
Setelah cuti selama hamil hingga lahiran, akhirnya Arsi kembali masuk kuliah. Hanya tinggal 1 semester lagu, gadis itu akan menjadi sarjana.
Tatapan yang berbeda tentu di rasakan oleh Arsi, banyak yang menyapa Arsi ketika berjalan menuju kelasnya.
"Hai, Arsi"
"Hai kak"
"Selamat pagi kak"
Arsi hanya menanggapi sapaan mereka dengN senyuman. Sebenarnya Arsi kurang nyaman dengan sikap semua orang seperti ini. Gadis yang sudah memiliki 1 anak itu tahu jika sikap mereka seperti itu karena tahu Arsi adalah anak dari Davin Ricardo. Bahkan ada yang lebih nyeseknya, pernikahan yang masih di sembunyikan itu membuat Arsi menelan emosi.
"Kak, tolong sampai kan sama pak Davin yah, " mohon seorang mahasiswi 1 tingkat di bawah Arsi. Gadis itu memberikan sepucuk surat untuk suaminya, yaitu Viki.
"Aku tidak bisa" tolak Arsi lembut.
"Tolong lah kak, aku sangat menggilai dosen dingin itu" mohon gadis itu lagi.
"Dia kakak sekaligus sumi ku" teriak Arsi dalam hati. Mana berani Arsi mengatakan pada publik. Bahkan cuti yang Arsi ambil tidak di beri keterangan.
"Aku tidak bisa, aku jarang jumpa dengan pak dosen itu"
"Oh ayolah kak, kakak kan adik nya" gadis itu terus membujuk Arsi.
"My could brother, is my husband" ucap Arsi di dalam hati.
"Arsi, ada apa ini? " Bu dinda berjalan mendekati Arsi, menatap tajam mahasiswi yang bersama Arsi, hingga gadis itu pergi dari sNa.
"Tidak ada apa apa" jawab Arsi datar, lalu pergi begitu saja.
"Arsi! " panggil Dinda.
Arsi berhenti, namun tidak berbalik. Ia enggan menatap dosen yang sempat mengibarkan bendera perang dengan nya.
"Ibu minta maaf atas kejadian yang lalu" lirih dinda.
Arsi mengerti maksud dinda, setelah ia mengetahui Arsi adalah adik Viki makan ia akan menjilat Arsi.
Arsi berbalik melangkah mendekati Dinda, ia tersenyum miring ketika sudah berhadapan dengan Dinda berjarak beberapa senti. tinggi mereka tampak sama, hanya saja Dinda terlihat lebih tinggi karena heels yang ia pakai.
"Dia adalah abang ku, dan dia juga suamiku" bisik Arsi tepat di telinga Dinda. lalu kembali menjauhkan wajahnya dari Dinda.
"Maksud kamu? "
"My could brother is my husband" ulang Arsi menyeringai, lalu pergi begitu saja.
"Sial! " umpat Dinda menatap punggung Arsi kesal.
*
*
*
beberapa bulan ke depan,
Saat ini Meri tengah berada di ruang persalinan. Sudah 2 jam gadis itu berada di dalam ruangan itu.
"Terus bu, terus bu" ucap Dokter memberikan arahan.
"Sayang, semangat yah. aku di sini bersama mu" Bayu menggenggam tangan istri nya seolah menyalurkan kekuatan.
"Akkk ini semua salah mu!!! karena dirimu aku seperti ini!!! " teriak Meri namun terus mengejan agar bayinya segera lahir.
"Iya sayang saku yang salah! "
"terus bu, terus bu" ucap dokter.
"Ini lagi, terus terus aja!!! " maki Meri.
"Sabar yah sayang, sebentar lagi. Berusaha terus sayang" Bayu mencoba menenangkan istrinya.
Meri tampak menarik nafas dalam, lalu mengejan sekuat tenaga hingga terdengar suara tangis bayi untuk pertama kalinya.
"Oekk!!!! Oekk!!!! "
Meri terkulai lemas, tukang belulang nya terasa copot, senyum manis terukir di bibirnya.
"Terimakasih sayang" ucap Bayu mengecup dahi Meri, sembari mengelap keringat Meri yang bercucuran.
"Selamat yah pak, anaknya perempuan" ucap dokter menyerahkan bayi yang sudah di bersihkan itu ke tangan ayahnya.
Tangan Bayu bergetar, anak yang di tunggu nya selama 9 bulan akhirnya lahir dengan selamat.
"Sayang, putri kita sangat cantik" Bayu mendekatkan bayi cantik itu pada Meri yang masih di bersihkan.
"Sayang bunda" lirih Meri tersenyum.
Sakura tampak gelisah, Bayu tak kunjung keluar dari dalam ruangan. Ia sangat tidak sabar menunggu kabar dari Meri.
"Sayang duduk, kamu bisa pusing lo kaya gitu terus" tegur Viki.
"Aku gak bisa tenang kalo Meri masih di dalam" jawab Arsi.
Ceklek
pintu ruangan persalinan Meri terbuka, terlihat Bayu keluar dari sana. Arai langsung mendekat penasaran dengan keadaan Meri.
"Bagaimana?? apa sudah selesai? "
"Sudah, bayi kami perempuan" jawab Bayu.
Arsi bernafas lega, ia bersyukur sahabat dan bayinya selamat.
Tak pernah terbayangkan, akhirnya Arsi hidup bahagia bersama orang yang di cintai nya. Keluarganya telah menyatu kembali. Arsi berharap semuanya akan tetap seperti ini selamanya.
...~TAMAT~...
Terimakasih yang udah ngikutin Arsi dan Viki.
Ending nya biasa aja, gak tahu mau lanjutkan kaya mana lagi.
Jangan lupa mampir di cerita baru aku yah
MENDADAK HAMIL😘