My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
26. Tiba - Tiba??? MERAJUK



Viki terus berkutat di dapur dengan bi nana yang membantu nya. Arsi yang baru saja selesai mandi mengendus endus aroma masakan Viki yang tercium sangat menggugah selera.


"Uhhhh Aromanya enak banget" puji Arsi terus menghirup aroma masakan Viki.


"Liat yang masak dong, sudah pasti enak" jawab Viki sombong. Arsi memanyunkan bibirnya mendengar kesombongan kakaknya.


"Buruan kak... Aku udah laper banget" desak Arsi yang sudah duduk manis di meja makan.


Sejak kejadian di ruangan Viki waktu itu, gaya bahasa mereka sudah berganti menjadi aku kamu. Arsi bersikap lebih sopan dan sangat manis jika itu di depan Viki. Semua tugas tugas yang di berikan Viki selalu di kerjakan nya.


"Assalamu'alaikum"


Arsi menoleh, matanya berbinar ketika melihat kedatangan oma, aunty Celly, Kevin dan Bayu.


"Hei... kalian datang" teriak Arsi langsung berdiri dari duduknya dan berhambur ke pelukan oma cindy.


"Kok gak ngabarin" tanya Arsi melepas pelukan oma.


"Surprise!!!! " sorak Celly merentangkan tangannya.


"Ouhhh so sweet" Arsi beralih memeluk aunty kesayangan nya.


"Uncle.... " Rengek Arsi pada Kevin, lalu memeluknya bersamaan dengan Celly, meskipun pelukan nya gak bisa erat karena Celly lagi hamil.


"Ekhem.. " dehem bayu.


"Gue juga ada di sini"


Arsi merenggangkan pelukannya sebentar, menoleh pada Bayu yang cemberut karena merasa tak di anggap.


"Lu sama aja, sama tiang. Gak gerak dan gak bicara" cibir Arsi kembali memeluk erat Celly dan Kevin. Sebenarnya ia sangat merindukan kedua orang tuanya. Sudah sebulan lebih Arsi tak di hubungi oleh keduanya.


"Are you oke? " bisik Celly, ia tahu bagaimana perasaan keponakan nya ini sekarang.


"Surprise!!!!!!!! " teriak dua bocah lucu yang memiliki wajah sama.


Arsi kaget, ia langsung melepaskan pelukan Kevin dan Celly. Matanya berbinar melihat bocah kembar itu.


"Ya ampunnnn kalian datang juga? " tanya Celly senang.


"Pastilah, kan mau jumpa kak Alci" jawab Aldi.


"Ihh gak usah genit yah, liatin kakak gue! " sungut Aldo ketika melihat Viki mendekat kearah mereka. Semua yang ada di sana tertawa mendengar ancaman si kembar untuk Viki.


"Ihh gak boleh kaya gitu, gak sopan yah" sanggah Arsi mengajari kedua adiknya agar sopan pada orang yang lebih tua.


"Kok kakak belain si kuplet itu sih" bisik Aldi heran.


"Ihh udah pandai ngomong gitu" heran Bayu.


"Kak Bayu juga, awas jailin kak Alci" ancam Aldi menunjuk Bayu dan mengacungkan kepalan tinju kecilnya.


"Idih, tinju kecil gitu juga" ledek Bayu meremehkan.


"Liat aja, kalo kami dah besar, bakalan becal tinjunya" jawab Aldo membela sangat adik.


"eh sudah sudah, mari makannnn" lerai Arsi menarik kedua bocah kembar itu ke meja makan. Masakan Viki sudah terhilang di atas meja makan.


Arsi heran melihat masakan yang begitu banyak, padahalkan keluarga nya datang secara tiba-tiba, masa Viki masak secepat itu. Atau memang Viki sudah tahu sejK awal.


"Aku yang undang mereka" jawab Viki menjawab pertanyaan di benak Arsi.


"Kok kak Viki tahu aku mikirin itu" jawab Arsi.


"Uhuk uhuk" tiba-tiba saja Bayu dan Desta tersedak makanan secara bersamaan.


"Ihh kok kompaan sih" dengus Arsi, karena uncle desta dan Bayu batuk setelah mendengar ucapan Arsi.


"Loe manggil apa tadi?? " tanya Bayu yang di angguk Desta pertanda setuju.


"Kak Viki, emang kenapa? " tanya Arsi bingung.


"Kak?? sejak kapan kamu manggil Viki dengan sebutan kak? " ulang Desta tersenyum miring sembari melirik Viki yang terlihat acuh.


"Lah kan emang kakaknya Arsi, salah ya? " tanya Arsi.


"Sudah sudah, ayo makan keburu dingin nanti" lerai Cindy menyudahi percakapan mereka.


Terlihat Hening sebentar, mereka fokus menyantap masakan Viki yang sangat enak. Si kembar yang susah jika disuruh makan, malahh 3 kali tambah.


"Enak banget masakan kak Viki" puji Aldo.


"Iya, enak banget" sahut Aldi. Mereka adalah bocah terjujur di dunia. Jika enak memang enak, jika tidak yah mereka akan mengatakan dengan sadis. Meskipun begitu mereka tetap mewaspadai kedua pria itu agar tidak nakal pada Arsi.


"Ma, jadikan kak Viki cep di luma kita" usul Aldo memancing semua yang ada di meja makan tertawa terbahak bahak, kecuali Viki sendiri.


"Ahahaha, kebayang gak sih" sahut Bayu di sela tawanya.


"Kebayang lah, pasti si Viki lucu banget" timpal Kevin.


"Bener pa" jawab Bayu.


"Hahahahaha usulan adek bagus banget" ucap Arsi mengacungkan jempol.


"Udah?? puas tertawanya? " sewot, Viki merasa kesal karena sejak tadi dirinya selalu di zolimi oleh kedua bocah kembar itu.


"Ih kak Viki, kok malah sewot sih" goda Arsi menel pipi Viki yang duduk di samping nya.


"Jahat banget sih kalian berdua, tampan tampan gini disuruh jadi tukang masak! " gerutu Viki gemas pada Aldo dan Aldi.


"Trus maunya jadi apa dong? " tanya Aldo.


"Maunya jadi suami kak Arsi ajah" jawab Viki asal, namun menimbulkan suasana canggung.


Deg. Arsi terdiam, kaget dengan ucapan Viki barusan. Sementara yang lain malah pura-pura sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Kevin sibuk dengan Celly, Desta dan Seilajuga begitu.


"Ekhem.. " dehem Bayu canggung.


"Kenapa? " tanya Viki yang sadar akan pertukaran suasana.


"Makan aja cepat! " jawab Arsi ketus, candaan Viki tadi membuat Arsi mengingat akan kejadian ia menguping pembicaraan Viki dan Bayu. Arsi merasa kesal karena Viki sudah memiliki calon Istri. Seharusnya dia senang, tapi malah sebaliknya.


"Kok aneh sih" gumam Viki kembali pada makanannya.


Selesai makan Arsi langsung pergi begitu saja meninggalkan ruang makan.


"Mau kemana? " tanya Viki bingung, sikap Arsi kembali dingin padanya.


"Tidur" jawab Arsi singkat.


"Kenapa sih? " tanya Viki.


"Itu karena kak Arsi gak mau jadi istri nya kak Viki" ledek Aldi.


Astagaa gue lupa, ngapain gue ngomong kaya gitu yah. Kan kita saudara. batin Viki sadar akan perkataan nya tadi, ia menggigit bibirnya karena asal bicara.


"Kenapa? baru sadar? " ucap Bayu.


"Gue gak sadar" jawab Viki.


"Makanya bicara tu tahan tahan" sahut Kevin ambil kesempatan mengomeli Viki yang sangat sulit untuk di cari kesalahan nya.


"Aku gak sadar loh!! " jawab Viki lagi.


"Tapi kok Arsi marah sih? " tanya Seila bingung.Seharusnya Arsi gak marah, karena Arsi sangat suka bercanda, apalagi hal seperti ini.


"Aku yakin bukan hanya ucapan Viki aja yang buat Arsi ngambek" timpal Celly.


"Apa? " tanya Viki ingin tahu.


"Yah mana aunty tahu" jawab Celly mengangkat bahu.


"Sudah sudah, biarkan saja dulu, nanti ajak bicara baik baik" lerai Cindy memberikan saran pada Viki.


"Baik oma" jawab Viki menunduk, ia masih memikirkan apa yang salah dengan nya sehingga membuat Arsi kembali dingin padanya.


...T E R I M A K A S I H...