
Hari ini adalah hari minggu, sejak tinggal di apartemen Arsi mulai terbiasa bangun pagi tanpa di bangunkan.
Arsi membuatkan sarapan untuk Viki, sekarang ia sudah bisa membuat sebuah nasi goreng. Belajar selama 1 minggu ini membuahkan hasil.
"Bagaimana rasanya? " tanya Arsi penuh harap, ia sangat berharap masakannya kali ini lebih baik dari yang sebelumnya.
Viki masi diam, menyuap 1 suapan, lalu tambah sesuap lagi,Sesuap lagi, hingga akhirnya sepiring nasi goreng buatan Arsi habis.
"Kak..... bagaimana rasanya? " desak Arsi penasaran.
"Menurut mu?? " sahut Viki memperlihatkan Piring yang sudah terlihat bersih.
"Kak... aku cuma mau kakak komentari. Garam kelebihan atau bawanya kurang atau apanya.." gerutu Arsi.
Buka ya menjawab Viki malah bangkit dari duduknya menghampiri Arsi, lalu memeluk Arsi dari belakang.
"Apapun yang istriku masak adalah makanan terenak. Jadi apa gunanya komentar komentar itu? " bisik Viki menghirup ceruk leher Arai yang selalu saja wangi menurut Viki. Arsi pun merasa kegelian ulah Viki.
"Geli kak.... " kata Arsi berusaha menjauhkan wajah Viki dari lehernya. Kecupan demi kecupan bertubi-tubi menghujani leher Arsi.
Ting tong.
Suara bel apartemen menghentikan kegiatan Viki yang terus mengganggu istrinya.
"Siapa yang bertamu? " tanya Arsi.
"Tidak tahu. Aku tidak mengundang siapapun kerumah kita" kata Viki.
Arsi dan Viki membukakan pintu, Bayu dan Meri tersenyum lebar pada keduanya.
"Meri,... " lirih Arsi.
"Hai, apa aku menggangu kalian?? kalaupun iya aku tidak peduli " kata Meri menyelonong masuk ke dalam apartemen Viki dan Arsi tanpa permisi.
"Aku tidak bersalah" ungkap bayu ketika Arsi dan Viki menatap padanya.
Mereka berkumpul di ruang tamu, Menonton acara televisi yang di tentukan Meri.
"Meri... sebenarnya loe kenapa? " tanya Arsi, tidak biasanya Meri seperti ini.Meri bertamu, tapi tidak melakukan apapun, ia hanya menonton TV tanpa bicara.
"Gue bosan Arsi, di rumah. " gerutu Meri merebahkan tubuhnya di sofa.
"Lalu, memilih mengganggu waktu orang lain" dengus Bayu.
"Gue yakin loe juga tidak ada acara, apalagi kencan" balas Meri melirik Bayu sebentar.
"Sotoy lu" cibir Bayu.
"Kalo loe sibuk dan banyak acara, ngapain mau coba gue ajakin cari Arsi. " kata Meri terkekeh.
Sementara Arsi dan Viki menatap keduanya bingung. Sebenarnya Meri dan Bayu ini kekurangan tempat mojok atau bagaimana. Mereka ngobrol seola olah hanya mereka berdua di ruang tamu ini, Viki dan Arsi hanyalah patung saja.
"Ekhem" dehem Viki.
"Kalian tidak punya tempat mojok? duduk di rumah orang seenaknya, malah abaikan kita berdua seperti ini" gerutu Arsi.
"Eh, gue lupa lagi di rumah loe" kekeh Meri membuat Arsi menatapnya kesal.
"Kenapa gak jadian aja" kata Viki.
"Ogah! "
"Huh" Arsi melongo, bisa bisanya mereka kompak seperti ini.
"Kalau saling suka, akui saja. nanti nyesal kalau sudah berjauhan" kata Viki lagi.
Meri atau Bayu terdiam, mereka sama sama menyukai tapi gengsi mengungkapkan. Meri memalingkan wajahnya ketika sama sama melirik dengan Bayu.
"Udah lah, nikah aja!!! " seru Arsi.
"Aku pulang aja" kata Meri sembari bangkit menyandang tas selempang nya.
"Buruan anterrr" kata Arsi mendorong Bayu.
"Entar loe nyesel" kata Viki menambahkan.
"Iyaa iyaaa" kata Bayu langsung mengejar Meri.
Bayu menyusul Meri yang baru saja memasuki lift. Meri kaget melihat Bayu buru buru masuk ke dalam lift.
"Loe mau pulang juga? " tanya Meri.
Bukannya menjawab Bayu malah memeluk Meri erat. "Eh" Meri melotot, sikap Bayu sunggu di luar dugaannya.
"Gue menyukai loe meri, sejak dulu, sejak smA" kata Bayu melepaskan dekapannya. Bayu menatap jauh ke dalam mata Meri, ketulusan terlihat di sana.
"Aku mau loe jadi milik gue seutuhnya. " kata Bayu lagi.
"Mak..-_maksud loe? " tanya Meri gugup, ia benar-benar tidak pernah menyangka hari ini akan ada.
"Gue mau loe menjadi istri gue" kata Bayu pasti.
"Loe lamar gue? "tanya Meri tak percaya.
" Heheh... dari pada gue nyesel nanti" kekeh Bayu.
Prok prok
"Akhirnya kalian bersatu" sorak Arsi memeluk Viki.
Meri kaget, ia benar benar malu sekarang. Ternyata lift nya tidak berjalan. Lift masih terbuka karena Bayu berdiri di tengah tengah pintunya.
"Gue bakal urus acara pernikahan kalian " kata Viki.
"Yaudah, yuk kencan" ajak Bayu semangat.
"Tapi gue belum jawab menerima atau tidak" cicit Meri.
"Eh" kaget Bayu.
"Hehehe gue bercanda, tentu saja gue mau!!!! " teriak Meri memeluk Bayu.
"Fyuuu, gue pikir loe bakal di tolak" Viki bernafas lega.
"Muda banget yah lamaran itu" kata Arsi.
"Gue menjelang nikah aja menjelajah pertempuran, di culik aduhhhh" keluhh Arsi.
Akhirnya hari itu menjadi hari persatuan Bayu dan Meri. Arsi sangat senang, sahabat nya menikah dengan sepupunya. Hubungan Arsi dan Meri semakin dekat sekarang.
...T E R I M A K A S I H...