
Tenn!!!!! Ten!!!!!!
Arsi tersenyum menatap mobil sport Viki berhenti di depan nya. Arsi langsung masuk di bangku penumpang di samping Viki.
"GO!!! " sorak Arsi semangat.
"Kenapa? " tanya Arsi bingung, Viki tak kunjung menjalankan mobil.
Tak bergeming, Viki hanya menatap datar istrinya. Arsi melotot, ia teringat petuah petua mamanya. Di raih nya tangan Viki, lalu di kecupnya pelan.
"Nah gitu baru istriku" kata Viki mengusap usap pucuk kepala Arsi.
"hehe lupa" kekeh Arsi.
Mobil Viki pun melaju meninggalkan kampus, celotehan demi celotehan menghiasi perjalanan. Arsi kembali seperti dulu, periang dan berkicau menceritakan semua yang ia jalani selama di kampus.
"Sayang, mau makan dulu atau langsung pulang? " tanya Viki.
"Hmmm.Kita langsung pulang saja. Aku yakin mama sudah masak banyak" jawab Arsi.
"Baiklah tuan putri" kata Viki.
Sesampai di rumah, Viki turun terlebih dahulu kemudian membukakan pintu untuk Arsi seperti seorang ratu.
"Terimakasih" kata Arsi mengecup pipi Viki.
Rumah terlihat sepi, tak ada terdengar pergerakan siapa pun sekarang.
"Sepertinya mama tidak ada di rumah" kata Arsi.
"Hmm.. yaudah langsung ke dapur aja"
Viki menarik lengan istrinya, menuntun Arsi ke meja makan.
"Duduk di sini, suami paling ganteng mu ini akan membuat sesuatu yang akan kamu sukai" kata Viki, Arsi mengangguk menatap suaminya yang sudah masuk ke dalam dapur.
"Apa aku sedang bermimpi? " pikir Arsi. Ia benar-benar bahagia sekarang, dan berharap semua ini tak akan berakhir.
"Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan Aki" lirih Arsi.
Cekrek~ Arsi mengambil foto Viki yang sedang membelakangi nya. seulas senyum tercetak di bibir Arsi melihat hasil jepretan nya. Lalu Arsi memposting foto itu ke media sosialnya. Meski tak terlihat jelas wajah Viki, namun masih terlihat sangat tampan.
"Bersama mu aku bahagia, tolong tetap seperti ini" tulis Arsi di dalam postingan nya.
Viki datang membawa 2 piring nasi goreng spesial untuk nya dan juga istrinya. Viki menggeleng menatap istrinya yang senyum senyum menatap ponselnya.
"Sedang apa? " tanya Viki.
"Aku mengunggah foto kak Viki yang sedang masak tadi" kata Arsi jujur.
"Bisa di lihat semua orang dong" kata Viki sembari memberikan nasi goreng untuk Arsi.
"Wahhhh nasi goreng special" decak Arsi senang, masakan Viki yang paling Arsi sukai sejak dulu. Arsi langsung meletakkan ponselnya di atas meja, melahap nasi goreng yang sangat menggiurkan.
Viki yang penasaran dengan isi ponsel Arsi langsung meraihnya, tak ada larangan dari Arsi.
"Lihat apa emang nya? " kata Viki penasaran.
Beberapa detik kemudian, senyum Viki pun mengembang. Meski tak menampakkan wajahnya Viki tetap merasa bahagia Arsi mengunggah dirinya di media sosial pribadi milik Arsi.
Baru terungkap beberapa menit, sudah mendapat banyak tanggapan. Ada komen yang yang menghujat dan juga memuji Arsi.
@Merisweet
Cieeee...... Siapa itu.
@Egi
Gua tahu!!!
@xxx
Dasar cewe murah, gonta ganti cewe
Viki menggeram membaca setiap komentar buruk dari para netizen yang tidak menyukai Arsi.
"Jangan di balas, biarkan saja" cegah Arsi ketika Viki bersiap ingin mengetik untuk membalas komentar buruk itu.
"Kenapa? ini bisa kita tuntut loh" protes Viki tak Terima istrinya di perlakukan seperti itu.
"Mereka memiliki hak untuk berkomentar, kita tidak bisa memaksa semua orang untuk menyukai kita bukan? jadi biarkan saja mereka berkoar mengungkap ketidak sukaan mereka. " Jelas Arsi panjang lebar.
"Tapi... "
"Perbaiki diri menjadi lebih baik, dan jadi kan itu sebagai motivasi" potong Arsi ketika Viki kembali ini berkata.
Pasangan yang baik itu memang harus saling melengkapi, yang satu marah, yang satu meredakan. Maka akan tercipta lah pasangan yang harmonis dan sejahtera.
"Mama kira kira kemana yah? " tanya Arsi penasaran, sudah jam 8 malam, Sakira dan Davin belum juga menampakkan hidungnya untuk pulang.
"Yah paling jalan jalan berdua" kata Viki.
"Kok gak ngabarin yah"
"Kan kamu sudah punya suami, mama tahu kamu kakak yang jemput" jelas Viki lagi.
"Bosen juga dirumah gak ada orang" keluh Arsi merebahkan kepalanya diatas paha Viki.
"Mau gak bosen gak? " Tawar Viki.
"Apa? "tanya Arsi penasaran.
Viki menunduk agar lebih dekat dengan telinga Arsi, lalu membisikkan sesuatu yang membuat mata Arsi melotot, dan bangkit dari baringnya.
" Kakak gila? "sungut Arsi.
" Kok gila? kan kakak pengen jugaaaa"rengek Viki menarik narik lengan Arsi.
"Ihh kakak Arsi belum siap" tolak Arsi.
"Tenang aja, kalo dah coba kamu bakal siap mendadak" kata Viki terkekeh.
"Gak mau dosa lo" kata viki lagi.
Arsi terdiam, menimbang nimbang perkataan Viki. Jika ia menolak, maka Arsi akan berdosa karena tidak memberikan hak suaminya. Jika di berikan, tapi Arsi belum siap. Arsi dilema sekarang.
"Gimana? " desak Viki.
"Gini aja, tunggu aku sampe selesai ujian semester" kata Arsi mencari cari alasan.
"Masa kakak tega sih biarin aku ke lelehan menghadapi ujian, kalo aku gak fokus gimana? "
Viki terdiam, benar juga apa yang di katakan istrinya. Ini adalah pertama kali bagi Arsi, pasti sangat menguras tenaganya.
"Yaudah gantinya kiss aja" pinta Viki memonyongkan bibirnya.
"Mama pulang!!!! " teriak Sakira di depan pintu.
"Eh mama pulang" kata Arsi senang, ia tak perlu mencari alasan untuk menghindari permintaan suaminya. Bukan nya Arsi gak suka, dan bukan munafik Tapi Arsi merasa sangat gugup setiap kali berdekatan dengan suaminya. Apalagi meminta seperti itu. Andai saja Viki langsung gep, mungkin Arsi tak akan menolak๐คฃ
"Gagal lagi" lirih Viki ikut istrinya menyambut Sakira dan Davin di depan.
"Kok mama papa pulang sih" gerutu Viki.
"Loh emang mama papa gak boleh pulang? " tanya Sakira bingung.
"Harusnya nunggu besok aja" kata Viki lagi.
"Haaaa papa tahu ni, pasti mau enak enak kan? " tebak Davin. Arsi memukul lengan Viki karena mengangguki ucapan papanya.
"Gak kok pa, kak Viki asal ngomong. Padahal tadi kak Viki suruh Arsi buat nelfon mama dan papa biar cepat pulang" kata Arsi mengarang cerita.
Viki melongo, bisa bisanya Arsi mengarang kisah seperti itu.
"Wah bawa apa tu? " tanya Arsi mengalihkan pembicaraan pada barang bawaan Sakira.
"Ohh ini, oma bikinin kue kesukaan kamu" kata Sakira.
"Wahh pasti enak" sahut Arsi mengambil kantong plastik dari tangan Sakira, lalu membawanya ke ruang keluarga.
Viki menekuk wajahnya, Gagal dapat jatah, gagal dapat kiss. Istrinya malah sibuk makan kue, gak basa basi pula makan nya.
"enak banget yah? " sindir Viki.
"Ih kak Viki gak tahu sih, oma paling bagi buat kue bolh rasa coklat campur pisang. Rasanya enak banget!! " kata Arsi berlepotan.
"Pantes gak nawarin orang" celetuk Davin.
"Hehe, udah lama Arsi gak makan ini pah" kekeh Arsi mengelap sisa makanan di bibirnya ala ala anak kecil. Bukannya membersihkan, Arsi malah terlihat semakin berlepotan.
"Udah gede, dag nikah. Masih ajah kaya anak kecil" gerutu Viki mengambil tisu, lalu mengelap bibir Arsi sampai bersih.
"Nah kan bersih" kata Viki, Arsi pun terkekeh.
"Namanya juga Arsi" sahut Sakira. Lalu mereka tertawa bersama. Sudah lama rasanya mereka gak seperti ini, berkumpul berempat, bercanda tawa bersama.
Gimana?? makin ancur gak akurnya??? semoga kalian suka. Jangan lupa like! komen Setia selalu reader ku๐๐๐