
waktu pun berlalu, sudah sebulan lebih kepergian Sakira dan Davin meninggalkan tanah air. Arsi dan Viki pun semakin dekat sekarang, bisa di bilang waktu Arsi lebih banyak ia habiskan bersama Viki ketimbang bersama teman temannya.
"Ci, nongkrong yok" ajak Meri.
Saat ini mereka tengah berjalan menuju parkiran. Arsi yang sibuk dengan ponselnya pun menoleh menatap Meri.
"Maaf Mer, hari ini gue gak bisa" jawab Arsi tak enak.
"Yah!!! lu sih Ci, selalu saja sibuk" ucap Meri mendesah kesal.
"Emang sibuk ngapain sih? " tanya Meri penasaran.
"Gue ada janji Meri, " jawab Arsi.
"Gimana kalo besok? " usul Arsi.
"Yaudah deh, besok loe gak boleh ngeles lagi yah!!! " ucap Meri yang langsung di angguki Arsi.
"Gue janji" jawab Arsi yakin.
"Yaudah guru balik duluan" pamit Meri lesu karena tak berhasil mengajak Arsi nongkrong bareng di tempat biasa.
Arsi pun bergegas menuju parkiran, Viki sudah menunggu di sana. Sudah seperti sepasang kekasih, Arsi selalu di antar jemput oleh Viki. Meski Viki menjadi dosen di kampus itu, tapi Viki memilih mengantar Arsi terlebih dahulu, kemudian balik lagi dan mengganti mobil yang lain baru ia berangkat ke kampus. Ribet memang.
"Sudah lama? " tanya Arsi.
Viki menggeleng, kemudian bergerak untuk mengenakan sabuk pengaman untuk Arsi yang selalu kelupaan memakainya.
"Terimakasih" ucap Arsi tersenyum lebar.
"Kebiasaan" dengus Viki, lalu mulai melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.
"Itu si Arsi bukan? " tanya Angle pada Maya. Mereka tak sengaja melihat Arsi memasuki mobil mewah.
"Beneran lah, siapa lagi kalo bukan gadis kecantikan itu" jawab Maya.
"Ya ampun, Arsi punya gebetan yang kaya" gumam sintia berdecak kagum.
"Apaan si Sintia" sewot Angle kesal melihat ekspresi konyol Sintia.
"Udah ih, berantem mulu. Mending mulai sekarang kita selidiki, siapa orang yang jemput tu cewe" lerai Maya.
"Betul tu" sahut Angle.
"Lah, kok kita selidiki Arsi, emang kita pengacara? " tanya Sintia polos.
"Bodok " dengus Maya memasuki mobilnya, lalu di ikuti oleh angle.
"Ihh malah di tinggal" pekik Sintia ikut masuk ke dalam mobil Maya.
Di perjalanan, Arsi tak henti hentinya berceloteh menceritakan semua yang ia lakukan ketika Viki tidak ada. Hatinya begitu lega ketika kakaknya sudah kembali. Bagi Arsi, ia tidak butuh apa apa lagi, selagi kakaknya tetap bersikap seperti ini.
"Kita pulang aja deh kak" putus Arsi.
Viki mengerut, tumben Arsi tak ingin kemana mana. Biasanya ia selalu meminta di ajak ke sana kemari dengan alasan pengganti ketika Viki jauh dan bersikap cuek dulu.
Berbeda dengan hari ijin, Arsi memutuskan untuk langsung pulang.
"Aku mau kak Viki masak untuk akuu" jawab Arsi riang, seperti anak kecil.
Viki mengangkat alisnya "Masak? " ulang Viki.
"Iya" jawab Arsi mengangguk sembari menatap Viki.
"Kebalik tahu dek, yang ada tuh, kamu yang masakin aku" jawab Viki sembari menoel noel hidung Arsi. Pipi Arsi memerah di perlakukan semanis itu oleh kakaknya. Ia merasa sangat bingung saat ini, mengapa jantung nya berdetak begitu kencang ketika berada di dekat Viki, apalagi bertatap mata dengan Viki.
Akhirnya mereka tiba di rumah besar keluarga Ricardo. Arsi turun dari mobil yang sudah di bukakan oleh Viki, merasa menjadi ratu saat ini.
Bahgia banget gue. teriak Arsi dalam hati.
"Ayok! " ajak Viki menggandeng lengan Arsi memasuki rumah.
"Den Viki sama non Arsi tumben udah pulang" ucap Bi nana kaget, biasanya Arsi dan Viki belum pulang jam segini, yaitu jam 4 sore.
"Iya bi, biasanya kan si ratu kita ini minta jalan jalan dulu" jawab Viki santai, Arsi yang di sebut Ratu menjadi tersipu malu.
"Oalah gitu toh" kekeh bi nana.
"Bi nana dah masak? " tanya Viki berjalan menuju dapur.
"Kebetulan Belum den, bibi baru aja pengen masak" jawab bi nana jujur, karena Viki dan Arsi biasanya pulang malam terus, jadi BI nana selalu masak untuk makan malam saja.
"Gak papa bi, kali ini bi nana gak udah masak" ucap Viki, membuat bi nana heran.
"Kenapa den? " tanya bi nana penasaran.
"Karena kak Viki bakalan masak bi. " Jawab Arsi bersorak.
"Oalahh den Viki kan jago masak, bibi juga pengen nyicipin" jawab bi nana malu malu.
"Nah betul bi, nanti kita makan sama sama" jawab Arsi yang langit di angguk setuju oleh bi nana.
"Kalau gitu aku mandi dulu yah Kak" pamit Arsi berjalan menuju kamarnya setelah Viki mengangguk.
"Kalau gitu, bibi bantu bantu den Viki masak aja" ucap bi nana.
"Yaudah bi, yuk masak" ajak Viki semangat. Sejak kecil Viki memang sangat suka memasak. karena dulu sebelum adanya Arsi, Viki sering membantu mama Sakira di dapur.
Bagaimana hasilnya nanti???? kita liat di episode selanjutnya 😘
...T E R I M A K A S I H...