My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
08. Di seret pulang



"Halo" sapa Viki menempelkan ponsel di telinganya.


"... "


"Pantau terus dan laporkan " ucap Viki lagi dengan nada dinginnya, lalu memutuskan telfon secara sepihak.


"Sial! " umpat Viki kesal. Viki berjalan cepat kembali ke ruangannya. ia menghela nafas lega mendapati Ninda sudah tidak ada di sana.


Di tatapanya beberapa laporan mahasiswa yang sudah menumpuk di atas meja kerja nya, ia harus menyelesaikan mengecek semua laporan itu agar bisa langsung menuju kantornya.


"Sial, kenapa seribet ini sih" gerutu Viki kesal mulai mengecek isi laporan itu satu persatu.


Sementara Arsi , tengah asik duduk bersama teman teman nya bersenda gurau. Hingga seseorang datang ikut bergabung membuat mereka semua saling melirik kecuali Arsi.


"Hei." sapa Alex.


"Hai" balas Arsi tersenyum simpul.


"Boleh gabung gak? " tanya Alex menatap teman teman Arsi satu persatu.


"Ng-" ucap Meri di potong oleh Arsi cepat.


"Tentu, silakan" jawab Arsi, membuat Alex langsung mengambil posisi duduk disamping Arsi.


Bayu dan Egi saling melirik, mereka merasa tak di hargai disini.


"Ekhem" dehem Egi membuat Alex yang sedari tadi mengajak Arsi bicara.


"Oh iya, kenalin Gue Alex, temannya Arsi" ucap Alex memperkenalkan dirinya.


Egi melirik Arsi sebentar lalu mengangguk pelan, "Gue Egi, ini Bayu dan ini Meri" jelas Egi menunjuk kedua teman nya satu persatu.


"Oo" jawab Alex mengangguk. Kemudian kembali menatap Arsi dan membuat perhatian Arsi teralihkan padanya.


Sementara Bayu menatap keduanya dengan tatapan sulit di artikan.


Tanpa terasa hari sudah berganti malam, kini mereka masih saja setia duduk di kafe dengan sesekali membicarakan hal yang sama. Arsi yang memang dekat dengan Alex tanpa sadar membuat ketiga temannya terabaikan dan memilih sibuk bertiga.


Meri


Siapa sih ni cowo?


Egi


Setau gue dia emang dah lama deket sama Arsi


Bayu


Kok gue gak tahu?


Meri


kesal gue, mau seneng seneng malah di kacangin gini.


Egi


cari tahu soal dia lebih lanjut


Meri


Ntar gue suruh orang buat cari tahu.


Egi


jangan lama lama, gue punya pirasat gak baik sama ni cowo


Bayu


Ni cowo sudah lama suka sama Arsi


Egi


kok lu baru nimbrung, dari tadi online ngapain aja?


Meri


bangsat, kok malah ribut sih


Egi


Tu cowo pinter banget alihin perhatian Arsi.


Begitulah isi pesan grup yang baru saja di buat oleh Meri, sehingga membuat mereka terlihat sibuk dengan ponsel masing masing.


"Lagi apa sih? " tanya Arsi penasaran, sedari tadi ketiganya sibuk pada ponsel masing-masing. Sehingga Arsi yang ngobrol dengan Alex sedikit tertarik melihat nya.


"Bukan apa apa kok" jawab Meri tersenyum miring.


"Kalian nyembunyiin sesutu dari guru? " ucap Arsi garang mencoba meraih ponsel Meri yang berada dekat dengan nya.


"Apaan sih Ar" ucap Meri mengerucutkan bibirnya, sementara Alex yang paham telah mengganggu waktu Arsi bersama teman temanya hanya diam. Ia tidak berniat pergi dari sana, hatinya sungguh egois karena ingin dekat dengan Arsi.


"Loe gak ada acara gitu sama pacar loe? " tanya Egi datar menatap Alex tak suka.


"Gak kok, gue belum punya pacar" jawab Alex menatap Arsi yang langsung menundukkan kepala nya.


Meri dan Bayu menatap Arsi bingung, tak biasanya gadis itu terlihat malu malu.


Meri


Apa ni bocah suka tu cowo?


Egi


Tu cowo dah kebangetan buat Arsi kaya gitu.


Meri


Gue gak suka kalau tu cowo dapetin Arsi.


Kembali grup whatsapp di penuhi oleh obrolan Meri dan Egi, sementara Bayu hanya diam tak bersuara.


Arsi kembali kesal melihat teman temannya kembali sibuk dengan ponsel masing-masing.


"Gimana kuliah loe? " tanya Alex mencoba mengalihkan perhatian Arsi.


"Yah biasa lah, kaya mahasiswi lain" jawab Egi ketus, padahal Alex tak bertanya padanya. Arsi saja belum sempat menjawab.


Asli, Alex geram banget dengan teman teman Arsi. Ia lebih suka jika mereka bertemu berdua saja.


"Oh iya, gue dengar ada Dosen baru yah? " tanya Alex lagi.


Dan lagi lagi para sahabat Arsi yang menjawabnya.


"Bener, Dosen nya cakep lagi" Jawab Meri.


Arsi hanya tersenyum kikuk pada Alex, ia bener bener merasa gak enak dengan sikap sahabat nya pada Alex.


"Kok kalian gitu sih" gerutu Arsi setengah berbisik pada ketiga sahabat nya.


"Apanya? " balas Egi keras membuat Arsi langsung menepok lengannya keras, ia sengaja bicara berbisik biar Alex gak dengar, malah Egi menjawab dengan keras.


"Aw sakit Ar, " ringis Egi mengusap lengannya sembari menatap Arsi dengan tatapan merajuk.


"Maaf yah, kalo gue ganggu waktu kalian" ucap Alex dengan nada gak enak.


"Baru sadar? " cibir Meri.


"Gak kok Lex, kita lagi santai juga kok tadi" jawab Arsi tersenyum. lalu menatap sinis pada teman temannya, mereka tak lagi membantah hanya raut tak senang yang mereka perlihatkan.


"Gue tahu kok, tapi gue suka sama Arsi jadi gue harap kalian maklumi sikap gue" Jawab Alex terus terang.


"Anjir ni cowo" geram Egi.


"Apaan sih loe lex" sanggah Arsi malu malu. Pernyataan terus terang Alex membuat Arsi sedikit salah tingkah.


Ketiga sahabat Arsi tak berkutik mereka hanya diam menatap Alex dengan tatapan sulit di artikan, berbeda dengan Bayu yang sedari tadi diam dan fokus dengan ponselnya.


"Arsi!! " panggil seseorang.


Seketika tubuh Arsi menegang, hal yang selama ini di sembunyikan nya akan terungkap.


Arsi tak berani menoleh ke belakang, ia malah menatap Bayu dengan bibir komat kamit meminta pertolongan.


Sementara Bayu hanya mengangkat bahu pertanda tidak tahu, dan ia juga tak bisa bantu.


"Dosen killer" ucap Meri menatap Viki tak percaya.


"Arsi loe bikin apa lagi sih sama dosen dosen gak punya hati kaya dia" sahut Egi.


Mereka sudah berdiri dari duduknya kecuali Arsi dan Bayu. Sementara Alex menatap Viki yang ia kenal sebagai Dosen baru di kampusnya yang sudah berdiri tepat di samping Arsi.


Mati gue..... batin Arsi menggigit bibirnya.


"Eh pak, ada apa yah manggil saya" ucap Arsi cengengesan.


"Iya Pak, sekarang kan bukan jam kuliah pak" sahut Meri mencoba bersuara meski kakinya bergetar.


"Ada urusan yang harus gadis nakal ini selesaikan sama saya" jawab Viki menata Arsi yang sedari tadi diam membeku.


Tanpa basa basi, Viki langsung menarik tangan Arsi agar segera berdiri dan ikut bersamanya.


"Udah malam loh pak, saya mau di bawa kemana? " Ucap Arsi mendrama di depan teman temannya dan juga Alex.


"Lepasin dia! " ucap Alex membuat Viki berhenti, lalu menatap ke arahnya.


Meri dan Egi yang memang sangat riuh menutup mulut nya tak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Alex.


"Berani juga dia" bisik Egi yang langsung di angguki oleh Meri.


Viki menatap Alex tajam, pria yang kemarin ia lihat mendekati Adiknya


"Jangan ikut campur urusan Gue! " peringat Viki dingin.


Sementara Arsi memikirkan apa yang harus ia lakukan sekarang.


"Ikut Gue sekarang" ucap Viki menatap Arsi tajam, lalu kembali menarik tangan Arsi ikut bersamanya. Arsi tak menolak, ia takut jika Viki akan berbuat sesuatu yang bisa saja membongkar apa yang selama ini ia simpan.