My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
Goyang dumang di tengah taman tanpa baju



"Gak!! gue gak mau! " tolak Egi.


"Ini demi loe, gue gK mau loe jomlo terus" bujuk Meri.


"Jangan aneh aneh deh mer, mana ada yang begituan"


Meri tampak kesal, Egi terus menolak permintaannya. Padahal Meri sangat ingin melihat Egi berjoget di taman.


"Udah lah gi, sesekali doang" kata Bayu.


"Loe mah enak, lah gue? " balas Egi.


"Hihihi, ngehibur kita gi" timpal Arai terkikik.


"Nilai A+ " ujar Viki memberi tantangan.


Glek, Egi meneguk salivanya berat. Pikirannya mulai bercabang, pria itu mulai tergiur dengan tawaran pak Dosen.


"Hm.. tetap nggak! " tolak Egi.


"Traktir sebulan! " tawar bayu.


"Deal!! nilai A+ dan traktir 1 bulan"


Egi perlahan membuka baju dan celananya, yang tersisa hanya celana boxer berwarna kuning.


Mata Meri tampak berbinar, melihat Egi yang mulai meliuk liuk ketika musik mulai berdendang.


Arsi menahan tawa, begitu juga dengan Viki dan Bayu.


"Demi nilai! " gumam Egi menyemangati dirinya.


"Stop! " Meri mematikan musiknya.


"Ada apa? " tanya Bayu kaget, raut wajah Meri terlihat tidak puas.


"Aku tidak suka melihatnya, ayo cepat kamu yang gantikan" ujar Meri mendorong Bayu menggantikan posisi Egi.


"Wahh enak ni" girang Egi.


"Loh, kok aku sih babe. " protes Bayu.


"Cepet!! aku maunya kamu goyang tiang " pinta Meri.


Mata bayu membulat, mana bisa ia melakukan hal itu.


"Hahaha rasain, karma pasti berlaku" sorak Egi.


"Ada apa ini? "


Davin memasuki taman belakang, ia heran melihat anak anak nya ngumpul di taman. Apalagi melihat Egi dan bayu yang tidak memakai baju.


"Latihan Joget uncle" jawab Meri.


"Wah seru tuh, "


Meri tersenyum bahagia, Davin menyukai permintaan nya.


"Ayo yu, yang heboh! " k


ujar Davin menaikkan volume musik goyang dumang di ponsel Meri.


"Uwekk... Uwekkk" tMeri berlari masuk ke dalam rumah, perutnya tiba-tiba mual.


"Sayang" Bayu langsung berlari mengejar istrinya ke dalam. di ikuti oleh Arsitek dan yang lainnya. Mereka tampak khawatir.


"Kamu gak papa? " tanya Bayu memijat tengkuk Meri yang terus memuntahkan cairan bening di wastafel dapur.


"Aku mual banget"


"Ini di minum" Egi memberikan segelas air hangat, Meri pun langsung menerima nya.


"Udah enakan? " tanya Bayu.


Belum sempat Meri menjawab tubuhnya sudah terkulai lemas. Untung Bayu dengan sigap menangkap Meri.


"Sayang!! sayang!! " panggil Bayu berusaha menyadarkan Meri.


Mereka mulai panik, wajah Meri terlihat sangat pucat saat ini.


"Bawa ke kamar aja" usul Arsi.


"Papa akan panggilkan dokter. " Davin langsung menghubungi dokter yang biasa menangani keluarga nya. semua orang tampak panik, saking paniknya Egi masih belum mengenakan baju dan celana panjangnya.


Dokter pun tiba, langsung memeriksa kondisi Meri.


"Bagaimana dok? " tanya Bayu.


"Tidak ada yang mengkhawatirkan, " ucap dokter ngambang, ia tersenyum pada Bayu.


"Selamat pak Bayu, istri anda sedang hamil" ucap Dokter itu lagi.


"Huh? " Bayu cengo, masih belum bisa mencerna ucapan sangat dokter.


"Istri saya hamil? " tanya Bayu tak percaya.


"Wahh selamat Bayu" ucap Egi haru, mengelap air matanya yang tanpa ia sadari menetes. Perjuangannya mengikuti permintaan Meri tidak sia sia.


"Kalau begitu saya permisi" pamit dokter.


"Jaga istri kamu baik baik" ucap Davin mengelus bahu Bayu.


"Selamat, loe berhasil juga" bisik Viki membuat Bayu mendelik.


"Enhggg" lenguh Meri mulai sadar.


"Sayang" panggil Bayu pelan.


"Aku kenapa? " Meri berusaha bangkit dari tidurnya, di bantu oleh Bayu yang Langsung memeluk istrinya erat.


"Terimakasih sayang"


"Kenapa? "


"Kamu hamil" jawab Bayu dengan mata berbinar.


"Aku?? hamil? " ucap Meri tak percaya.


"Iya sayang, kamu hamil. kita akan mempunyai nak" ucap Bayu lagi.


"Tadi itu kamu ngidam sayang" kata Sakira mengingat permintaan aneh Meri tadi sebelum pingsan.


Mereka tampak bahagia mendengar kabar ini, bahkan celly dan Kevin sudah di perjalanan menuju rumah besar Ricardo.


"Aku lapar" cicit Meri.


"Kamu mau makan apa? " tanya Bayu menatap sang istri.


Viki dan Arsi terlihat saling menatap, mengulum senyum memikirkan sesuatu.


"Kenapa kalian berdua senyum senyum gitu? " tanya Egi yang melihat tingkah suami istri itu.


"Nggak, siapa yang senyum" elakkan Arsi.


"Iya, tadi gue lihat kok" ucap Egi yakin melihat keduanya tersenyum misterius.


"Aku pengen makan ayam" kata Meri.


Bayu bernafas lega, istri tidak meminta yang aneh aneh seperti Arsi.


"Baiklah, akan aku belikan" ucap Bayu hendak beranjak pergi membeli ayam.


"Tapi... aku mau kakak yang masakin" tambah Meri.


"Huh? "


"Aku pengen banget kakak masak ayam goreng untuk aku" jelas Meri pelan.


Mereka tertawa melihat wajah masam Bayu, pria itu tidak pernah memasak sebelumnya. Tiba-tiba istri nya meminta dirinya untuk memasak.


"tapi, kakak gak bisa memasak" cicit Bayu.


"Tapi bayinya mau kakak yang masak" ucap Meri menjadikan bayinya sebagai alasan. bukan di sengaja, Meri memang lagi pengen makan ayam buatan suaminya.


"Yaudah kakak ke dapur dulu" ucap Bayu beranjak keluar kamar, lalu menuju dapur. Membuka kulkas dan melihat apa apa saja yang ada di kulkas.


Bayu mengambil kotak yang berisi potongan ayam, lalu mengambil cabe yang belum di giling dan bumbu bumbu lain.


Sementara di kamar, Arsi menghampiri Meri. Memeluk erat sahabat nya yang sebentar lagi akan menjadi ibu seperti dirinya.


"Selamat yah Meri, bentar lagi loe bakalan jadi seorang ibu" ucap Arsi.


Meri tersenyum, ia juga tidak menyangka sebentar lagi akan menjadi seorang ibu. Di usapnya pelan perut yang masih rata, namun sudah ada kehidupan baru di sana.


"Aku mau ke dapur " imbuh Meri turun dari ranjang.


Arsi yang masih belum bisa berjalan cepat hanya mengikuti Meri pelan. Viki dengan setia memegangi istri nya agar tidak jatuh.


"Seperti nya bakalan ada hal seru ni" ucap Egi, lalu menyusul yang lain ke dapur.


Bayu terlihat bingung menatap bahan bahan yang ia sendiri tidak tahu namanya kecuali ayam, cabe, bawang.


"Apa yang harus aku lakukan dengan bahan bahan ini? " pikir Bayu.


"Eh liat youtube aja kali yah" pria itu langsung mengeluarkan ponselnya dan mencari tutorial memasak ayam goreng.


"Kak... " panggil Meri.


Bayu menoleh, ia tersenyum pada istrinya.


"Sebentar yah kakak baru mulai memasak" ucap Bayu. Meri mengangguk mengerti, matanya menatap potongan ayam yang masih di dalam Topeware ungu.


"Kak... " cicit Meri lagi, membuat Bayu kembali menghentikan kegiatannya.


"Ada apa sayang? " tanya Bayu lembut, entah sejak kapan sikap dingin cowo ini baru ah menjadi romantis seperti ini.


"Aku mau ayamnya kakak yang tangkap dari kandangnya" ucap Meri seratus persen membuat Bayu kaget.


"Ka.. kamu jangan aneh aneh sayang"


Meri menggeleng, ia benar-benar ingin Bayu yang menangkap ayamnya.


"Aku ingin melihat kakak menangkapnya"


Bayu menghela nafas berat, mau tidak mau ia harus menuruti permintaan istrinya.


...T E R I M A K A S I H...