
"Kamu ini kenapa sih!!! kan mama sudah bilang jangan sampai jatuh hati sama wanita itu!! " bentak wanita paru baya pada anaknya yang sejak tadi hanya dia saja.
"Mama tidak merasakan nya, aku sudah mencapai melawan rasa itu, tapi ketika mengetahui dia memiliki tunangan aku merasa sakit" jelas Alex, yah yang di maki maki oleh wanita paru baya itu adalah Alex, putra dari Yuli mantan tunangan Davin Ricardo yang selalu di tolak.
Seperti karma, Alex putra Yuli juga merasakan cinta bertepuk sebelah tangan pada keturunan yang sama.
"Kamu bodoh!! mama sudah peringatkan kamu dari awal! " bentak Yuli.
"Maaf" lirih Alex, kemudian berlalu dari hadapan mamanya.
Sejak keluar dari penjara Yuli di larikan ke luar negeri oleh orang tuanya, terpaksa menikah dengan pria yang di pilihkan orang tua nya.
3 tahun menikah suaminya meninggal dunia akibat serangan lawan bisnis. Yuli selalu mengatakan pada Alex jika hal itu di lakukan oleh keluarga Davin Ricardo.
Yuli terus menerus menghasut putranya untuk membalaskan dendam dengan cara mendekati putri Davin Ricardo.
"Alex!!!!! Alex!!!!! " teriak Yuli kesal, putranya malah terjebak cinta pada musuhnya.
"Sial!! " umpat Yuli.
Sementara Alex malah pergi menuju kamarnya, lalu mengurung dirinya. Alex sungguh terpuruk, tak pernah ia merasa serapuh ini, biasanya Alex sangat bersemangat dan menggebu gebuh membalaskan dendam orang tuanya.
"Arg!!!!!! sial!!!! Sial!!!!! " Alex meninju kaca lemari dengan kuat hingga kacanya retak dan membuat tangannya berdarah.
Prang!!!! Prang!!!!
vas bunga jatuh berderai, kamar terlihat sangat berantakan. pria itu terduduk dengan keadaan sangat kacau.
"Anak bodoh!! " cibir Yuli yang sejak tadi mengamati yang dilakukan oleh putranya.
"Ingat!! papa mu di bunuh oleh mereka!!! dan kau? " tunjuk Yuli menggantungkan ucapannya, lalu melangkah lebih dekat dan menunduk.
"Jangan mau jatuh di lubang yang sama" bisik Yuli tepat di telinga putranya.
"Mama tunggu makan malam di bawah" ucap Yuli lagi mengusap pucuk kepala Alex lembut.
Tak menjawab apa pun, Alex hanya diam dengan tatapan lurus kedepan. suasana kamar sudah seperti kapal pecah.
Kembali pada keluarga Davin Ricardo. Sakira sibuk dengan bahan bahan masakan di dapur. Tadi Viki mengabarkan bahwa ia akan pulang bersama Arsi. Di tambah lagi Celly dan semua keluarga nya bakalan tinggal di sini menjelang selesai renovasi rumah selesai.
"Bi Na, cuci ini dengan bersih yah" titah Sakira memberikan potongan sayur pada bisa nana.
"Baik nyonya. " jawab bi Nana.
"Sayang, ada yang bisa aku bantu? " tanya Davin mendekati istrinya yang terlihat begitu cekatan. Di dekatnya Sakira, lalu di peluk nya dari belakang.
"Ihh Sayang, aku sedang masak lo" peringat Sakira mendorong suaminya agar menjauh dari dirinya.
"Sebentar saja sayang" pinta Davin memelas.
"aduhh ini gosong nanti sayang" ucap Sakira.
"Sayang!!! ihh geli" tegur Sakira, Davin terus saja meniup lehernya. Bi Nana yang berada di dapur merasa sedikit canggung karena takut mengganggu waktu tuan dan nyonya.
"Maaf tuan, nyonya, ini di tarok di mana? " tanya bina tak enak hati.
"Oh iya bi, masukin ke sini" jawab Sakira melepas pelukan Davin, langsung kembali memasak.
"Di anggurin lagi" dengus Davin pasrah, bi nana menutup mulutnya menahan tawa.
"Ekhem!!! "
"Mama, papa ngapain sih! "
Deg~
Davin menegang ketangkap basa oleh putra putrinya sedang mengganggu mamanya.
"Mati aku" lirih Davin. Secepatnya ia harus kabur, mengingat Arsi dan Viki sudah melempar tatapan mematikan padanya.
"Papa ke kamar dulu yah ma, maaf gak bisa bantu" ucap Davin pelan, lalu beringsut meninggalkan dapur.
"Dasar dah tua masih ganjen" cibir Viki.
"What?? " Davin yang masih belum terlalu jauh mendengar ucapan Viki langsung menghentikan langkahnya.
"Coba ulang lagi" titah Davin tak Terima.
"Seru nih" sorak Arsi meraih kursi di meja makan, setoples kacang telur, lalu ia duduk menyaksikan pertunjukan yang akan di lakukan papa dan juga kakaknya. Sementara Sakira hanya bisa geleng kepala melihat kelakuan Viki dan suaminya yang tak pernah berubah.
"Sudah tua tapi masih ganjen! " ulang Viki sengaja lebih keras di depan Davin.
"Lah, salah kalo aku ganjen sama istri ku? "
"Salah lah, kan itu mama ku! " tolak Viki.
"Dia istri ku!!! " tolak Davin tak mau kalah.
"Mama ku!! " jawab Viki lagi.
"yasudah, ambil mama mu, tapi Jangan sentuh putriku! " ucap Davin malah menarik Arsi mendekat padanya.
"Lah kok bawa bawa aku sih pah! " dengus Arsi kesal, tak mau ikut campur pada tingkah bodoh 2 pria gila ini.
"Calon istri ku! " rengek Viki menarik lengan Arsi, namun di tahan oleh Davin.
"Enak saja! dia putriku! " tolak Davin.
Tak tahan lagi Arsi tak kuat mendengar perdebatan konyol ini.
"Akhhh!!! stop! Hentikan semua ini!! "teriak Arsi menghempaskan tangannya hingga pegangan Viki dan Davin terlepas. Baru kemarin ia di perebutkan oleh dua laki laki, dan sekarang papa nya malah ikut melakukan hal konyol seperti ini.
" Mama.... kenapa sih aku di kelilingi oleh orang bodoh seperti ini"rengek Arsi menghentak hentakan kakinya mendekat pada mamanya.
"Mama...... usir mereka!! " tunjuk Arsi pada pada kedua pria itu. Viki dan Davin saling menatap. Lampu merah sudah berkedip kedip, pertanda tidak aman bagi mereka.
"Tuh kan bener" batin Viki, Sakira sudah melirik ke arah mereka dengan tatapan yang tidak bersahabat.
"Pah, kabur pah!!! " ucap Viki menarik papanya kabur sebelum Sakura benar-benar mengamuk.
"Mau lari kemana kalian!!!!! " teriak Sakira mengejar kedua pria itu dengan sendok penggorengan.
"Kabur!!!! " teriak Viki dan Davin.
"Rasain!!! " cibir Arsi tersenyum menang. Ia benar-benar kesal di tarik oleh kedua lelaki itu.
...T E R I M A K A S I H ...