My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
33.Kelahiran Anak aunty Celly



Arsi masih terlihat cemberut, duduk di samping papa Davin dan tepat di hadapan Viki. Wajah kesal ketika matanya melirik ke arah Viki.


"Sayang, makan ih gak usah cemberut gitu" bujuk Sakira menyendokkan nasi ke dalam piring putrinya.


"Tau ih, bukannya cantik, tapi malah makin jelek" sahut Viki yang langsung mendapat pelototan dari Arsi.


"Loe diem yah, gue gak ijinin loe untuk ngomong" sanggah Arsi setengah membentak.


"Gue gak butuh ijin dari loe! " balas Viki meletakkan sendoknya lalu membalas tatapan tajam dari Arsi.


"Aduhhh mau makan aja gak tenang! " dengus Bayu yang duduk di meja ujung posisinya seperti diantara Arsi dan Viki.


"Diam!!! "


"Diam!! "


Bentak Arsi dan Viki bersamaan mengrebek meja makan.


Glek. Bayu menelan liurnya susah payah, ditatapnya Arsi dan Viki bergantian.


"O... ke" jawab Bayu pelan.


"Sudah, sudah ayo makan" lerai Davin.


"Tapi pah, dia itu ngeselin banget!! " adu Arsi.


"Apaan loe tu yang ngeselin" bantah Viki.


"Loe yang nyebelin!!! " balas Arsi tak mau kalah, kini mereka kembali aduh mulut seperti anak kecil memperebutkan mainan.


"Apah loe bilang!! " ancam Viki hendak berdiri dari duduknya lalu menghampiri Arsi.


"Apa?? loe mau apa?? " tantang Arsi ikut berdiri menantang.


Davin dan Sakira menepuk jidat pasrah dengan kelakuan kedua anak mereka.


"Hadehhh " lenguh Bayu geleng kepala sembari melanjutkan makannya, ia tak ingin ikut campur lagi, takut kembali di amuk Viki dan Arsi.


"Lu.-!!! " tunjuk Viki pada Arsi terhenti karena suara dering ponsel Bayu.


"Momy" lirih Bayu menunjukkan layar ponsel nya yang menampilkan foto Celly. Viki menunda ucapannya dan memilih diam menunggu Bayu mengangkat telfonnya.


"Hallo ma?? " sapa Bayu pada Celly yang ternyata bukan Celly yang menelfon.


".... "


"Kok papah yang make ponsel mama? " tanya Bayu kaget mendengar suara Kevin di sebrang sana.


".... "


"Apa??!! " ucap Bayu kaget langsung berdiri dari duduknya. Seluruh mata melirik kearahnya dengan sorot mata mengartikan sebuah pertanyaan Ada apa??.


".... "


"Baiklah, Bayu kesana sekarang" jawab Bayu lalu mengakhiri panggilan papanya.


"Ada apa? " tanya Sakira ikut panik karena Bayu terlihat sangat panik dan buru buru.


"Itu aunty, ...mama...masuk rumah sakit! " jawab Bayu meraih jaketnya yang tadi sempat di samlirkannya di sandaran kursi yang ia duduki.


"Huh?? kok bisa? " tanya Sakira kaget.


"Bayu nyusul papa sama mama dulu yah " pamit Bayu berlalu buru buru.


"Gue ikut!!! " teriak Arsi mengejar Bayu yang tak sempat menjawab ucapan Arsi.


"Tungguin gue!!! " teriak Viki yang tak mau ketinggalan.


Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang terbilang tidak sedang. Arsi yang duduk di bangku penumpang belakang sesekali memejamkan matanya takut melihat kearah depan, kecepatan Bayu sesekali membuatnya hampir menabrak atau menyerempet pengendara lain, masi syukur Bayu merupakan pembalap yang di larang keras oleh papahnya.


"Hati-hati!!! " teriak Arsi ketika mobil yang ia tumpangi hampir saja menabrak sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti di depan mereka. Bayu dengan sigap langsung menginjak rem dan membelokkan stir agar tidak menabrak mobil itu.


"Lebay lu! " bibir Viki pada Arsi yang memeluk lengannya erat.


"Sial!! berhenti sembarangan tanpa kode!! " umpat Bayu kembali melajukan mobilnya.


Tak berapa lama akhirnya mereka tiba di rumah sakit.


Bayu, Viki dan Arsi langsung berlari memasuki rumah sakit sesuai yang sudah di jelaskan Kevin pada Bayu.


"Papa!! " panggil Bayu menghampiri Kevin yang terlihat mondar mandir di depan pintu.


"Dimana mama? " tanya Bayu panik.


"Mama kamu sedang di tangani" jawab Kevin lemes, ia sangat khawatir hingga membuat tubuhnya lunglai tak berdaya.


"kok bisa masuk RS si Ancle? " tanya Arsi sedikit khawatir dan penasaran.


"Bego banget sih, jelas aunty Celly mau melahirkan! " sahut Viki memutar matanya jengah dengan kekonyolan Arsi.


"Gue gak nanya sama lu! " balas Arsi ketus.


"Lah, di kasih tahu juga" balas Viki mengangkat bahunya acuh.


Ceklek~


Perhatian mereka teralih ketika pintu kamar tempat Celly di tangani terbuka. Mereka langsung menghampiri suster yang keluar dari kamar seperti mencari seseorang.


"Bagaimana dengan istri saya Sus? " tanya Kevin tak sabaran.


"Bapak suami dari ibu Celly? " tanya suster pada Kevin yang langsung mengangguk.


"saya istri nya dok" jawab Kevin.


"Saya keponakannya" sahut Arsi dengan tampang polosnya.


"Siapa yang nanya elu! " ucap Viki geram menoyor jidat Arsi.


"Kok lu noyor gue sih!!! " sahut Arsi menatap Viki kesal sembari mengusap jidatnya.


Suster dan Bayu menggeleng jengah melihat tingkah kakak dan adek yang selalu saja seperti ini jika sudah bertemu, di tambah lagi sejak tahu mereka tidak sedarah, Arsi menjadi lebih kesal dan marah pada Viki.


"Mari pak ikut saya ke dalam" ucap suster kembali masuk ke dalam ruangan Celly, Kevin pun langsung menyusul suster masuk kedalam.


"Kalian!! bisa tidak diam dulu! " bentak Bayu setengah berteriak, meski tengah kesal Bayu juga sadar dimana ia sekarang.


"Bayu,.. dimana Celly nak? " tanya Sakira yang baru tiba bersama Davin.


"Di dalam Aunty" jawab Bayu menunjuk ruangan Celly dengan lirikan matanya.


"Semoga mereka selamat" ucap Sakira mengepal kedua tangannya di dada seperti orang berdoa.


"Aminn" sahut Davin.


Mereka menunggu proses persalinan Celly di luar ruangannya. Bayu sangat gelisah sekarang, ia khawatir dengan kondisi mama dan Adiknya.


Sementara Arsi dan Viki malah sibuk bertengkar, sejak tahu bukan saudara Arsi semakin menjadi jadi dan terus bertengkar dengan Viki. Sakira dan Davin sampai bingung menghadapi sikap kedua putra dan putrinya sudah dewasa tapi masih seperti anak 5 tahun.


...T E R I M A K A S I H...


maaf yah guys, lama updatenya. soalnya Aku lagi kerja gak sempat setiap hari up. tapi aku bakal usahain buat kalian๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ini di sengaja di buat status end yah. biar gak dapat teguran dari NT๐Ÿ˜