My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
77. Kejutan!!!!



Sesampai dirumah Arsi dan Mark langsung bergegas ke taman belakang. Semua orang sudah berkumpul di sana.


"Mama, bagaimana jika kak Viki pulang lebih awal? " tanya Arsi khawatir, masih banyak yang belum di persiapkan.


"Tenang sayang, Papa mu dan uncle kevin sudah membuatnya terjerat di kantor. " jelas Sakira.


"Kak Mark, mana balon nya? " kata Arsi. Mark langsung memberikan beberapa bungkus balon yang belum di tiup.


Mereka sudah menyulap taman menjadi tempat pesta yang elegan dan mewah.


"Aku yakin kak Viki pasti menyukainya" ujar Arsi menatap hasil kerja keras mereka.


"Ayo ke depan, drama akan di mulai" kata Mark menarik Arsi masuk ke dalam rumah. Sebentar lagi Viki akan pulang. Mereka akan membuat Viki sangat kesal dan khawatir sekaligus.


Arsi mengambil posisi duduk di sofa sambil memainkan ponselnya. sementara yang lain bersembunyi di tempat yang sudah di rencanakan.


Action.


Viki memasuki rumah, matanya melirik Arsi yang seakan mengacuhkan kehadiran nya.


"Arsi" panggil Viki sembari duduk di samping Arsi. Namun Arsi tidak bergeming, hanya melirik sebentar.


"Arsi yuk" ajak Mark tiba-tiba.


"Ayuk" sahut Arsi antusias, Viki melotot, ia kaget melihat reaksi Arsi pada Mark. Ketika Viki datang, Arsi biasa saja. Sementara Mark yang datang Arsi terlihat semangat dan senang.


"Arsi! " panggil Viki lagi.


"Ada apa? " tanya Arsi ketus.


"Gue mau bicara" kata Viki berdiri menarik tangan Arsi.


"Apaan sih, gue ada urusan sama kak mark! " tolak Arsi.


"Loe kenapa sih Arsi! " bentak Viki.


"Loe bentak gue?? "


"Gak, gue gak maksud.. "


"Udah deh Vik, loe gak bisa bahagiain Arsi lepasin dia. "kata Mark memancing emosi Viki.


" Maksud loe apa? " tantang Viki mendorong Mark, emosi nya mulai terpancing.


"Loe apaan sih Viki, dorong dorong kak Mark" bentak Arsi.


" udah Yuk kak, abaikan saja" ajak Arsi menarik tangan Mark menjauh dari Viki.


"Arsi!! "


"Arsi!!! " teriak Viki, namun Arsi tetap pergi bersama Mark.


Viki menendang meja kecil sembarangan, hatinya terbakar sekarang.


"Ahhhh tolong!!!! " teriak seseorang.


"mama" gumam Viki kaget lalu langsung berlari ke sumber suara.


Sakira sudah siap dengan kepala di lumuri sirup berwarna merah, seolah olah terluka oleh batu yang sedang di pegang Sumi.


"Kamu harus membiarkan Viki ikut bersama ku? " kata sumi ketika Viki memasuki taman.


"Tidak akan, aku tidak akan melepaskannya pada mu" balas Sakira.


"Mama, ibu" panggil Viki kaget melihat Sumi memegang batu besar, dan kenapala Safira berdarah.


"Kalian kenapa berantem seperti ini sih!" kata Viki melerai keduanya. Viki belum sadar perubahan taman, karena semua gelap. Ia tidak sadar jika lampu taman tidak hidup.


"Aduhh kepala ku" rintih Sakira memegang kepalanya yang bercucuran darah.


"Ayo kerumah sakit" kata Viki membopong Sakira yang terus merintih. Belum sempat beranjak tiba-tiba semua menjadi terang.


Teg.. lampu menyala, Arsi dan yang lain keluar dari persembunyian.


"Ada apa ini" pikir Viki.


"Happy birthday to you"


"Happy birthday to you"


"Happy birthday to you"


Viki menutup mulutnya tak percaya, Arsi berjalan pelan sembari membawa kue tart besar. Mark mengiringi Arsi menjaga agar lilin tetap menyala.


"Mama, Ibu" kata Viki kaget, Sakira dan Sumi sudah bergabung bersama Arsi dan yang lainnya.


"Selamat ulang tahu Viki Ricardo" Sorak mereka serentak.


Mata Viki berbinar, Keluarga nya menyiapkan ini semua untuk nya, yang Viki sendiri lupa dengan hari ulang tahunya.


"Jadi semua ini hanya drama? " kata Viki.


"Yaps, maaf udah acuhin kak Viki seharian" balas Arsi.


"Aduh gak usah banyak bacot, ayo tiup lilin dulu" kata Celly tak sabar.


"Tiup lilin nya, tiup lilin nya"


"Bentar, hari ini bukan aku aja yang ulang tahu" ucap Viki, lalu menarik Mark yang berdiri di belakang Arsi maju ke depan.


"Kita saudara kembar, jadi hari ini adalah hari special kita" kata Viki tersenyum.


Fyuuuuu


Fyuuuuu


"Yeeeeee" sorak mereka setelah Viki menghembus lilin.


"Sekarang potong kue" sorak Aldo dan Aldi tak sabar ingin melahap kue yang terlihat sangat lezat.


"Sabar boy" sahut Mark.


Mark dan Viki memegang pisau kue bersama, 2 potong kue di letakkan ke piring. Mark memberikan suapan pertama untuk Sumi, dan Viki untuk Sakira.


"Siapa yang kedua?? " sorak Cindy.


Davin sudah bersiap mengira Viki akan menyuapi nya.


"Terimakasih" ucap Cindy.


Davin mengerut, bibirnya komat kamit karena Viki tak kunjung menyuapi nya.


"Suapan terakhir untuk lelaki yang pemberani dan jagoannya Viki" kata Viki menyuapi Davin.


Mata Davin berkaca-kaca, menatap Viki yang juga menatapnya. Di mata Davin Viki adalah putra kecilnya pembawa kebahagiaan.


"Aku sayang pada mu" ungkap Davin.


"Aku sayang mama" balas Viki sengaja membuat Davin Kesal.


"Kau ini" cibir Davin.


Setelah acara selesai, Viki menghampiri Arsi. Ia sangat berterimakasih untuk semua yang telah adik sekaligus calon istri nya.


"Makasih untuk semuanya" ungkap Viki.


"Bukan sama aku, tapi sama kak mark" kata Arsi menunjuk Mark.


"Maksudnya? " tanya Viki bingung.


"Iya kak Viki, semua ini adalah ide Mark." sahut Bayu.


"Aku hanya ingin lebih dekat lagi dengan mu, aku ingin merayakan berkumpul nya kita. " Jelas Mark tersenyum.


"Terimakasih " balas Viki. Mereka berpelukan, menarik Sumi ikut bersamanya. Sangat mengharukan, sudah bertahun tahu berpisah, tumbuh besar terpisah. Hingga akhir nya bertemu dan berkumpul setelah dewasa.


"Ibu bersyukur kita di beri kesempatan untuk bersatu" lirih Sumi menangis haru.


"Aku senang mereka berkumpul" kata Sakira, Davin memeluk istrinya dari samping.


Celly dan Kevin saling memeluk, begitu juga dengan Desta dan Seila. Arsi memeluk omanya, dan tinggal lah bayu menatap bingung tidak ada teman untuk ia peluk.


"Kok malah peluk pelukan sih, kan aku gak ada temennya" gerutu Bayu kesal, mereka semua tertawa melihatnya.


"Rasain! " ledek Aldo dan aldi.


"Tu ada kucing betina kak" ledek Aldi membuat mereka semakin tertawa.


Akhirnya rencana Mark berjalan lancar, keluarga bahagia impiannya jadi nyata. Mark sangat bersyukur sekarang.


Arsi bersiap masuk ke dalam rumah, acara pesta ulang tahu Viki dan Mark telah usai.


"Hei... jangan pada kabur dulu. " kata Sakira tegas.


"Waduh, kacau ini" pikir Arsi tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Ada apa ma? " tanya Mark memanggil Sakira sama dengan panggilan Viki pada nya.


"Aduh.. kebelet" kata Arsi berakting kebelet buang air besar.


"Aku... juhg. " Sahut Viki namun terhenti karena Arsi melotot padanya.


"Sebelum masuk, bersihkan semua ini!! " titah Sakira garang.


"Arsi ke kamar mandi dulu" teriak Arsi berlari masuk ke dalam rumah.


"Ha.. Reva, Refi nangis" ucap Celly menarik tangan suaminya.


Sementara Desta dan Seila mengendap endap masuk ke dalam rumah.


"Mah, mereka..," aduh Viki tak Terima di tinggal berdua dengan Mark saja di taman. Semua orang sudah kabur entah kemana.


"Mama gak mau tahu, pokoknya pagi harus udah selesai" kata Sakira tak terbantahkan.


"Lahh, buatnya rame rame. ketika bersihin malah berdua" lirih Mark.


"Loe sih, dekor nya banyak gini. Jadi ribet kan" gerutu Viki.


"Gak bersyukur banget jadi manusia" balas Mark kesal.


"Yah tadi bersyukur, tapi saat membersihkan nya gue kesel" kata Viki. Mereka mulai membersihkan semuanya, tak ada yang menolong, Skema orang sudah masuk ke dalam kamar masing-masing.


"Huh, capek juga yah" lenguh Mark.


"Orang ini dekor nya berlapis lapis" sahut Viki.


Akhirnya taman kembali seperti semula, Viki merasa sangat lelah. Begitu juga dengan mark. Mereka memutuskan untuk langsung tidur menyusul yang lain.


...T B C...