pertama kalinya Steve mengatakan kata kata yang tak pernah di ucapkan Steve dulu.


Maaf, rindu, menyukai... Steve tak pernah mengatakan itu pada Venus.


Dan hari ini... Steve.


Jantung Venus berdegup sangat kencang.


Tidak. Venus menggeleng, "