My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
65. Anggota baru



Setelah urusan administrasi selesai Arsi pun di bawa pulang. Gadis itu terlihat sangat senang, berada di rumah sakit sungguh membosankan baginya.


"Kak Arsi!!!!!!!!! " teriak Aldo dan Aldi serempak sembari berlari kearah Arsi.


"Adek kakak" balas Arsi merentangkan tangannya menunggu kedua bocah kembar itu.


"Kaya udah gak jumpa bertahun-tahun aja" cibir Viki yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aldo.


"Biarkan saja" ucap Sakira menggeleng.


Mereka pun masuk ke dalam rumah. Di sana sudah berkumpul semua Anggota keluarga, Celly dan bayinya pun sudah ada di sana.


"Hi sayang" sapa Celly tersenyum.


"Hi aunty" sahut Arsi membalas sapaan Celly, ia tak bisa memeluk Celly karena Celly tengah menyusui bayinya.


"Oma!!! " pekik Arsi girang, ia sangat merindukan wanita tua ini.


"Cucu oma" sahut Cindy memeluk cucunya.


Selepas memeluk semua anggota keluarga Arsi pun mengedarkan pandangan nya pada dua orang yang memang tidak asing di matanya.


"Umn.. bu sumi, Mark" gumam Arsi ragu.


"Sayang, sekarang Bu Sumi dan Mark adalah Anggota keluarga kita" ucap Sakira.


Bu Sumi tersenyum, berjalan mendekati Arsi lalu meraih kedua tangan Arsi.


"Sayang, maaf yah, karena ibu. Kamu menjadi dapat masalah seperti ini" ucap Sumi merasa bersalah.


"Gak kok bu, ibu gak salah. Mungkin memang seperti ini jalan hidup aku" balas Arsi tersenyum.


"Gue juga minta maaf sama loe Arsi, gue udah nyakitin loe" sahut Mark.


"Gue udah maafin loe kok, jika gue di posisi loe, mungkin gue juga bakal seperti itu. Mungkin lebih dari itu" jawab Arsi tersenyum.


"Makasih" jawab Mark.


Viki yang melihat kelapangan hati Arsi pun mengulum senyum. Aksi itu tak terlepas dari pantauan si kembar. Viki cepat cepat merubah ekspresinya ketika Aldo melirik padanya.


"Eh.... udah sampai yah, ayuk makan" Ucap Seila dari arah dapur.


"Iya aku sudah sangat lapar" sahut Desta.


"Behh ni bapak tua, asik makan aja otaknya" cibir Celly di sambut oleh tawa mereka semua, sementara Desta sudah berlari menghampiri istrinya.


"Wahhh istri ku masak banyak banget, pasti lezat " puji Desta.


"Eleh, muji karena ada maunya tu" celetuk Aldi.


"Iyalah, kan hari ini hari Kamis" sahut Aldo.


"Bhahahahaha" seketika tawa mereka pecah mendengar ucapan bocah kembar itu.


"Kalian yah, udah ngerti yang begituan" ucap Sakira.


"Iya aunty, papa sering bilang gitu" jawab Aldi.


"Jadi kamu yang buat mereka jadi seperti ini... " geram Seila menarik kuping Desta gemes.


"Sudah sudah ayo makan" lerai Cindy.


"Makan siang hari ini adalah makan siang penyambut anggota baru!!! " ujar Arsi langsung menyuap nasi ke dalam mulutnya penuh semangat.


Mark tersenyum melihat tingkah Arsi, sifat kekanakan yang tak pernah di perlihatkan di depan umum. Mark juga merasa suasana rumah ini sangat hangat, berbeda ketika ia bersama dengan Lalisa.


"Makan lebih banyak lagi sayang" ucap Sumi menambahkan nasi ke dalam piring Mark.


"Iya bu" ucap Mark tersenyum.


"Seperti nya bakal ada saingan pria angkuh ini" bisik Aldo pada Aldi yang terdengar oleh Viki.


"Kau benar, pria itu lebih tampan dari nya" balas Aldi.


"Aldi! Aldo! cepat habiskan makanan kalian! " serga Viki.


Setelah selesai makan, Viki memilih duduk di taman belakang. Viki merasa lega karena semua masalah nya mulai terselesaikan.


"Viki" panggil Davin.


"Iya pa" jawab Viki.


"Tapi apa pa? "


"Masih ada musuh yang berkeliaran dirumah kita" jawab Davin.


"Maksud papa? " tanya Viki tak mengerti.


"Lihat ini, Aldo dan Aldi menemukan kamera ibu di rumah kita" jelas Davin menunjukkan kamera CCTV itu.


"Sial! " umpat Viki geram, baru saja ia bernafas lega, sekarang sudah ada misteri baru.


Viki menatap kamera itu dengan teliti, matanya melihat sesuatu tulisan kecil.


"Mark" gumam Viki.


"Maksud kamu? "tanya Davin tak mengerti dengan yang di ucapkan oleh Viki.


" Pah, lihat ini ada nama Mark" ucap Viki menunjuk tulisan kecil di sudut kamera.


"Mark " panggil Davin kebetulan Mark lewat.


"Ada apa om? " tanya Mark berjalan menghampiri kedua pria itu.


"Apa kau tahu soal kamera CCTV ini? " tanya Davin memberikan kamera itu ke tangan Mark.


"Ini memang milik ku om, dan sengaja di letakkan di rumah ini untuk memantau kalian" jelas Mark.


Viki yang mendengar nya mengepalkan tangannya. "Tenang saja, kamera ini tak berguna lagi dan jangan khawatir soal penyusup. Semua anak buah ku tidak akan membahayakan keluarga ini" jelas Mark.


"Baguslah" sahut Davin lega.


"Ya sudah papa tinggal dulu, kalian boleh ngobrol berdua" ucap Davin memberi Rut untuk saudara kembar yang terpisah lama.


Viki kembali duduk, sementara mark berdiri di samping Viki dengan tatapan sama sama lurus kedepan. Berada di tempat yang sama namun sibuk dengan pikiran masing masing membuat mereka tak berniat memulai pembicaraan.


"Gue gak tahu jika loe itu saudara gue" lirih Viki memulai pembicaraan, pertama bertemu dengan Mark adalah ketika Mark pindah ke kampus tempat Viki mengajar.


"Hmm... jika gue tahu, tak akan terjadi seperti ini" sahut Mark.


"Mari berhubungan baik untuk kedepannya" ucap Viki tersenyum sembari mengulur tangannya pada Mark, dan di sambut cepat oleh Mark.


"Tentu, kita masih ada wanita hebat yang harus kita lindungi" balas Mark.


"Maksud loe? " tanya Viki.


"Tentu saja, kita masih ada ibu yang harus kita jaga dan bahagiakan" jawab Mark cepat.


"Lah gue?? " ucap Arsi tiba-tiba, gadis itu berjalan cepat mendekati kedua pria itu lalu berkacak pinggang di depan keduanya.


Mark dan Viki saling melirik bingung. "Kalian itu masih memiliki tuga menjaga gue!! "


"Huh? " Viki dan Mark melongo.


"Mulai hari ini, kalian adalah bodyguard gue! " tutur Arsi dengan senyum kemenangan nya.


"Gak! " tolak Viki.


"Yaudah gue aja" jawab Mark tersenyum. Viki menoleh padanya, seharusnya Mark mengikuti keputusan nya seperti yang kembar kembar lainnya.


"Kok loh gak dukung gue sih" sungut Viki.


"Lah kan kalo loe gak mau, yaudah biar gue aja" jawab Mark.


"Seharusnya loe dukung gue! " jawab Viki.


"Yaudah gak jadi" tolak Mark lagi, membuat Viki tersenyum menang.


"Viki!!! loe jangan beri pengaruh buruk ke Mark! " bentak Arsi.


"Yaudah! kalo gitu gue bakal bilang ke mamam dan Ibu dan...... Aunty Seila kalau kalian jahatin gue" ancam Arsi bersiap untuk melangkah masuk ke rumah.


"Eeee... iya iya kami berdua mau" ucap Viki terpaksa.


"Kok loe mau, katanya gak mau" ucap Mark tak mengerti.


"Loe gak tahu bagaimana wanita wanita itu mengamuk kalau anak gadis nya ini di ganggu" bisik Viki. Mark pun mengangguk pasrah saja, Mark hanya ingin bersama keluarga nya ini dan tidak ingin pergi dari mereka. Meski tidak memiliki ikatan darah mereka saling menyayangi, persis seperti keluarga impiannya.


...T E R I M A K A S I H...