
"Sekarang apa Pua? " Tanya Jidan pada istri nya yang sedang menonton berita di TV. Sejak Davin menikah dengan Safira Mina memilih menjauhi anaknya, bahkan di saat kelahiran Arsi Mina tidak menjenguknya. (Kalian bisa baca di Because baby yah😘)
"Apa maksud mu? " Tanya balik Mina pada sang suami.
"Kau puas dengan hal ini? Mereka sudah tidak ada lagi, apa kau puas?? " Bentak Jidan marah pada istri nya. Sudah sejak lama Jidan mengajak istrinya untuk mendekat pada sang putra, di tambah lagi mereka sudah semakin tua.
"Iya aku sangat puas sekarang" Balas Mina, lalu bangkit dari duduknya. Mina beranjak menuju kamar tidurnya.
"Arrrggghhh!!!!! " Teriak Jidan marah, kesal, dan sedih bercampur di hatinya. Bagaimana tidak, putra satu satunya terjebak dalam kecelakaan pesawat itu.
Sementara di dalam kamar, tidak ada yang tahu Mina sedang menangis tanpa bersuara. Ibu mana yang tidak sedih mendapat kabar anaknya telah tiada. Ibu mana yang akan biasa saja jika anaknya dalam bahaya.
Tidak ada yang tahu alasan mengapa Mina menjauh dari anaknya, padahal Mina sudah tidak sejahat dulu.
"Maafin mama Vin.... " lirih Mina pelan di sela sela tangisnya.
Di kampus, Arsi berjalan santai menuju kelas. Setelah tidak masuk selama 1 minggu Arsi merasa sedikit asing dengan tempat ini, di tambah lagi tatapan para mahasiswa/i menatap aneh padanya.
"Arsi!!!! " Teriak seseorang membuat si empunya nama berbalik. Matanya menyipit melihat siapa yang menghampirinya.
"Ada apa gus? " tanya Arsi bingung.
"Gak ada apa apa, gue cuma kangen lo" Jawab Agus nyengir.
"Ih apaan sih loe, ngaco deh" Cibir Arsi mendeliki kesal dan berbalik untuk melanjutkan langkahnya.
"Lah kok ngambek... " Rengek Agus mengejar Arsi.
"Ngeselin banget!!! " Bentak Arsi pura-pura kesel. Sementara Agus tetap kekuh mengiringi langkah Arsi.
"Udahlah bro, cewe yang udah tunangan masa masih loe kejar juga" Ucap Mark yang entah sejak kapan beriringan dengan mereka. Arsi menghentikan langkahnya, ia menatap Mark tajam. Arsi baru sadar jika ada orang lain selain dirinya dan Agus.
"Loe siapa! " Ucap Arsi sinis.
"Yaelah... Gak banget deh gus loe ngejar cewe kaya beginian" Tunjuk Mark pada Arsi yang sebenarnya Mark sangat tertarik padanya.
Tak Terima di katai seperti itu, Arsi menepis tangan Mark. "Maksud loe apa! " bentak Arsi.
"Mark... Kemarin loe terpesona sama Arsi, sekarang kok kaya gini" Cibir Agus menatap Mark dengan tatapan nakal.
Mark sedikit salah tingkah, namun secepatnya pria itu menguasai dirinya dan bertingkah seperti biasa saja.
"Kapan gue terpesona sama gadis yang udah punya tunangan malah sama cowo lain" Sindir mark membuat Arsi naik pitam.
"Tu mulut cowo apa banci sih!, lemes banget" Geram Arsi.
"Kenapa loe marah? Kata Mark itu bener, loe kan pela... Ups" Sahut Maya menutup mulutnya. Entah sejak kapan cewe lampir itu bergabung dengan mereka. Arsi benar-benar di luar kendali saat ini.
"Loe kok ikut campur! " Sanggah Mark, sementara Agus hanya melongo melihat tingkah teman-temannya yang membingungkan nya. Apalagi mark, tadi mengatai Arsi dan sekarang malah membela Arsi.
"Gue gak butuh dukungan! " Jawab Mark ketus, lalu menarik tangan Arsi untuk pergi dari sana.
"Eh... " Arsi yang belum siap terpaksa menurut ketika mark menarik tangannya. Tadi ngebully sekarang malah sok jadi pahlawan atas apa yang ia sendiri mulai.
"Eh kok gue di tinggal!!!!!!! " Rengek Agus mengejar Arsi dan Mark. Sementara Maya menghentakkan kakinya kesal. Ia sudah sangat percaya diri ketika membantu mark membully Arsi.
"Ihhh dasar *****!!!! " Teriak Maya kesal, lalu berlalu menuju kelasnya.
Mark menarik Arsi ke taman belakang yang berada di belakang gedung laboratorium yang sangat jarang di kunjungi mahasiswa.
"Kenapa loe bawa gue kesini!? " Tanya Arsi menghempaskan tangan Mark.
"Kasar banget jadi cewe" cibir mark mengusap tangannya.
"Eh yang sakit tu tangan gue!! Bukan tangan loe! " Bentak Arsi ketika melihat Mark mengusap tangannya sendiri.
"Gue.. -" Ucap mark tertentu karena suara dering ponselnya.
"Sebentar" Ucap mark pada Arsi.
"Halo!! " Sapa mark kesal karena si penelfon sudah mengganggu waktunya dengan Arsi.
".... "
"Apa!?? " Bentak mark membuat Arsi bergidik ngeri melihatnya. Aurah mark terlihat berbeda di mata Arsi, tadinya cowo nyebelin yang sok sok ngehina yang padahal berminat deket sama Arsi.
Arsi mengerut ketika Mark berjalan sedikit menjauh darinya ketika berbicara sesuatu dengan orang yang menghubungi nya.
Awalnya Arsi tidak peduli dengan siapa pria yang namnya aja Arsi belum tahu.
"Awasi Yuli si wanita ular itu!! " Bentak mark, meski dalam suara yang pelan namun masih dapat di dengar oleh Arsi.
Yuli??. Batin Arsi. Gadis itu bingung dengan orang di sekitar nya menyebut nama itu. Siapa sebenarnya gadis itu.
Apa Yuli yang mark maksud sama dengan yang kakak dan uncle maksud?. Arsi berniat akan mencari tahu siapa Yuli yang sudah menghancurkan keluarga nya.
Fyuuuuu
Arsi mengedip ngedipkan matanya ketika Mark dengan sengaja meniup wajahnya.
"Apaan sih" Dengus Arsi menatap Mark kesal.
"Bengong mulu loe! " Ucap Mark santai, auratnya sudah berubah seperti semula. Arsi merasa aneh dengan pria ini. Di depannya pria ini menjadi lebih manja dan songong. Dan ketika dia menjawab telfon tadi, pria ini malah bersikap seperti monster ganas.
"Siapa kamu sebenarnya??? " Tanya Arsi yang tentunya di dalam hatinya🤣
...T E R I M A K A S I H...