
"Arsi!!! " panggil Meri.
Arsi melambaikan tangan, lalu berlari kecil menghampiri Meri. Wajah kusam dan mata pandai terukir jelas di wajah Meri.
"Loe gak tidur semalam? " tanya Arsi.
Meri menggeleng, ia mengerjakan tugas dari Viki semalaman. Meri sungguh tidak mengerti bagaimana menyelesaikan tugas Viki.
"Aku sungguh tidak mengerti" kata Meri lesu.
"Apa masih belum selesai? " tanya Arsi, Meri pun menggeleng.
Arsi terkikik pelan, lalu mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Meri mengerut memperhatikan Arsi, Melotot tak percaya melihat laporan yang Arsi keluar kan dari dalam tas nya.
"What?? loe ngerjain tugas nya? " kata Meri tak percaya.
Meri membaca lembar demi lembar laporan milik Arsi, semuanya terlihat sangat muda setelah di selesai kan.
"Cepat kerjakan tugas loe, ini jadi landasan" ujar Arsi.
Mereka berlari kecil menuju bangku taman, Meri akan mengerjakan tugasnya di sana.
"Nah, kalo seperti ini kan mudah gue ngerjainnya" kata Meri merenggangkan tubuhnya. Akhirnya tugas dari Viki selesai.
"Ternyata kalian di sini" kata Egi.
Bayu dan Egi menghampiri Meri dan Bayu, terlihat Meri sedang membereskan laptopnya dan bersiap ke tempat percetakan.
"Kok loe lesu amat yu" kata Arsi menatap wajah Bayu yang tak jauh beda dari Meri, tetapi Bayu lebih parah.
"Gue belum tidur semalaman" jawab Bayu pelan, hampir tak terdengar oleh Egi dan kedua gadis itu.
"Tugas loe selesai? " tanya Meri.
"Gue udah" sahut Egi.
Arsi menatap Bayu, seolah mengisyaratkan pertanyaan yang sama.
"Tentu saja gue selesai, masa kalian siap gue gak" gerutu Bayu kesal, lalu berjalan lebih dulu meninggalkan mereka.
"Kok aneh sih" dengus Meri.
"Bayu!! " teriak Arsi mengejar Bayu, di susul oleh Meri dan Egi.
Di dalam kelas, Mahasiswa jurusan manajemen sudah dudul rapi di dalam kelas, lengkap tanpa seorang pun yang bolos.
"Selamat siang" salam Viki ketika masuk ke dalam kelas.
"Siang " sahut mereka serempak.
Viki langsung meletakkan tas nya, lalu mengeluarkan laptopnya yang langsung si asisten dosen yaitu Meri mengoneksikan laptop Viki ke proyektor.
"Baik, kita akan lanjut kan materi kita" kata Viki memulai mengajar.
"Loh, tugas ini kapan di bahas? " pikir Arsi bingung karena Viki tidak menyinggung soal tugas, tidak seperti biasanya. Viki selalu memperingati mereka 5 menit sebelum memulai perkuliahan.
"Pak, apa tidak ada yang di lupakan? " tanya Arsi memberikan diri.
"Iya Arsi, apa ada yang lupa menurut mu? " tanya Balik Viki.
"Tugas pak! " sahut mahasiswa lain.
"Nah itu pak" sambung Arsi.
"Oh soal itu, kalian pasti sudah mengerjakannya" kata Viki. Mereka semua pun mengangguk.
"Kalau begitu kalian pasti sudah mengerti" lanjut Viki dengan tampang polosnya.
"Huh? " cengoh Arsi.
"Sudah ku dugaaaaa" lirih Bayu menempelkan kepalanya kemeja. Sudah begadang semalaman, Viki malah mengabaikan tugas ini.
Viki tersenyum miring pada Arsi yang terlihat komat kamit menyumpah serapahi Viki.
"Dasar licik" gerutu Arsi.
"Oke lanjut" kata Viki melanjutkan menjelaskan materi.
2 jam berlalu, akhirnya perkuliahan hari ini kelar juga. Arsi merasa otaknya mulai meleleh saat ini.
"Arsi" panggil Mark.
"Eh kak mark, ada apa? " tanya Arsi berdiri di depan kelas.
"Gue mau ngomong sama loe" kata Mark serius.
" hmm.kita duluan yah, bye Arsi,Mark" ujar Meri dan Egi, sementara Bayu sudah sejak tadi keluar dari kelas.
"Mau ngomong apa? " tanya Arsi menatap Mark.
"Yok ikut gue" kata Mark menari Arsi pergi dari sana.
Viki yang masih di dalam kelas, mengerut melihat Arsi ikut bersama Mark.
"Mau kemana mereka? " gumam Viki.
Viki hendak mengikuti mereka namun di tahan oleh bu dinda.
"Pak Viki, apa saya bisa bicara dengan anda? " kata bu Dinda malu malu.
"Mau ngomong apa? " tanya Viki Dingin. Matanya terus menelusuri mencari kemana arah Mark membawa tunangannya.
"Apa malam ini bapak masi sm tidak ada waktu? " tanya Dinda.
"Maaf Bu Dinda, saya sibuk" kata Viki, lalu buru buru pergi menyusul Arsi yang entah kemana di bawah Mark.
"Sial! " umpat Viki kehilangan jejak.
Meskipun Mark adalah saudara kembarnya, Viki tetap merasa curiga dan cemburu jika mark mendekati istri nya. Viki juga tahu jika Mark menaruh hati pada Arsi.
"Kak, mau ngomong apa sih? kok sampe di bawa kesini segala" protes Arsi melirik kiri dan kanan, tidak ada yang berlalu lalang di taman belakang yang sangat sepi.
"Aku hanya ingin berbicara 4 mata dengan mu" ujar Mark serius.
Deg~ "Mark ingin bicara apa sama gue? " pikir Arsi bertanya tanya.
"Jadi hari ini adalah hari ulang tahun Viki, gue pengen ngasih kejutan untuk dia" jelas Mark.
"Ulang tahun Viki?? "ulang Arsi.
" Iya, gue mau buat dia kesal se kesalnya, lalu kita beri kejutan" jelas mark antusias.
Arsi baru tahu jika Mark begitu peduli dengan Viki, meski sebelumnya mereka musih di dalam perang Dingin.
"Ulang tahun Viki kan ulang tahu kakak juga" kata Arsi.
Mark terkekeh, ia melakukan hal ini agar hubungan nya dan Viki lebih dekat lagi. Mark ingin hidup bahagia bersama keluarga nya dan menebus semua kesalahan yang telah ia lakukan.
"Aku hanya ingin lebih dekat lagi dengan nya" kata Mark.
"Ternyata Kak mark orang nya hangat yah" pikir Arsi.
"Baiklah, siapa saja yang terlibat? " tanya Arsi.
"Semuanya, kecuali Viki" kata marak.
"Apa kakak Mark sudah meng-handle semua orang, dan memberi tahu rencana ini? " tanya Arsi tak percaya melihat Mark mengangguk setiap pertanyaan nya.
"Lalu apa rencana kakak? " tanya Arsi.
"Gue tahu Viki sangat mencintai mu, dan Viki orang nya sangat over protektif dan sangat posesif. Meskipun tidak di tunjukkan nya secara langsung" jelas mark.
"So? "
"Gue tahu dia menaruh curiga dan ketakutan ketika kita bersama" lanjut Mark.
Arsi masih diam, mencerna setiap penjelasan yang mark berikan. Sebuah ide terlintas di benak Arsi, ia mengerti maksud mark sekarang.
"Aku mengerti" ujar Arsi tersenyum misterius pada mark yang juga tersenyum mengerti apa yang di pikirkan Arsi. Pemikiran mereka saat ini sama, yaitu membuat Viki benar-benar kesal, dan Cemburu.
"Baiklah!!! mari kita mulai drama ini" ucap Arsi bersalaman dengan Mark memulai kerja sama mereka.
Viki menunggu Arsi di parkiran, ia yakin Arsi masih di sekitar kampus. Terlihat mobil Mark masih terparkir indah di parkiran.
"Loh, kak Arsi kok masih di kampus? " tanya Arsi.
Viki tak menjawab, ia malah menatap tajam pada Mark yang berdiri di samping Arsi.
"Dari mana kamu? ayok pulang" kata Viki sinis sembari menarik lengan Arsi.
"eh sorry kak, aku pulang bareng kak Mark, soalnya ada yang mau kami lakukan" tolak Arsi.
"Duluan Vik" ujar Mark membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Arsi masuk kedalam mobilnya.
"Dah kak Viki" pamit Arsi.
Mobil Mark melaju meninggalkan perkarangan kampus, meninggalkan Viki yang tak percaya dengan apa yang di lakukan Arsi.
"Mau main main sama gue? " ucap Viki geram.
...T E R I M A K A S I H...