
Sinar matahari sudah bersinar begitu terik, Efek ke melawan menjadi penganten baru, ini pertama kalinya Viki bangun terlambat. sudah pukul 9 pagi Viki masih nyenyak memeluk Arsi di dalam selimut.
Di ruang makan para anggota keluarga sudah berkumpul, hanya pasangan baru itu saja yang belum turun.
"apa Viki dan Arsi belum bangun? " Tanya Davin.
"belum, mungkin mereka kecapean" Sahut Cindy.
"Tentu saja, ini kan tadi malam kan malam pertama mereka" Celetuk Desta terkekeh.
mereka tertawa bersama, sulit di bayangkan bagaimana malam pertama Tom & Jeri itu.
"Apa saling cakar? " Gumam Kevin.
"hei jangan seperti itu, nanti mereka jadi malu" Kata Sakira memperingatkan.
"Aku hanya penasaran" Gumam Davin langsung mendapat pukulan dari Sakira.
Kembali pada Viki dan Arsi, terlihat sedikit pergerakan sari Arsi. Tubuhnya terasa berat ketika ingin membalikkan tubuhnya.
"kok berat" Batin Arsi. Arsi mengintip, apa yang sedang menindih nya.
"Kak Viki? " Batin Arsi kaget melihat wajah Damai Viki tepat di depan wajahnya.
"Apa pernikahan itu nyata? Apa aku tidak bermimpi? " Pikir Arsi.
"Morning baby" Kata Viki memberikan kecupan pada kening Arsi. Gadis itu masih dalam pemikirannya yang kian menjadi jadi.
"Ya Tuhan, apa ini benar-benar nyata?? Tolong jangan bangunkan aku" Mohon Arsi, ia menggigit bibirnya menahan agar dirinya tidak berteriak.
Viki turun dari ranjang, meraih handuk lalu masuk ke dalam kamar mandi.
"Aku benar benar tidak mimpi? " Sorak Arsi memeluk bantal guling, kakinya menendang nendang ke sembarangan arah.
"Aku tidak percaya ini" Ungkap Arsi girang.
Tak lama kemudian Viki keluar dari kamar mandi, Arsi pun bersiap uy melihat pemandangan indah.
"Loh, mana roti sobek? " Pikir Arsi, Viki sengaja memakai bajunya di dalam kamar mandi.
"kenapa? Apa ada yang salah? " Tanya Viki heran.
"tidak ada kak, aku akan mandi sekarang" Kata Arsi, lalu bergerak cepat memasuki kamar mandi. Ia tidak mun mengatakan jika ia ingin melihat roti sobek itu lagi.
"Aku turun duluan yah" Teriak Viki.
"baiklah" Sahut Arsi dari dalam kamar mandi.
"aduh gagal deh lihat roti sobek" Densus Arsi kesal.
Di ruang makan, masih membicarakan Viki dan Arsi. mereka tidak sadar jika Viki sudah ada di meja makan.
"Kurang yah dosanya? Ceritakan orang di belakangnya gak baik" Sindir Viki.
"Eh anak mama udah bangun" Sahut Sakira menyambut Viki dengan senyuman. sementara Davin dan para lelaki lain menutup mulut menahan tawa.
"kenapa? " Tanya Viki sinis, ia merasa ada yang tidak beres dengan mereka.
"jadi belum dapat jatah yah? " Goda Kevin.
"kepo banget deh" Balas Viki dingin.
"pasti belum lah pa, tu liat Artinya gak ngangkang" Celetuk Bayu menunjuk Arsi yang baru saja memasuki ruang makan.
"Apa? " Tanya Arsi salh tingkah ketika semua mata menatap padanya.
"Jadi beneran belum? " Bisik Davin pada Viki yang kebetulan duduk di sampingnya. bisik bisik tetangga, semua orang apat mendengar bisikan Davin.
"belum apa? " Gertak Arsi garang.
Arsi mengambil posisi duduk di depan papanya, sehingga dengan mudah Arsi bisa menghajar papanya jika mengganggunya dan Viki.
"kak Bayu gosipin kakak loh" aduh Aldo langsung mendapat cubitan dari Bayu.
"Gosip apa? " Tanya Arsi penasaran.
Davin dan kevin memilih diam, jika sudah ada Arsi mereka tak berani membully Viki. bisa bisa jadi perkedel mereka nanti.
"Itu loh kak, yang tadi malam" Kata Aldi membuat Arsi semakin penasaran.
"Bayu ceritain kalo tadi malam kalian gak malam pertama" Ucap Desta angkat bicara.
Arsi melotot marah, bisa bisanya Bayu mengatakan hal itu. Tentu saja Arsi tidak menerimanya.
"kami malam pertama kok, siapa bilang gak malam pertama" Bantah Arsi.
Sakira dan Seila tersedak makanan, mereka tidak menyangka jika Arsi akan mengucapkan hal itu. Viki saja di buat melongo mendengar jawaban Arsi.
"Benarkah? Bagaimana rasanya? " Tanya Celly nakal, di antara mereka celly lah yang paling ngeres.
"Ya malam pertama lah" Jawab Arsi enteng, ia tidak berpikir jika yang keluarganya maksud adalah melakukan hubungan suami istri. Sementara yang di pikirkan Arsi adalah tidur bersama di malam pertama menjadi pengantin.
"Jadi, Viki hanya sanggup berapa ronde? " Tanya Davin penasaran.
Arsi bingung, ia tidak tahu ronde apa yang di maksud papa nya. "Asal jawab saja" Pikir Arsi.
"4 Ronde" Jawab Arsi asal. Viki benar-benar tak percaya dengan jawab istri imutnya itu.
"4 ronde???? " Ulang Seila tak percaya.
"Ternyata putra papa kuat juga" Puji Davin.
"Hebat kak Viki" Celetuk bayu mengacungkan kedua jempol tangannya.
Mark yang sejak tadi tak mengeluarkan suara, akhirnya terkekeh pelan mendengar jawab lucu dari Arsi.
"heheh... " Arsi nyengir ikut tertawa bersama keluarga nya, ia sendiri tidak tahu apa yang sedang di tertawakan oleh mereka.
"Duh gak sabar nimang cucu" Gumam Sakira, Arsi pun menoleh.
"Cucu? " Ulang Arsi.