My Different Wife

My Different Wife
Make A Love



Victor tersenyum miring sambil berselonjor pada kursi belajarnya yang empuk. Dia menumpukan tangannya di lengan kursi sambil melipat kedua tangannya dan menggerakkan kursi putarnya ke kiri dan ke kanan, "Kamu tidak akan mempunyai tempat lagi di hati Steve sayang, kamu akan berlabuh kembali padaku dan aku akan memilikimu seutuhnya." Victor tertawa menggelegar dan terdengar sangat menakutkan.


***


Steve duduk di pinggir ranjang dengan wajah sangat datar, hatinya sangat meringis dan juga panas dengan apa yang di lihatnya dan di dengarnya.


Siang tadi dia mendapatkan pesan suara dari seseorang. Terdengar percakapan yang dua orang dengan kejelasan pesan berikutnya yang mengatakan 'I am With Your Wife.'


Suara yang tak asing dan sangat familiar bagi Steve. Suara lelaki yang memiliki kedekatan dengan Venus, dia sangat mengenal suara lelaki itu.


Rec


"Venus. Ada satu hal yang mau ku katakan."


"Apa maksudmu?" Terdengar suara Venus yang membuat Steve yakin jika ini Venus. Steve semakin mendengarkan rekaman ini dengan seksama.


"Apa kamu sungguh mencintai Steve dan sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padaku?"


"Apa kamu tidak ingat bagaimana kita menghabiskan waktu bersama? Apa kamu melupakan itu semua? Apa kamu yakin cinta kamu ke Steve adalah cinta sejati bukan hanya sekedar rasa ingin memiliki dan membuangnya saja?"


"Aku, aku tau Venus. Steve telah membuatmu merasakan cinta pertama. Aku tau kamu kini bahagia karena sesuatu yang kamu anggap itu rasa cinta kini terbalaskan. Namun,... apa kamu yakin yang terbalaskan itu cinta bukan ambisi?"


"Kamu tidak bisa menjawabnya bukan? Karena yang ku katakan ini fakta Venus."


"Kamu tidak mencintainya. Kamu bukan mencintainya dari dalam hatimu Venus."


"Katakan padaku. Bukankah aku yang selalu membuatku bahagia? Bukankah kamu selalu merasa nyaman denganku? Bukankah kamu mencariku di saat kamu merasa tidak ada lagi seseorang yang bisa memberi mu perhatian? Itu aku Venus... Itu aku."


And rec


Terdengar suara lelaki itu berkomunikasi dengan Venus yang sama sekali tak menjawab apapun. Seperti seakan akan membenarkan kalimat lelaki itu.


Begitu pun di tambah dengan berbagai gambar antara Venus dan Victor yang saling berpelukan.


Steve menutup matanya dan menahan kekecewaannya dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya.


"Apa sungguh Venus tidak memiliki rasa cinta padaku? Apakah hatinya sungguh tersakiti hingga tak bisa menerimaku kembali?"


"Tapi... Tapi kenapa? Bukankah Venus terlihat kembali merasa nyaman denganku beberapa hari ini? Kenapa seakan akan rekaman ini menandakan suatu kebohongan dalam diri Venus terhadapnya."


Crett


Pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok Venus yang sedang mengeringkan rambutnya sambil berjalan ke arah Steve kemudian duduk di sebelahnya, "Kamu kenapa? Dari tadi diam terus." Tanya Venus merasakan kejanggalan.


Steve menggeleng dan kemudian merebahkan diri untuk langsung tertidur. Steve sedang tidak minat berkomunikasi sekarang.


Venus bingung dan merebahkan tubuhnya di sebelah Steve. Venus membalikkan badan Steve yang memunggunginya, "Katakan padaku kenapa? Ada yang salah?"


Steve menatap Venus dan mengunci pandangan matanya terhadap Venus, "Apa ada yang ingin kamu katakan padaku? Bukankah seharusnya kamu yang mengatakan sesuatu padaku?" Tanya Steve balik.


Venus mengerutkan keningnya, "Ada masalah apa sayang? Katakan padaku, aku tak mengerti."


"Apa aku ada di hatimu Venus? Kamu mencintaiku bukan?" Tanya Steve kembali.


Venus mengangguk. "Aku mencintaimu."


"Lalu bagaimana dengan Victor?" Tanya Steve membuat Venus terdiam. Kenapa Steve tiba tiba membahas tentang Victor.


"Dia bukan siapa siapaku. Aku tidak ada hubungannya dengan dia." Jelas Venus.


Steve mengangguk, "Jadi apakah memeluk orang asing itu biasa bagimu?" Steve menatap sayu Venus, "Venus... Jangan berbohong jika kamu menyukainya. Aku tak apa. Aku hanya membutuhkan kejujuran kamu saja." Jelas Steve dengan mata berkaca-kaca.


"Kamu berbicara dengannya bukan tadi siang. Kamu tidak membantah jika kalimatnya salah. Kamu juga tidak melawannya untuk memeluk mu."


"Steve! Aku melakukannya! Aku menolak memeluknya! Siapa yang bilang aku membiarkan dia mengatakan hal yang tidak tidak!"


"Tapi bukti mengatakan hal lain Venus. Aku mendengar dan melihat bukti rekaman suara juga gambar kalian berdua."


Venus menggeleng, "Pasti dia memotong bagian rekaman lainnya. Percayalah padaku."


Steve memalingkan wajahnya, "Bagaimana aku percaya? Kamu bahkan pernah berciuman juga dengan Victor bukan? Aku mengetahuinya Venus."


Deg!


Steve mengetahui itu?!


Bagaimana bisa?!


"Aku ada di sana waktu kalian berciuman. Namun aku tak masalah jika itu terjadi." Air mata Steve kembali menetes, "Aku mencintaimu walaupun kamu tidak. Tak masalah jika kamu juga mencintainya Venus, aku tak apa. Aku-"


Cup!


Venus melakukan tindakan gila dengan mencium Steve dengan menatapnya tajam, "Aku mencintaimu sama seperti kamu mencintaiku. Aku akan membuktikannya."


Venus kembali mencium bibir Steve dan membuat lelaki itu mati kutu. Venus terus meyakinkan Steve dengan hal ini, "Hanya kamu yang akan menyentuhku bukan yang lain. Aku milikmu dan selamanya begitu." Venus menatap Steve dalam dan menarik tengkuk lelaki itu.


Adegan yang sungguh di luar nalar. Seorang Venus memang sering melakukan tindakan bodoh dan idiot, tapi ini melebihi dari kenormalan otak nya.


Bahkan Venus sangat kaku melakukan ciuman ini. Ck. Memalukan.


Steve tersenyum, dia sungguh memiliki Venus sekarang.  Dan dia mempercayai wanita ini dengan tingkah laku gilanya yang sulit di tebak Steve. Dia takkan pernah lagi mempercayai siapapun jika bukan Venus yang mengatakannya, semua hal itu hanyalah untuk merusak hubungan pernikahan mereka saja. Steve tersadar akan kesalahannya itu.


Steve menarik tangan Venus dan membalikkan badan Venus berada di bawah kungkungannya. Mengambil alih ciuman itu dan menikmati lebih dalam istrinya ini.


Sentuhan itu seperti listrik di tubuh Venus hingga membuat dia menggeliat dan keluar suara ******* dari bibir ranumnya,


Steve tersenyum miring dan semakin gencar melakukannya hingga tak memberikan sesenti pun tubuh Venus tak di sentuhnya.


Steve berbisik di telinga Venus dengan suara parau, "Kamu milikku, selamanya akan begitu."


(Skip... Wkwk)


Ntah berapa lama pergulatan panas itu terjadi. Namun lelaki itu sungguh sangat menikmati dan merasakan kebahagiaan yang tidak tara.


Mengingat bagaimana Venus memanggil namanya dan mendesah membuat dia lupa bagaimana cara berhenti dan lupa akan apapun.


Ah... Nikmat sekali.


Steve memeluk tubuh Venus dalam balutan selimut bersama dengan dirinya. Wanita itu mengerang kelelahan masih dalam posisi tidur, membuat Steve tersenyum kecil.


Steve mencium bibir dan leher Venus kembali. "Kenapa begitu candu hm?"


Jika kau bertanya apakah Steve lelah? Tentu jawabannya tidak. Untuk hal ini mana mungkin dia kelelahan. Bahkan ingin melakukannya lagi.


Namun tenang saja. Steve masih mempunyai akal. Dia takkan membuat Venus tak dapat berjalan bukan besok? Venus pasti akan sangat kesal nantinya.


Steve terkekeh.


"I love you." Bisik Steve lembut sambil mencium pucuk kepala Venus.