
"Jangan sakiti istri ku! " bentak Viki menyembunyikan tubuh Arsi di balik tubuhnya.
"Permisi" lirih Mina beranjak pergi.
"Tunggu!!! oma tunggu!!!! " teriak Arsi.
"Udah dek, gak usah dekat dekat" tahan Viki.
"Gak kak, kita gak boleh selamanya pisah sama oma dan Opa!! " teriak Arsi menyentak tangannya, lalu berlari mengejar Mina.
"Arsi!! Arsi!! " teriak Viki ikut menyusul Arsi.
Mina berjalan cepat, ia tidak ingin membuat anak dan cucunya semakin membencinya.
"Oma! " tahan Arsi.
Mina menghentikan langkah nya, berbalik menatap gadis muda yang mirip sekali dengan putranya.
"Oma... Oma jangan pergi lagi, papa pasti merindukan oma" lirih Arsi.
"Saya harus pergi" lirih Mina menahan air mata yang hampir jatuh, kehadiran Viki membuat Mina ingin pergi secepatnya.
"Oma... " panggil Viki menghentikan langkah Mina.
"Maaf, tapi kami bisa menerima oma jika oma sudah berubah" lirih Viki, sebenarnya sulit untuk dirinya menerima kembali Mina.
Tak terdengar jawaban dari Mina, terdengar hanya isak tangis dan getaran bahu.
"Oma, ayokk pulang ke rumah kami" pinta Arsi memeluk Mina dari belakang.
"Demi cicit oma" sambung Arsi lagi, tak peduli benar atau tidak di dalam perutnya ada cabang bayi.
Mina berbalik, menghapus pipinya yang di aliri air mata.
"Kamu hamil? " tanya Mina, Arsi mengangguk menyetujui.
Viki tak berbicara lagi, Mereka bergegas pulang ke rumah besar Ricardo. Sejak di dalam mobil Arsi terus saja menempel dengan Mina. Meminta Mina mengusap usap kepalanya dan juga bernyanyi pelan pengantar tidur untuk Arsi.
"Tidur? " tanya Viki ketika mereka tiba di rumah. Dengan hati hati Viki mengangkat tubuh Arsi agar tidak mengganggu tidurnya.
Mina berjalan pelan, mengamati setiap sudut rumah besar yang sejak dulu di lihatnya dari jauh. Mina tak menyangka ia bisa berdiri di depan rumah putranya.
"Mama... " lirih Sakira. Berjalan mendekat pada Mina yang mematung melihat Sakira.
"Sakira... " sahut Mina. Matanya mulai berkaca kaca.
Sakira menunduk, mendadak kenangan masa lalu menghantui benaknya. Tak sanggup menatap Mina Sakira memberanikan diri untuk mencium tangan Mina.
"Maaf" lirih Mina. Tak percaya mendengar kata maaf dari Mina Sakira mendongak.
"Mama gak salah, jangan minta maaf"
"Mama salah, mama tidak pantas untuk di maafkan" lirih Mina mulai terisak.
"Mama gak salah, masa lalu biarlah berlalu" kata Sakira menenangkan Mina agar tidak mengucapkan kata maaf terus menerus.
"Ma... "
Mina melepas pelukan Sakira, berbalik menatap Davin yang berdiri tak jauh dari mereka sembari merentangkan tangannya. Ia sudah mendengar cerita dari Arai di dalam, bagai mendapat durian runtuh Viki sangat bahagia, di tambah lagi melihat mamanya memeluk istrinya.
"Maaf" lirih Mina masuk ke dalam pelukan Davin, putra yang selama ini ia rindukan dan ia cintai. Hanya saja cara mencintai nya salah sehingga Davin pergi dari hidup Mina.
"Semuanya sudah berlalu ma" lirih Davin mengusap usap punggung mamanya sayang.
Arsi yang sudah bangun memeluk lengan Viki, betapa bahagia dirinya melihat keluarga nya utii kembali. Arsi mulai mengerti arti keluarga. Meski Arsi tidak kekurangan keluarga. Ada Cindy, uncle kevin dan kerabat lainnya. Tetap saja Arsi juga ingin berkumpul dengan oma dan opa nya.
"Kamu memang istri terbaik ku" puji Viki mengeratkan pelukannya.
"Aku hanya ingin semua orang bahagia" sahut Arsi mencari kenyamanan di dada bidang Viki.
"Terimakasih sayang" lirih Mina memeluk Sakira dan Davin.
Di tengah tengah kebahagiaan mereka tiba tiba Arsi teringat dengan bakso nya.
"Bakso nya mana?? "
Deg~Viki mulai kalut, ia membuang bakso begitu saja ketika melihat Arsi di dorong oma tadi.
"Aku akan membelinya lagi" kata Viki.
"Tidak usah, sekarang aku tidak mau lagi" kata Arsi.
Glek~ Viki meneguk salivanya menunggu permintaan aneh macam apa lagi yang akan di minta Arsi.
"Aku ingin..... " kata Arsi menggantung kata katanya.
"Mau apa? " tanya Viki.
"Mau tidur sama oma"
Fyuuu~
Viki bernafas lega, Arsi tidak meminta sesuatu yang aneh.
"Tapi kak Viki nemenin juga sambil joget joget" sambung Arsi mampu membuat Viki melotot.
"Gak ada permintaan yang lebih elit dari itu? "
"Aku maunya kaya gitu!! hiks hiks"
"Hahahah... " Mina, Davin dan Sakira tertawa melihat, wajah tersiksa Viki.
...T E R I M A K A S I H...