My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
15. Kedatangan Si Kembar!!!



Pagi itu tanpa di bangunkan Arsi sudah turun dari kamarnya dengan penampilan santai. Sungguh kehormatan karena pagi ini pertama kalinya Arsi bangun cepat di hari minggu.


"Udah bangun sayang? " tanya mama Sakira. Tumben sekali Arsi bangun sepagi ini di hari libur pula.


Arsi tersenyum tipis menjawab pertanyaan mamanya, lalu ikut membantu mempersiapkan sarapan.


"Eh princess papa udah bangun? " kaget papa Davin melihat Arsi sibuk menata makanan di atas meja.


"Udah dong" jawab Arsi bangga, mama Sakira dan papa Davin terkekeh mendengar jawaban Arsi.


"Bangunkan kakak kamu gih! " suruh mama Sakira. Arsi terdiam sejenak, ingin menolak tapi takut mamanya mengira ia dan kakaknya ada masalah. Namun jika ia tidak menolak maka sama saja Arsi masuk ke dalam kandang buaya. Di tambah lagu sifat Viki yang sulit untuk ia tebak.


"Baiklah ma" jawab Arsi akhirnya mengangguk.


Mau tidak mau Arsi juga harus membangun Viki.


Arsi bergegas menuju kamar Viki yang tumben tumbenan bangun terlambat seperti ini.


Sedikit gugup memang,tapi Arsi menepis rasa itu dan langsung mengetuk pintu kamar Viki pelan.


Tuk tuk


"Kak.. bangun!! " panggil Arsi dari luar.


Tak ada sahutan dari Viki, Arsitektur kembali mengetuk nya lebih keras.


"Kebo atau apa sih, masa gak bangun bangun" gerutu Arsi mengetuk lebih keras dari sebelumnya.


Tak sabar menunggu Viki yang tak kunjung bangun,Arsi pun dengan tidak sabar membuka pintu kamar Viki yang memang tidak terkunci.


"Kak..... " panggil Arsi terhenti, matanya melotot menatap pria berwajah malaikat sedang tidur pulas dengan earphones menempel di telinganya.


"Pantes di panggil gak denger" omel Arsi langsung melepaskan earphones dari telinga Viki.


"Apaan sih! " Viki menggeliat kesal karena tidurnya terganggu.


"Apaan apaan... liat tuh dah jam berapa! " kesal Arsi menunjuk jam dinding kamar Viki. Pria itu terdiam sembari melirik jam sekilas, lalu senyum di bibirnya terukir indah.


Arsi yang melihatnya terpana seketika, omelan nya terhenti dan malah menatap Viki.


...Itu kakak loe Arsi, loe gak boleh berfikir aneh aneh....


Arsi meneguk salivanya susah payah, ia terus menyakinkan hatinya untuk tidak terlena akan ketampanan kakaknya sendiri.


Fyuuu~


Arsi membulatkan matanya tersadar wajah Viki sekarang begitu dekat dengan wajahnya. Seakan berlomba,detak jantung Arsi berpacu cepat.Sementara Viki malah semakin melebarkan senyumannya.


"Liur loe netes tu" ucap Viki sengaja mengerjai adiknya. Arsi yang polos langsung mengusap bibirnya yang tidak ada apa apa itu.


"Sialan! " umpat Arsi menggeram, Viki berhasil mengerjai nya.


"Hahahaa" Tawa Viki pecah, lalu langsung kabur sebelum terkena amukan adik nya.


Arsi mengambil bantal Viki lalu melempar kuat kearah Viki yang sudah berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Arsi kembali ke ruang makan dengan wajah yang di tekuk. "Gimana? kakak kamu udah bangun? " tanya mama Sakira.


"Kok masam gini mukanya? " tanya mama Sakira lagi karena Arsi tak menjawab pertanyaan sedari tadi. Buah hatinya ini malah diam dengan mengerucutkan bibirnya.


"Di kerjai kakaknya pasti" tebak papa Davin.


"Yaudah deh, yuk makan dulu nanti keburu dingin" bujuk mama Sakira.


Tak lama kemudian Viki pun turun dari kamarnya, penampilan nya sudah tidak seperti tadi lagi.


"Pagi ma, pa" sapa Viki mengambil tempat di depan Arsi.


Senyum nya semakin mengembang melihat adiknya makan dengan wajah di tekuk.


"Pagi pagi udah cemberut aja" goda Viki.


Bukannya menjawab Arsi malah melirik nya dengan tatapan tajam.


"Santai aja kali, gue becanda doang tadi. " Kekeh Viki.


"Aunty Seilah!!! " teriak Arsi penuh semangat langsung bangkit menghampiri Seila.


"Hei Bro" sapa Desta ber tos ria dengan Davin.


"Kakak.. " Sapa Seila setelah melepas rindu dengan ponakan cantiknya. Arsi memang sangat dekat dengan aunty Seila dan satu lagi yaitu Aunty Celly.


"Kok gak ngabarin sih" ucap Sakira membalas pelukan adiknya.


"Kan biar surprise" jawab Seila.


"Yaudah terserah kamu saja, mana Aldo dan Aldi? " tanya Sakira mencari keberadaan keponakan kembarnya.


"Kami di sini!!! " teriak Aldo dan Aldi serempak.


"Keponakan Aunty!!!! " teriak Sakira penuh semangat merentangkan tangannya menyambut kedua bocah remaja yang berusia 10 tahun itu.


"Kangen yah?? " goda Aldo membalas pelukan Sakira bergantian dengan Aldi. Mereka memang bocah bocah imut yang terlalu aktif dan penuh semangat.


"Udah gede juga" cibir Viki yang terlihat cuek, Viki malas jika mereka sudah datang, bukan tidak suka tetapi lihat saja apa yang bakal mereka lakukan nanti, kalian pasti tahu.


"Eh kamu ada di sini juga Vi? " tanya Desta menyindir Viki yang sejak tadi diam.


Liat kan?? Viki melirik Desta tajam, gak bapak gak anak, gak istri, sama saja bagi Viki, sukanya menggoda dirinya saja. Apalagi si aunty Seila, selalu saja ingin melihat Viki cepat cepat nikah.


"Segede ****** aja gak keliatan" balas Aldo meledek Viki.


"Berani yah kamu... " ancam Viki mulai bangkit dari duduknya, ia berniat untuk mengejar Aldo.


"Ihh lebih para dia dari pada mereka" sahut Arsi menatap kakaknya remeh.


"Oh yah? lebih parah siapa? yang langsung berlari kaya anak kecil memeluk aunty" balas Viki tak Terima.


"Wahh benarkah? aku kan masih kecil" sahut Arsi mengibaskan rambutnya songong.


Mereka saling menatap, peperangan kembali terjadi antara dua adik beradik ini. Padahal awalnya Aldo yang berbuat, malah dengan Arsi Viki bertengkar.


"Masih belum akur? " tanya Seila melirik kakaknya yang menggeleng pasrah dengan keadaan kedua anaknya.


"Hati-hati loh, berantem berantem ntar malah jatuh cinta" celetuk Desta terkekeh lebih keras.


Suasana tiba tiba hening, mereka melirik Desta tajam termasuk Viki.


Sementara Arsi melotot mendengar ucapan uncle Desta.


"Gak usah aneh aneh deh Uncle mana ada jatuh cinta sama kakak sendiri"


"Yah kan pepatah ajah" elak Desta menggaruk lehernya salah tingkah, seharusnya ia tak mengatakan hal ini.


"Aku gak akan biarkan kak Arsi suka sama Es batu ini! " ucap Aldo penuh rekat.


"Aku juga! " sahut Aldi. Seakan musuh bebuyutan, Aldo dan Aldi selalu saja menjadikan Viki sebagai sasaran kemarahan mereka.


"Aku akan berusaha membuatnya jatuh hati pada ku!! " balas Viki penuh semangat.


Deg


Arsi terdiam, ucapan Viki barusan berpengaruh baginya. Menyadari ucapannya, Viki langsung mengalihkan arah ucapannya dan seolah untuk melawan kedua bocah kembar itu saja.


"Kalian tak akan bisa melawan ku!! " Sambung Viki lagi membuat para orang tua yang tadinya menahan nafas, bisa bernafas lega juga.


Berbeda dengan Arsi yang tampak kecewa, ucapan Viki ternyata hanya untuk melawan candaan adik kembar nya.


Sadar Arsi dia kakak loe, sedarah sama loe. Jangan gila dengan hati loe Arai!!.


Seila tahu akan perubahan wajah keponakan nya, ia sudah mulai merasakan jika Arsi memiliki rasa terhadap kakaknya. Arsi yang memang sejak dulu dekat dengan Viki dan tiba-tiba menjadi terlihat musuhan seperti sekarang ini.


"Aku keluar dulu" pamit Arsi bangkit dan berlalu meninggal kan ruang makan.


"Jangan pulang sore yah" sahut Sakira keras yang di angguki oleh Arsi tanpa menoleh.


Ayo!!! dukung cerita nya supaya aku semangat nulisnya. Bisa up cuma malam doang, karena siangnya aku kerja 😭 jangan lupa kasih semangat yah guys😭😭


...T E R I M A K A S I H...