My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
Nasib Egi



Arsi duduk di sofa ruang keluarga sembari menggendong Arkan, tubuhnya yang masih lemah membuat Arsi tidak bisa terlalu banyak gerak.


"Nah sayang di minum jamunya, biar asi kamu banyak" ucap Sakira sembari menyimpandi atas meja segelas jamu racikan dari mendiang ibunya dulu. Lalu Sakira mengambil alih si kecil Arkan.


"Uuu cucu oma udah bangun yah" pipi Arkan di hujani ciuman gemes dari Sakira.


Sementara itu Arsi meraih gelas jamu yang di siapkan mamanya, lalu meneguk habis tak bersisa. Awalnya Arsi hanya merasakan manisnya saja, namun lama kelamaan Arsi memejamkan matanya menahan rasa pahit di lidahnya.


"Iuuuuuu mamaaa jamu apa ini... " Arsi meraih tisu untuk menampung air ludahnya. Pahit itu tak mau hilang, 3 gelas air putih tak mampu menawarkan rasanya.


"Gak papa sayang, itu bagus untuk ibu menyusui" kekeh Sakira.


"Bagus apanya mama, pahit gitu "


"Nanti juga hilang kok" ucap Sakira lagi.


"Selamat siang!!!!! " teriak seorang pria masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Loh nak Egi kapan datang? " tanya Sakira.


"Iya ih gak sopan, masuk tanpa mengetuk pintu" timpal Arsi. Egi hanya terkekeh, lalu menyerahkan kota besar yang di baluti kertas kado yang unyu.


"Ini untuk keponakan gue"


"Wahh besar sekali" Arsi mengambil kado dari Egi, lalu bersiap untuk, membukanya.


"Bukannya nangis saja" cegat Egi, lalu duduk di sofa satunya lagi tepat di depan Arsi dan Sakira.


Meri dan bayu tiba di rumah besar Arsi, mereka berniat ingin menginap di sini karena besok adalah hari minggu.


"Arsi pasti senang" ujar Meri.


"Semoga bocah kembar itu gak ikut nginap" sahut Bayu bergidik ngeri mengingat minggu lalu mereka membersihkan taman belakang gegara ketahuan Viki mengintip.


"Loh ini kan mobil Egi? "


Bayu dan Meri mempercepat langkahnya memasuki rumah.


"Egi.... Astaga!!! gue kangen banget sama loe" teriak Meri berhamburan memeluk Egi.


Bayu melongo, baru kemaren mereka jumpa di sekolah, Meri mengungkap kangen sama Egi?.


"Baru juga kemarin jumpa tu bocah" sungut Bayu cemberut, duduk sendiri di sofa yang kosong.


"Kemaren itu waktu yang lama" balas Meri.


Arsi tersenyum menggeleng melihat mereka, Meri terlihat manja pada Egi.


"Egi.. ambilin aku minum dong" rengek Meri. Bayu tersenyum lebar, itu yang di namakan manjaπŸ˜†.


"Eh Kupret, kangen sih kangen, masa gue tamu ambilin loe minum" ucap Egi tak habis pikir.


"Tapi gue pengen loe ambilin gue minum" ucap Meri mulai berkaca kaca. Merasa tidak tega akhirnya Egi beranjak ke dapur.


"Meri kebiasaan deh ngerjain Egi" cibir Arsi.


"Gak boleh gitu sayang, sesekali dari pada ke suami bagus juga ke sahabat" timpal Bayu terkekeh.


Meri tersenyum, sebenarnya Meri tidak mengerjai Egi ia beneran pengen minum di ambilin Egi.


"Nah minum loe"


Meri menerima dengan senang hati, lalu meneguknya habis.


"Enak banget suami loe, dia yang nikahin gue yang jadi babu nya" gerutu Egi menatap Bayu sinis.


"Santai bro. Sesekali gunain jabatan loe sebagai sahabat gak papa kan... " balas Bayu.


"Kalo gini mah, gak mau gue punya sahabat kaya kalian"


Egi melipat kedua tangannya, setelah minum Meri seenaknya pindah duduk ke samping suaminya.


"Kasiannya yang belum nikah" ujar Viki yang baru memasuki rumah. Lalu duduk di samping Arsi setelah Arsi mencium punggung tangannya.


"Bau bau kena bully ni" gumam Egi menggaruk kepala.


"Yah mau gimana lagi, nasib loe yang belum nikah" ledek Bayu.


"Ini nih, kalian gak tahu indahnya jomlo" sahut Egi bangga.


"Emang apa indahnya? makan sendiri, tidur sendiri, gak ada enaknya" tanya Viki.


"Iya sih" senduh Egi.


Bayu dan Meri terkekeh melihat ekspresi Egi yang menyedihkan.


"Memangnya nak Egi kenapa belum menikah? " tanya Sakira.


"Kenapa? " tanya Sakira bingung.


"Yah jelas lah ma, orang dia jomlo gimana mau nikah" celetuk Arsi.


"Ehh masih jomlo? " kaget Sakira tak enak hati, sementara Egi menatap Arsi nanar, tega teganya Arsi memperjelas statusnya di depan mamanya.


"Nasib tante" lirih Egi.


"Tuh bu dinda masih ada tuh" usul Viki iseng.


"Ih ogah, mana mau gue sama perawan tua. Amit amit" ucap Egi menggeleng kuat.


"Yang penting bohay broo" celetuk Bayu.


"Ogah gue" tolak Egi lagi.


Meri tampak fokus dengan ponselnya melihat lihat status di sosial media. Sebuah postingan melintas di beranda Facebook Meri.


"Wah bagus ni" ujar Meri. menarik perhatian kelima orang tersebut.


"Apa? " tanya Bayu.


Untuk menghilangkan kesialan Sahabat yang belum menikah. Ucap Meri membaca caption postingan itu.


"Coba liat" pinta Arsi, Egi mulai bergerak gelisah. Perasaannya mulai tidak enak.


"Bhahahahaha, jangan bilang loe mau praktekin ke Egi" ucap Arsi. Viki pun ikut tertawa ikut melihatnya.


Bayu penasaran, di rebutnya ponsel Meri lalu di lihatnya apa yang membuat Arsi tertawa seperti itu.


"Apaan sih, penasaran gue" ucap Bayu, tak lama setelahnya pria itu pun tertawa terpingkal pingkal.


Egi yang sudah memeiliki Prasat buruk beranjak ingin pergi.


"Gue mau liat Egi melakukan nya! " ucap Meri menghentikan pergerakan Egi yang sudah berbalik.


"gue pulang dulu, ada janji sama mama" pamit Egi.


"Pokoknya gue pengen lihat! " rengek Meri.


Sakira melihat kearah Meri, sikap Meri hari ini terlihat berbeda. Terbilang lebih manja dan tidak bisa di tolak permintaan nya. Jika di tolak maka Meri akan menangis. Lihat lah, matanya mulai berkaca kaca ketika Egi terus menolak permintaan nya.


"Tapi Gue gak bisa Meri cantik.... " tolak Egi.


"Loe kan belum liat Egi... " ucap Meri.


Bayu tersenyum miring, ia bersyukur istrinya tidak memintanya untuk melakukan hal konyol itu.


"Kayanya si Meri ngidam. " Bisik Viki pada Arsi. Gadis itu langsung menoleh pada suaminya.


"Dari mana kaka tahu? " tanya Arsi penasaran.


"Lihatlah tingkahnya yang kalem, berubah jadi manja, bahkan permintaannya tidak bisa di tolak" jelas Viki membuat Arsi mengangguk paham.


"Egi!!! loe gak bisa kabur! " ucap Arsi.


"Ci... masa loe gak belain gue sih, teraniaya ni" rengek Egi kembali duduk di sofa


"Nasib loe, kenapa masih jomlo" ledek Arsi membuat mereka semua tertawa.


"Nasib nasib, kapan sih gue nikah, biar gak di ejek mulu"


"Kebanyakan milih sih" sahut Meri.


"Namanya juga cari yang tepat, pasti milih lah" balas Egi.


"Yaudah!! yuk ke taman belakang" ajak Meri menarik suaminya dan yang lain ke taman belakang untuk melancarkan aksinya.


"Ada rasa nyesel gue datang di saat loe pada juga ke sini" gerutu Egi kesal.


"Memang takdir loe itu kaya gini, jelas kita gak janjian kesininya" jawab Bayu


Mau tak mau Egi mesti menuruti permintaan sahabat nya dari pada Meri mengamuk dan menangis.


Tiba di taman belakang Egi bingung bakal di apain sama Meri, pria itu masih belum tahu postingan apa yang Meri lihat tadi.


"Ini nih, loe harus kaya gini" ucap Meri memperlihatkan postingan itu.


"Whatt???? "


Kira kira Egi di suruh ngapain yah sama Meri?? yuk komen di bawah, jangan lupa like dan vote yah. Love you semuanya 😘😘😘


...T E R I M A K A S I H...