My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
94. Mau bilang Cemburu tapi...



7 Bulan berlalu,


Viki sedang asik mengusap usap perut Arsi, kontraksi sang baby membuat Viki tidak ingin jauh dari istrinya. Seluruh urusan perusahaan di percayakan kepada Bayu.


Arsi tersenyum, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anaknya 1 bulan lagi, seperti prediksi dokter.


"Selamat Siang!!! "


"Kak Mark"


Mark merentangkan tangan menyambut Arsi yang berjalan mendekat padanya. Viki yang tadi sedang mengusap usap perut sang istri di tinggal begitu saja.


"Aku kangen banget" Arsi memeluk mark melepas rindu, entah kenapa ia merasa sangat merindukan Mark.


"Sayang" rengek Viki tak suka melihat istrinya dekat dekat dengan Mark saudara kembar nya.


"Kak mark pasti cape kan?? yuk makan dulu"


Arsi menarik mark ke ruang makan, mengabaikan Viki yang menekuk wajahnya kesal. Saudara kembarnya sudah mencuri perhatian sang istri.


"Kenapa Viki? " tanya Sakira.


"Tuh si Mark, memonopoli istri Viki" adu Viki pada Sakira.


"Mark dateng? kok kamu gak panggil mama sih" Sakira langsung beranjak menuju ruang makan.


Viki mematung, kenapa semua orang tampak senang menyambut kedatangan Mark. Merasa tersisihkan, Viki sungguh merasa cemburu sekarang.


"Jangan cemburu.... " teriak Mark dari ruang makan membuat Viki semakin kesal.


Viki tak mau menyerah, ia ikut bergabung di meja makan. menatap Arsi yang telihat sibuk menyiapkan makanan untuk mark, perut besarnya membuat Arsi terlihat seperti Bebek yang berlenggak lenggok.


"Sayang, kakak juga laper" rengek Viki.


Bukannya mengambilkan Viki nasi, Arsi malah memanggil bi Suti untuk menyiapkan makanan untuk Viki.


"Bi.... kak Viki mau makan, tolong ambilkan yah. Soalnya Aku lagi sibuk nyiapin untuk ka Mark" ujar Arsi santai.


Viki melongo, bukan hanya pria itu saja, tetapi Mark dan Sakira yang ada di sana juga ada disana kaget dengan tingkah Arsi.


"Aku gak lakuin apapun" ucap Mark angkat tangan sebelum Viki menyalahkannya dengan sikap Arsi yang terlihat berlebih pada nya.


"Ini kak dimakan"


"Terimakasih adek ku tersayang" ungkap Mark mencubit pipi Arsi gemas, membuat corong kereta api di ubun ubun Viki semakin berasap.


"Kak Viki gak boleh marah, ini permintaan bayi"


Viki yang baru saja akan memprotes mengunci kembali mulutnya. Selalu saja ini menjadi alesan Arsi jika Viki merasa cemburu akan sikap Arsi yang berlebihan pada Mark. Bukan hanya mark, pada bayu, Egi juga begitu. Hanya pada Viki Arsi yang sedikit acuh tak acuh.


"Apa ini bawaan? menyiksa sekali" dengus Viki kesal.


"Kami datang... "


Meri dan bayu memasuki rumah besar Ricardo, sejak Meri dan bayu menikah ketika umur kandungan Arsi 2 bulan, Meri menjadi lebih dekat dedmngan Arsi.


"Wah pengantin baru nih" goda Arsi.


"Boro boro pengantin baru, berasa di selingkuhin gue sama komputer dan berkas berkasnya" curhat Meri melirik Bayu yang terkekeh bersama Viki. Semua ini gara gara Viki, Bayu lebih sering membelai berkas dan komputer nya dari pada, membelai Meri.


"Gimana sayang, udah ngisi? " Celetu Sakira.


"Boro boro aunty, orang aku di anggurin terus" Kata Meri mengundang gelak tawa dari mereka yang ada disana.


"Sayang, jangan ungkap aib dong" bisik Bayu yang masih di dengar oleh mereka semua.


"Gak papa, biar pak Viki peka. "


"Lah kok aku? " ucap Viki kaget, apa hubungannya dengan dirinya soal ranjang mereka.


"Tentu saja, gara gara pak Viki Bayu jadi sibuk, akunya gak dapat jatah" kelu Meri.


"Hehe maaf" cicit Viki menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"Eh ngomong ngomong kak Mark udah ada calon belum? " tanya Bayu mengalihkan pembicaraan.


Pria yang di panggil mark itu mengutuk Bayu yang sudah melontarkan pertanyaan seperti ini.


"Benar juga, kak mark sudah terlalu tua jika masih belum menjalin hubungan " tempat Arsi.


"Kapan lagi nak? kenapa masih belum menikah? " tanya Arsi lembut.


"Iya ma, nanti Mark bakalan menikah kok"


"yah kapan? ntar gak kuat lagi loh" kata Viki.


Mereka tertawa bersama termasuk Mark yang seolah menertawakan diri sendiri.


"Aduhh... " pekik Arsi tiba-tiba merasakan ngilu di bagian perutnya


"Ada apa sayang? yang mana sakit? " tanya Viki khawatir.


"Perut aku ngilu kak, sakit banget" teriak Arsi memegangi perutnya. Mereka semua panik, Viki menggendong tubuh Arsi menuju kabar, sementara Mark menghubungi dokter keluarga mereka.


"Apa yang terjadi?? "


...T E R I M A K A S I H...