
Setelah kepulangan Meri Arsi kembali termenung menatap keluar jendela. Tak tahu harus berbuat apa, hati Arsi masih sangat sedih saat ini. Arsi masih belum bisa menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya telah pergi.
"Kenapa gue merasa mama papa belum pergi yah" ujar Arsi mengusap dadanya yang merasa sangat janggal.
Tanpa di sengaja Arsi melirik ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Pesan yang pernah di kirimkan oleh no misterius terlintas di benaknya.
Di bukanya pesan itu, lalu Arsi menatap gambar pesawat meledak yang dikirim kan oleh orang asing itu. Persis sama dengan pesawat yang di tumpangi oleh orang tuanya. Gambar ini seolah sengaja di edit lalu dikirimkan padanya.
"Sebenarnya siapa sih yang udH rencanain semua ini? " gumam Arsi bingung.
"Gue pastikan akan menemukan kalian yang udah bunuh kedua orang tua gue!!!!! " geram Arsi marah.
Di tatapannya pantulan dirinya di kaca, terlihat seperti gadis yang paling rapuh. Mata pandai, tubuh mulai kurus, rambut kusut dan juga muka mulai kusam.
Arsi tersenyum getir melihat penampilan nya saat ini. "Ternyata gue hancur banget"
Di ruang TV, masih dalam keadaan yang sama. Semua, anggota keluarga sibuk mencari tahu penyebab dan pelaku yang sudah melakukan kejahatan ini. Celly menggerakkan seluruh anggota terpercaya untuk menyelidiki nya. Begitu juga dengan Viki, desta, Kevin. Mereka menggerakkan orang terhebat untuk menyelidiki kasus ini, Mereka ingin tahu siapa dalang di balik semua ini.
Drr.... Drr....
Kevin melirik ponselnya yang bergetar di atas meja. Diraihnya cepat ketika nama salah satu anggota nya terpampang jelas. Kevin yakin mereka memiliki informasi saat ini.
"Ada apa? " tanya Kevin to the poin.
"..... "
"Apa??? Bagaimana bisa! " bentak Kevin tak percaya. Mereka yang mendengar bentaka Kevin menoleh sembari mengangkat alisnya seolah melontarkan sebuah pertanyaan.
"..... "
"Baiklah, terus pantau mereka dan segera laporkan pada saya! " titah Kevin lalu menutup panggilan itu.
"Ada apa? " tanya Desta penasaran.
"Anak buah gue melihat Yuli di Indonesia" jelas Kevin.
"Bangsat! wanita itu muncul kembali" umpat Viki meremas ponsel yang sejak tadi di genggamnya.
"Yuli?? siapa wanita itu? " batin Arsi, ia batu saja turun dari kamar dan tak sengaja mendengar percakapan para tetua. Arsi memelankan langkahnya agar tak terdengar oleh mereka.
"Kita harus lebih hati hati, Yuli pasti bakal balas dendam" ujar Celly khawatir.
Arsi terpaku di pangkal tangga, ia penasaran dengan nama yang disebut oleh Viki. Kenapa mereka begitu benci dengan nama itu.
"Loh sayang, kok berdiri aja? " tanya Seila mengagetkan Arsi, bukan hanya dia Kevin dan yang lainnya ikut kaget dan langsung menoleh kebelakang.
"Sejak kapan kamu di situ? " tanya Viki menghampiri Arsi. Matanya menyipit melihat penampilan Arsi sudah seperti sedia kalah. Tidak ada raut kesedihan, tidak ada wajah kerapuhan di diri Arsi.
"Ya ampunn.... Keponakan Aunty udah kembali " teriak Celly bangkit lalu berlari menghampiri Arsi.
"Biasa aja kali aunty, kaya gak pernah liat aku gini aja" jawab Arsi ketus.
"Sombong banget sih!! " cibir Bayu, ia baru saja tiba di kediaman Ricardo. Selama Arsi gak masuk, Bayu merasa sangat lelah sekarang. Ia harus membuat 2 tugas sekaligus agar nilai Arsi tetap aman.
"Apaan sih... " dengus Arsi berjalan mendekati Cindy yang sibuk menata makanan di meja makan.
"Oma masak apa?? Arsi laper" tanya Arsi manja pada Cindy.
"Oma masak masakan kesukaan kamu loh" jawab Cindy, ia sangat senang melihat cucunya sudah bangkit dari keterpurukan.
MeltArsi duduk di meja makan, Mereka yang bengong melihat sikap Arsi ikut menghampiri meja makan. Tatapan mereka masih fokus pada Arsi sehingga membuat sang gadis risih.
"Gak pernah liat cewe cantik? " sindir Arsi.
"Kamu beneran udah gak sedih lagi? " tanya Kevin polos.
"Sedih lah, masa nggk" jawab Arsi ketus sembari meraih segelas air putih.
"Aunty seneng, Arsi nya Aunty udah kembali seperti semula" Sahut Seila tersenyum.
"Arsi sadar kok, gak mungkin selamanya Arsi berada di pase keterpurukan" jawab Arsi santai, namun mendapat decak kagum dari mereka semua.
Viki yang duduk di samping Arsi mengarahkan tangannya untuk mengusap kening Arsi.
"Gak panas kok" ujar Viki ngecek suhu kepala Arsi yang langsung di tepis Arsi.
"Lo pikir gue gilak? "
Tang!!!!! suara sendok beradu dengan piring yang sebelumnya mencium kepala Bayu.
"Sakit bege!!! " rengek Bayu mengusap kepalanya yang terkena lemparan Arsi.
"Hahahah.... "
"Hahahaha"
Tawa mereka pecah seketika melihat wajah masam Bayu.
"Makanya gak usah ikutan kalo gak mau jadi tumbal" cibir Celly.
Arsi menahan senyum bahagia melihat keluarga nya kembali bahagia dengan kembalinya kecerian nya.
"Gue bakal cari tahu, dan gak bakal biarin mereka yang udah ngerusak kebahagiaan keluarga gue! " batin Arsi penuh tekat.
Di sisi lain, sekelompok manusia tertawa puas melihat rekaman keluarga Ricardo menangis. Apalagi melihat gadis yang menjadi emas di keluarga Ricardo menangis meraung kehilangan kedua orang tuanya.
"Hahahaha... Rasain, saya tak akan membiarkan keluarga kalian hidup Damai! " ucap wanita paru baya yang jika di sandingkan seumuran dengan Sakira.
"Bos, apa yang harus kita lakukan selanjutnya" tanya salah satu anak buah wanita misterius ini.
"Sesuai rencana awal, lakukan sebersih mungkin" jawab wanita itu.
"Baik bos" jawab anak buahnya, lalu berbalik badan untuk menjalankan rencana selanjutnya.
"Ets tunggu" ucap Wanita itu lagi membuat anak buahnya langsung balik badan.
"Ada apa bos? " tanya anak buah itu takut takut.
"Pastikan Davin dan Sakira lenyap dalam kecelakaan itu! " titah Wanita itu.
"Baik bos" jawab pria itu, lalu kembali berbalik dan benar-benar pergi dari hadapan bosnya.
Wanita itu kembali menatap layar monitor yang menampilkan rekaman penderitaan keluarga Ricardo.
"Loe lihat!!!! gue bisa buat loh hancur!!! " bentak Wanita itu menunjuk wajah Sakira di monitor yang sengaja di pose.
"Hahaha!! lihat!! dan saksikan putri yang loh sembunyikan selama ini hancur di tangan gue!! " teriak wanita itu tertawa menang.
"Siapa itu..?" tanya Mark menatap layar monitor yang menampilkan seorang wanita yang terlihat mirip dengan seseorang.
"Bukan siapa siapa" jawab wanita itu cepat cepat mematikan monitor lalu tersenyum pada putranya yang baru saja pulang kuliah.
Mark tak ambil pusing, ia malah duduk di sofa lalu memakan makanan yang ada di atas meja.
"Bagaimana? " tanya wanita itu.
"Kuliah ku lancar" jawab Mark santai sembari memakan cemilan mamanya.
"Bukan itu" dengus Wanita itu. Mark mengangkat alisnya bingung mamanya melontarkan pertanyaan pada topik yang mana.
"Hubungan mu dengan gadis itu! " ujar Wanita itu malas.
"Oo masih dalam proses" jawab Mark santai.
"Percepat gerakan mu! " titah wanita itu dingin.
"Siapa wanita itu? dan mengapa aku harus mendekatinya? " tanya Mark penasaran, namun mamanya tak pernah menjawab pertanyaan nya.
"Sudahlah jalan kan saja perintah mama, nanti kamu pasti akan tahu! " jawab wanita itu lalu beranjak keluar dari ruangan itu.
"Selalu begitu! " gerutu Mark kembali melanjutkan makannya.
Gimana yah?? kalian bisa menebak gak sih gimana alurnya?? author aja bingung mau di kemanain cerita ini. Votenya kurang sih😖 jadi gak semangat mikir😖
Buat pembaca setia Aki, Cerita ini belum endingnya yah. Author sengaja buat statusnya udah End biar gak di protes novel toon karena gak bisa update setiap hari. Mohon maaf jika kalian kesal sama aku😖
IKUTIN TERUS YAH😘😘aku berusaha yang terbaik untuk kalian semua. ikutin terus, nanti bakalan ada hadiah loe untuk pembaca setia aku. seperti cerita sebelumnya.
DAN UNTUK KALIAN YANG BELUM BACA BECAUSE BABY, SILAKAN DI BACA DULU BIAR NYAMBUNG SAMA CERITA INI YAH...
...T E R I M A K A S I H...