My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
89. Putri tunggal Davin Ricardo



Penyambutan hari pembangunan Kampus, Davin dan Kevin meminta pihak kampus untuk membuat acara besar. Untuk hiburan Davin meminta agar pihak kampus juga membuat berbagai kompetisi agar hari jadi kampus menjadi meriah.


"Kamu sudah siap?? " tanya Viki.


Arsi yang duduk di sofa tampak bingung, ia masih belum siap menunjukkan siapa diri I yang sebenarnya di depan umum.


"Aku sangat gugup" cicit Arsi dengan wajah bingung nya.


"Kalau gak sekarang kapan lagi? sekarang atau besok sama saja" ujar Viki meyakinkan istri nya.


Viki membujuk Arsi agar menunjukkan pada seluruh dunia siapa dirinya,agar orang orang tidak menerka berkata Arsi sebagai ini dan itu.


"Yaudah deh, besok aku bakalan tampil" putus Arsi.


"Pinter, baru istri kakak" puji Viki memeluk Arsi erat, ia tidak mau istrinya di gosipin ini dan itu lagi. Viki ingun menunjukkan pada dunia siapa istri yang sebenarnya.


"Nanti kakak akan bicara dengan papa, sekarang istirahat lah. Pasti capek kan? " kata Viki mengangkat Arsi, lalu memindahkannya ke kamar.


"Ihh kak, aku bisa jalan sendiri tahu" gerutu Arsi malu.


"Istriku adalah ratu, dan ratu wajib di muliakan" kata Viki mengecup pipi tembem Arai. Tentu saja perlakuan manis itu membuat Arsi semakin gila dan salah tingkah.


Di kampus, seluruh panitia yang di bentuk pengurus kampus tampak sibuk mempersiapkan acara. Sudah tersebar kabar jika pemilik kampus ini akan hadir dan akan memperkenalkan putri mereka yang selama ini tidak tersorot.


"Wahh bakal ada acara pata hati masal ni" ujar Meri.


"Kenapa? " tanya Egi bingt, Egi tertinggal banyak sekali tentang kampus. Ia harus mengurus perusahaannya menggantikan papanya yang sibuk merawat sang ibu sedang sakit.


"Loe sering bolos sih, makanya gak tahu" balas Meri.


Egi melotot, sejak tadi ia tidak memperhatikan sesuatu yang sekarang menjadi pusat perhatiannya.


"Kayanya gue emang ketinggalan banyak hal" gumam Egi yang masih terdengar oleh Bayu dan Meri. Mata Egi terus menatap tangan bayu dan Meri yang saling menggenggam.


"Ooohhh ini.. " kata Meri gugup, entah harus bagaimana menjelaskan pada Egi.


"Sejak kapan hal ini terjadi?? " desak Egi menatap Meri tak percaya.


"Sejak loe sibuk dan gue gak punya temen. Jadi gue gak bisa menutupi perasaan gue yang semakin membengkak karena harus bersama bayu terus menerus" kata Meri panjang lebar, nafasnya saja tersengal menceritakan semua nya pada Egi.


"Kita udah tunang" sahut bayu, Egi semakin syok.


"Sampai hati kalian gak ngasih tahu aku" kata Egi dengan nada suara di buat sesedih mungkin.


"Udah deh lebai banget loe" dengus Arsi membatalkan drama Egi.


"Ganggu banget" gerutunya.


Acara kampus akan di mulai, Acara yang di selenggarakan di aula besar kampus milik Davin dan Kevin. Aula nya mampu menampung seluruh mahasiswa yang terdaftar di kampus.


Seorang pembawa acara telah mulai membuka acara, seluruh mahasiswa bersorak ketika Davin dan Sakira berjalan memasuki aula.


"Wahh cantik dan tampan yah. Pasti putri mereka sangat cantik" bisik mahasiswa mengomentari sepasang suami istri yang terkenal dengan keharmonisan rumah tangga mereka di seluruh penjuru.


"Gue penasaran banget"


"Iya, pasti cantik"


Arsi menggaruk tengkuknya mendengar komentar komentar mahasiswa lain memuji keluarga nya.


"Ohhh itu pasangan kedua yang sangat harmonis, meski istrinya galak" sorak mereka.


"Baiklah semunya, karena pemilik kampus kita sudah hadir. Maka kita akan memulai Acaranya" kata pembawa acara.


Sudah berlangsung lama, kini saatnya pidato yang akan di berikan oleh Davin.


"Kepada tuan Davin Ricardo di persilahkan untuk memberikan kata sambutan dan sedikit motivasi kesuksesan untuk seluruh mahasiswa kita" kaya host.


Davin berdiri, lalu naik ke atas panggung.


"Tolol jangan terpesona, ada istri saya yang sedang mengawasi saya" kata Davin mengundang tawa. Sakira menggeleng mendengar ucapan suaminya.


Davin sudah jauh berubah, tatapan dingin tak terlihat lagi dari matanya. Sakira Sangat bahagia akan hal itu.


"Saya memiliki seorang putri, tentunya kalian pe saran bukan dengan sosok ini" kata Davin mulai dengan candaannya.


"Sangat!!! " sorak mereka.


"Padahal anak saya bersama dengan kalian. Bertemu dengan kalian setiap hari" kata Davin terkekeh pelan.


"Huh... "


"Siapa yah"


"Kenapa kita gak tahu"


Riuh mulai terdengar dari mereka, penasaran dan mencoba menerka berkata siapa putri dari keluarga terhormat ini.


"Sayang, kemarilah" panggil Davin pada Arsi yang duduk di antara Egi dan Meri. Arsi sedikit gugup, seluruh mata mencari siapa yang tengah di panggil Davin.


"Tidak mungkin! " dengus dinda, mahasiswa lain juga tidak percaya melihat Arsi berdiri dan berjalan menaiki panggung.


"Jadi selama ink Arsi??? " kata mereka tak menyangka. Si bintang gosip, si idola kampus adalah anak dari pemilik kampus.


"Dia adalah putri saya dan istri saya, sejak lama bersembunyi. untung kali ini mau ikut saya ke acara seperti ini" jelas Davin.


"Hehe Hai semuanya" sapa Arsi gugup, ia tak tahu harus ngomong apa. Seluruh teman temannya masih tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya.


Nisa yang juga ikut menatap Arsi kesal, tak bisa memperlihatkan kekesalan dan kebenciannya pada Arsi membuatnya semakin frustasi.


Di liriknya Viki yang tengah menatap senang pada Arsi membuat Nisa semakin tak suka.


"Tidak seburuk yang di bayangkan" bisik Davin mengecup pipi putri kesayangan.


"Kalian tahu tidak, kenapa putri nakal saya ini tidak mau mengungkayjati dirinya? " tanya Davin lagi pada mereka yang masih terlihat syok.


"Karena Gadis ini tidak ingin menilik teman yang memandang bulu" jelas Davin terkekeh.


"Papah... jangan buat aku malu deh" gerutu Arsi pelan.


Davin pun berpidato di temani Arsi di atas panggung, meski sebenarnya Arsi sangat malas menjadi pusat perhatian.


Hingga Acaranya selesai, banyak mahasiswa mahasiswa berdecak tak menyangka.


"Pantes saja gadis itu terlihat dekat dengan Pak Viki" kata seorang mahasiswi pada temannya.


"Ternyata mereka sodara" kekeh mereka.


"Tapi, aku dengar dengar ni yah, mereka buka saudara kandung" kata temannya yang lain dengan suara, pelan.


"Huh?? gosip yang mana lagi tu?? " tanya mereka tak percaya.


"Mama ku yang ngasih tahu, Davin dan Sakira hanya punya 1 anak" kata mahasiswi yang memeberi informasi tadi.


"Wahh jangan jangan mereka saling suka" ujar salah satu dari mereka.


"Hubungan terlarang dong"


"Kalau Davin dan Sakira merestui apa salahnya" sahut Meri tiba-tiba, ia sudah bosen mendengar mereka menggosip kan Arai sejak tadi.


"Aku harus ke perpus"


"Aku ke toilet"


Mereka gelagapan berangsur-angsur bubar dengan alasan dadakan.


...T E R I M A K A S I H...