
Venus melepaskan penatnya setelah dia membersihkan diri dan kemudian segera berbaring tidur di atas tempat tidur dan menutup matanya.
Drebb
Venus membuka matanya melihat Steve yang memeluknya dan menindihnya, "Sayang... Capek banget ya?"
Venus menganguk, "Hm. Cape."
Steve memeluk Venus dan mengeratkan pelukannya, "Dingin banget... Pingin peluk mulu jadinya."
Venus terkekeh kemudian mengelus rambut Steve, "Oh ya. Gimana tadi ceritanya? Kok kamu lama banget di kamar mandi?"
Steve mendengus berat, "Jadi gini. Aku tadi kan ke WC umum dan gak lama sebenarnya, cuma tadi aku jumpa dengan seorang perempuan yang mau di lecehkan oleh beberapa lelaki. Gak mungkin aku meninggalkannya bukan? Jadi aku menolongnya. Well, gitu sih ceritanya."
Venus terkejut, "Sungguh? Jadi bagaimana keadaannya setelah itu? Dia pasti sangat trauma." Venus merasa iba.
Steve menggeleng dan mengecup pipi Venus, "Tidak, dia bahkan lebih garang dari pada perkiraanku. Dia jago bela diri."
Steve kembali menciumi pipi sang istri, "Udah ah. Gak usah bahas dia, aku mau manja manja sama kamu aja. Ngapain bahas yang gak penting."
Venus melihat Steve kesal, "Ih kamu."
Steve terkekeh dan malah semakin gencar menciumi sang istri dan kini malah mencium bibir wanita dan memperdalam ciumannya. "Sayang boleh ya... Plis..."
Venus menggeleng, "Gak ah. Males, ngantuk."
Steve menganga dan menatap Venus dengan kecewa, "Yah... Sayang..."
Cup
Cup
Cup
Steve menciumi bibir Venus, "Sayang... Jangan gitu dong." Steve bergelayut gelayut manja untuk melunakkan hati sang istri.
Lucu sekali, seperti anak kecil si mata Venus.
"Iya. Aku bercanda doang tadi."
Steve segera mendongakkan kepalanya dan tersenyum girang, "I Love You Sayanggg..."
Steve segera mencium bibir sang istri lagi dan memulai aksinya.
Malam yang dingin terasa menjadi hangat dan memanas akibat ulah Steve. Dasar bayi besar.
***
Steve mengerjakan tugasnya dengan sempurna, terutama hari ini sedang ada meeting dengan klien dari luar negeri.
Steve sebenarnya sedikit kuatir karena Venus yang kini sedang berkuliah. Takut rasanya istrinya di sentuh oleh orang lain, bahkan di sentuh teman wanita pun Steve tak rela.
Steve menelpon Venus namun tak di angkat.
Tentu saja, kan ini masih jam 10 pasti jam pelajaran masih berlangsung. Tapi tetap saja Steve kuatir bukan.
Steve mengetik pesan:
Steve: Hari ini aku ada meeting sayang, sayang lagi apa?
Venus tak menjawab hanya centang dua.
Ck. Jadi semakin kuatir.
Astaga, Steve jadi over posesif. Dulu saja dia tak mempersalahkan jika Venus berjalan dengan orang lain asal bahagia. Namun sekarang rasanya sangat sulit meninggalkan Venus sendirian.
'Kan Venus sudah bahagia denganku bukan? Untuk apa lagi orang lain untuk membahagiakan Venus? Tentu saja tak perlu. Hanya perlu denganku.' batin Steve.
Beberapa menit kemudian hp Steve bergetar.
Terlihat jawaban dari Venus dengan pesan suara, "Sayang, aku juga merindukanmu. I love you. Nanti kita sambung yaa... Lagi ngampus, bye sayang. Cup," Voice note Venus di akhiri kecupan membuat Steve tersenyum kecil. Hatinya sungguh berbunga bunga.
Steve sudah tenang sekarang dan mulai bisa melanjutkan pekerjaannya.
Setelah meeting Steve hendak makan siang luar.
Tak mau jauh jauh, di depan kantor juga sudah ada rumah makan, jadi dia memutuskan untuk ke sana.
"Hei!" Panggil seseorang saat Steve hendak menyeberang jalan.
Steve menoleh dan melihat anak perempuan yang kemarin di tolong nya, "Kau? Sedang apa di sini?" Tanya Steve.
Melodi senang melihat Steve di sini. Ntahlah, melihat lelaki ini membuat dia merasa ada seseorang yang lebih bisa di percaya di bandingkan orang asing lainnya, Melodi berlari ke arah Steve, "Em. Aku tadi mau mencari pekerjaan." Kata Melodi.
Melodi memutar bola matanya malas, "Aku tau aku kecil. Tapi aku sudah 20 tahun! Aku sudah lama tamat sekolah!" Kesal Melodi.
Steve menganguk, "Baiklah." Kata Steve lalu pergi meninggalkan Melodi tak minat.
Ya untuk apa juga berlama lama berkomunikasi dengan dia. Steve tak suka perbincangan, kecuali itu dalam hal bekerja dan juga saat bersama Venus.
Lebih dari situ. Tidak.
Melodi membelalakkan matanya. Lah. Kenapa dia malah di tinggal?
"Hei!" Panggil melodi lagi sambil berlari mengejar Steve,
"Apa lagi?" Tanya Steve malas.
"Kenapa kau meninggalkanku?"
"Dan untuk apa aku harus menunggumu?" Sabung Steve langsung membuat Melodi menggaruk kepalanya. Benar juga yang di katakan Steve.
"Kau mau ke mana?" Tanya Melodi.
Wait. Seorang Melodi bertanya? Suatu hal yang perlu di catat sebagai kelangkaan yang terjadi di dunia.
Biasanya melodi juga tak pernah berbicara sepanjang lebih dari beberapa kata dalam satu kalimat. Kenapa dia jadi aneh seperti ini?
"Makan." Jawab Steve singkat.
Melodi mengangguk, "Aku ikut."
"Gak." Tolak Steve.
Jelas saja dia tak suka dengan kehadiran orang lain, apalagi orang asing seperti Melodi.
"Kenapa?" Tanya melodi polos.
Steve memutar bola matanya malas, rasanya wanita ini terlihat seperti parasit saja.
"Pergi sana. Jangan mengikutiku." Kata Steve sambil meninggalkan Melodi.
Melodi membelalakkan matanya, di tinggal lagi?!
Melodi kembali berlari ke arah Steve dan mencegatnya dengan berdiri di depan Steve, "Kenapa kau menjauhiku? Aku kan hanya mau makan siang bersama saja. Apa salahnya?" Kesal Melodi.
"Tentu salah karena aku menyukaimu." Kata Steve to the point.
Melodi tertohok. Lelaki ini sangat blak blakan kalau berbicara, "Enak aja, kau pikir aku suka sama om om seperti mu. Dih, gak lah yau." Melodi menaikkan harga dirinya.
Steve mengangguk, "Ya udah. Pergi sana." Sambung Steve dan meninggalkan Melodi dengan raut wajah kesal menahan emosi.
"Untung sebenarnya baik. Kalau ngak aku akan sangat membencinya," Gumam Melodi.
Melodi meninggalkan tempatnya dan mulai mencari pekerjaan lagi. Tidak perlu makan siang karena sudah kenyang makan hati melihat kelakuan Steve tadi.
***
Tentu saja Melodi mendapatkan pekerjaan. Ntahlah, wanita ini selalu mendapat keberuntungan. Mungkin faktor dari berkat kebaikan yang sering di lakukannya membuat doa doa orang yang selalu mengatakan 'Semoga kamu selalu di lancarkan segalanya ya..' itu menjadi kenyataan dan berkat baginya.
Melodi bekerja di salah satu rumah makan Padang yang besar dan penghasilan yang lumayan. Memuat Melodi mendapatkan kabar baik yang bisa di sampaikan pada Anandi nantinya sampai di rumah.
Melodi pulang ke panti asuhan tempat tinggalnya dan melihat hal yang biasa. Mulai dari melihat anak anak yang bermain di teras. Anak yang bertengkar di taman karena berebut main -tentu saja langsung di lerai Melodi- dan berakhir melodi masuk ke dalam ruangan kerja Anandi.
"Bu, saya mendapatkan pekerjaan yang layak." Kata Melodi dengan senyuman riang.
Anandi yang mendengar kabar itu tersenyum bahagia dan segera mendatangi melodi, "Kamu selalu membanggakan ibu Melodi."Anandi memeluk seraya menepuk nepuk punggung Melody.
Melodi pun merasa bahagia.
***
Melodi kembali menulis rencana untuk masa depannya di papan tulis miliknya yang ada di kamar.
Kemudian dia teringat oleh seseorang.
Lelaki galak itu.
Melodi tersenyum miring, "Kau siapa sih? Kenapa malah Toba tiba aku memikirkanmu? Cih."
Melodi menggeleng singkat sambil terkekeh.
"Kalau iya kita jodoh, pasti akan berjumpa lagi. Dan aku berharap seperti itu." Kata Melodi dengan penuh harapan.