
Arsi merasa sangat senang saat ini, senyum tak pernah pudar dari bibirnya. Viki yang duduk di sebelahnya sesekali melirik ke arahnya.
"Seneng banget? " tanya Viki ikut tersenyum.
"Tentu dong, aku dah lama nunggu waktu seperti ini" jawab Arsi semangat.
"Maafin kakak yah, selama ini mengabaikan mu" ucap Viki penuh penyesalan, tangannya meraih jemari Arsi, lalu mengecupnya singkat.
Deg.
Tubuh Arsi menegang seketika, tak biasanya ia merasakan hal ini. Sebisa mungkin Arsi terlihat biasa saja, namun tak berani berbicara ia sibuk menenangkan jantung nya yang sudah mulai berpacu.
"Kita kemana? " tanya Arsi untuk mengalihkan pikiran nya.
"Kita ke rumah oma dulu, kan kita dah lama gak ke sana bareng" jawab Viki santai.
Arsi hanya menganggukkan kepalanya, ia juga sudah kangen dengan oma Cindy.
Tak berapa lama mereka pun tiba di perkarangan rumah Kevin.
"Oma!!!! " teriak Arsi berlari keluar dari mobil.
"Eh dek jangan berisik! " serga Viki setengah berbisik.
Arsi yang begitu semangat menghentikan langkahnya berbalik menatap Viki bingung.
"Kita kasih surprise loh, kan dah lama gak dateng bareng" jawab Viki membuat Arsi mengangguk paham.
"Tapi dah ketahuan" cibir Oma cindy.
"Yah!!!! " densus Viki kesal.
"Gara gara kamu" ucap Viki kesal.
"Kok aku? " bingung Arsi menunjuk dirinya.
"Kalo gak gara-gara kamu gara siapa lagi?? " tanya Viki berkacak pinggang di depan Arsi.
"Salah kakak lah, kan kakak gak ada ngasi tahu aku, gak ada rencanain tadi mah! " balas Arsi membela diri.
"Kan udah di bilang tadi" jawab Viki.
Cindy menepuk jidatnya, jika sudah seperti ini akan ribet urusannya.
"Tapi aku udah teriak duluan" jawab Arsi.
"Aduhhh ada apa ini???? kok ribut ribut rumah orang! " Kevin dan Celly keluar bersamaan karena mendengar keributan di luar.
Mata Celly menyipit ketika melihat Arsi dan Viki datang bersamaan. Sudah lama mereka tidak datang bersamaan seperti ini.
"Tumben kalian barengan? "tanya Celly.
" Iya sayang " sambut Celly membalas pelukan keponakannya.
"kamu gak peluk uncle? " tanya Kevin merentang kan tangannya pada Viki.
"Najis" balas mencibir pada Kevin.
"Isss jahat banget" balas Kevin, ia malah mengalihkan pelukan nya pada Celly dan Arsi yang masi berpelukan meski terhalangi oleh perut Celly.
"Hahahaha.... " Mereka tertawa bersamaan melihat raut wajah cemberut Kevin.
"Sudah sudah ayo masuk, gak enak di liat tetangga berdiri di luar aja" ajak Cindy.
Mereka pun masuk kedalam rumah, lalu berkumpul di ruang tamu. Bercanda riah bersama di sana. Meski tanpa kedua orang tuanya, setidaknya Arsi merasa lebih baik ketika bersama Kevin dan Celly yang sudah seperti kedua orang tuanya.
Sementara di sisi lain, seorang pria tengah duduk menatap foto foto yang di berikan oleh anak buahnya.
"Pantau mereka terus, jangan sampai lengah! "titah nya.
" Siap bos! "jawab pria yang berdiri di depan pria itu. Kemudian bergegas berlalu dari sana.
Mark menatap foto Arsi yang sedang berdiri di depan sebuah mobil, hingga Arsi menghilang masuk ke dalam mobil.
" Siapa sebenarnya gadis ini? "gumam Mark bertanya tanpa ada yang menjawab.
Tangannya bergerak mengambil selembar foto, terlihat di sana Arsi tengah tersenyum di depan mobil yang ia tidak tahu siapa pemiliknya.
" Kau membuT ku penasaran " gumam Mark lagi. Ia tersenyum mengingat dirinya yang mulai dekat dengan gadis yang membuatnya penasaran.
Mata Mark melirik sebuah foto yang tergeletak atas meja, mark meraih foto itu dan menatapnya lekat. Terlihat seorang pria tak jauh dari Arsi berdiri tengah menatap Arsi dengan tatapan sulit di artikan.
"Siapa dia? " tanya Mark menunjuk Alex.
"Kau sungguh misterius" Gumam Mark tersenyum miring.
Drttttt.... Drttttttt
"Hallo Bunda?? " sapa Mark menjawab panggilan dari bundanya.
"... "
"Iya bunda, aku udah lihat mereka" jawab mark.
"... "
"iya bunda" jawab mark lagi. lalu menutup panggilan dari bundanya. Hatinya sedikit sedih, bukannya menanyakan keadaan dirinya, bundanya malah menanyakan sesuatu yang sebenarnya sulit Mark mengerti.
"Aku anaknya atau budak nya? " batin Mark menatap layar ponselnya.
...T E R I M A K A S I H...