My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
60. Kembar



Mark masih ragu, tidak tahu siapa yang akan di dengarnya. Permasalahan dengan keluarga Ricardo memanglah tidak di mengerti Mark. Entah apa penyebab dirinya harus memusuhi mereka. Sekarang, seorang wanita tiba-tiba mengatakan dirinya adalah putranya, kenyataan apalagi ini.


"Bunuh ibu mu nak" lirih Sumi memegang pistol dan menekannya semakin kuat.


"Jika aku anak mu, mengapa aku berada di tangan dia!!!!! " teriak Mark.


"Karena dia merebut mu dari ku! " jawab Sumi. Sungguh sulit di percaya, Arsi melongo mendengar nya. Wanita itu mengaku ibu Mark dan kenyataan nya dia juga ibu dari Viki.


"Omong kosong!!! " teriak Lalisa, Mark mulai terpengaruh.


"Jika dia ibu mu, mengapa kau bersama ku, mengapa aku membesarkan mu penuh kasih sayang? " lanjut Lalisa kembali menanamkan dendam pada Mark.


Viki berjalan mendekati Mark dan Sumi, matanya menatap lurus pada wajah Mark.


"Wajah mu... " gumam Viki mengusap wajah Mark.


"Jangan sentuh aku bajingan!! " bentak Mark menepis tangan Viki lalu mengarahkan pistol kearah kepala Viki.


Wajah mark dan Viki terlihat memiliki kemiripan jika gaya rambut di SMA makan. Memang, jika di lihat sekilas mereka tak akan terlihat sama. Tapi jika kita lihat lebih dekat dan lebih teliti, mata dan alis Viki mirip dengan Mark.


"Pantesan gue kaya melihat seseorang ketika melihat pada Mark, ternyata Viki " batin Arsi menjawab kebingungan nya ketika Mark marah padanya.


"Kalian anakku" lirih Sumi menatap keduanya dengan tatapan seorang ibu.


Deg~ Mark tertegun, ia tak pernah melihat tatapan seperti ini dari Lalisa. Wanita itu selalu memberinya tatapan biasa saja dan mengajarkan nya balas dendam.


Perlahan tangan Mark melemah hingga pistol itu terjatuh ke lantai.


"Mengapa kau membiarkan ku hidup bersama nya? " lirih Mark.


"Cukup Mark!!! aku bunda mu!!! dia yang hancurkan keluarga ku!! " teriak Lalisa.


Tak bisa di pungkiri lagi, fakta kemiripan Viki dan Mark tampak nyata. Lalisa tidak bisa berbohong lagi, Mark saudara kembar Viki.


"Keluarga mu memang hancur, tapi Mark bukan anak mu! " sahut Arsi membuat lalisa semakin marah. Anak buah yang tadinya memihak nya kini berdiri di belakang Mark.


"Tidak berguna!! " decak Lalisa.


"Akh!! " teriak Arsi.


Lalisa menusuk perut Arsi lalu mendorong nya pada mereka, hal itu di lakukannya nya untuk mengalihkan perhatian mereka agar ia bisa kabur.


"Arsi!! " teriak Bayu sembari berlari menangkap Arsi.


Dor!! Dor!!


2 tembakan melesat ke betis Lalisa hingga tersungkur tak bisa bangkit lagi.


"Akhh!!! kaki ku!! " teriak Lalisa kesakitan.


"Tangkap dia! " perintah Mark pada anak buahnya.


"Baik bos"


para penjaga itu menangkap Lalisa kemudian menyeretnya pergi.


"Arsi!!! bangun!!! bangun Arsi!! " panggil Viki memangku Arsi yang sudah tidak sadarkan diri lagi. Darah segar mengalir deras dari perutnya nya bekas tusukan pisau.


"Ayo bawa dia ke rumah sakit" ucap Sumi.


Viki lamgsung menggendong Arsi dan berlari menuju pintu keluar, sementara Bayu langsung menyiapkan mobil.


"Semoga semuanya baik baik saja" harap Sumi menggigit ujung kukunya khawatir.


"Kenapa kauembawa ku kesini? " tanya Sumi lembut pada putra keduanya ini.


"Aku ingin tahu semuanya" sahut Mark pelan, namun dapat di dengar oleh Sumi. Sumi tersenyum, meski mark tidak menatap kearahnya, namun Sumi yakin jika Mark adalah putranya yang baik hati dan tidak jahat seperti yang sudah di ajarkan oleh Lalisa.


"Semuanya berawal dari sebuah perjodohan, ayah mu adalah pengusaha yang kaya, lalu ibu di jodohkan dengan nya. Ayah mu juga menyukai ibu. Lalu ibu pun menerima nya, akhi kami menikah, tiba-tiba ada fakta jika Lalisa menginginkan ayah mu dan ternyata dia adalah mantan pacar ayah mu. Akhirnya dia berusaha berebut ayah mu dengan cara licik, selain menyukai ayah mu, dia juga mengincar harta ayah mu. Lalisa wanita yang baik, namun rasa sayangnya pada keluarga nya mengharuskannya mengikuti seluruh perintah kedua orang tuanya. Hingga akhirnya keluarganya hancur karena keserakahan mereka sendiri, namun lalisa menuduh semua itu karena ibu. " Sumi menceritakan panjang lebar, terlihat Mark masih mendengar nya dengan seksama.


"Lalu, dia bekerja sama dengan mafia untuk menghancurkan keluarga kita, ayah mu meninggal demi menyelamatkan kita bertiga, namun kau dirampas oleh Lalisa. Tersisa aku dan kakak mu, kami tidak punya apa apa lagi. Ibu sangat bingung harus melakukan apa. Hingga akhirnya ibu sengaja meletakkan Viki kakak mu di samping mobil pemuda yang ibu yakin adalah orang baik. Dugaan ibu benar, Viki dirawat dan di besarkan dengan penuh cinta, bahkan dengan kehadiran Viki membuat Davin dan Sakira bertemu hingga mereka saling mencintai." Lanjut Sumi dengan air mata bercucuran.


"Maaf" lirih Mark.


"Tidak, kalian tidak bersalah, ibu yang bersalah dalam hal ini. Ibu yang tidak bisa menjaga kalian semua" lirih Sumi.


"Tidak ibu, kau tidak bersalah" bantah mark, ia langsung menarik Sumi kedalam pelukan nya, pelukan hangat yang tak pernah ia dapatkan.


"Terimakasih sudah menerima ibu" lirih Sumi dalam dekapan putranya.


"Tidak, aku yang berterimakasih, Terimakasih karena masih tetap hidup dan bertemu dengan ku" jawab Mark. Keduanya saling memeluk melepas kerinduan yang sudah lama mereka rindukan, meski tidak di sadari.


"Sekarang ayo kerumah sakit" ajak Sumi.


"Ayo" sahut Mark melepaskan pelukan ibunya, lalu melajukan mobil menuju rumah sakit.


Di balik itu semua sepasang suami istri mendatangi seseorang.


"Siapa kalian? " tanya Alex. Pria itu tengah duduk di taman menunggu Arsi yang biasanya mampir ke taman ini. Alex selalu menantikan kehadiran Arsi meski ia tahu Arsi tidak mencintainya.


"Kami orang tua Arsi" jawab Sakira.


"Aku tahu kau mengenali kami" cibir Davin santai. Alex memang mengenali mereka, karena mamanya selalu saja menyuruhnya untuk menghancurkan keluarga ini.


"Kami ingin berbicara pada mu" ucap Sakira lembut.


"Apa yang ingin kalian bicarakan? " tanya Alex tanpa basa basi.


"Kami tahu kau adalah pria yang baik, anak yang ingin bebas tanpa kekangan balas dendam. " ucap Sakira.


"Apa maksud mu? " tuding Alex.


"Kau kaget bukan? mengapa kami masih hidup? "


"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan" bantah Alex tak mengerti, ia tahu jika Sepasang suami istri ini di kabarkan menghilang, dan sekarang berada di depan mata kepalanya. Hal itu Alex ketahui di sebabkan oleh Lalisa, musuh besar mamanya juga.


"Kami hanya ingin meluruskan kesalahpahaman mu terhadap masalah mama mu" ucap Sakira.


"Dendam yang tertanam di hati mama mu adalah dendam yang tak terlupakan ketika obsesi nya mendapati suami ku, dia tidak Terima karena suamiku tidak mencintai nya, hingga dia pernah ingin membunuhku dan juga putra ku" lanjut Sakira panjang lebar.


"Aku tidak akan percaya omong kosong kalian!" ucap Alex.


"Terserah pada mu, kami hanya ingin menyampaikan kebenarannya" sahut Davin.


"Kalian pikir aku akan percaya ucapan kalian?? aku tahu kalian ingin memanipulasi ku agar tidak membalaskan dendam ayah ku yang sudah kalian bunuh! " bentak Alex terpancing emosi.


"Kami tidak melakukan hal itu, kau tahu!! mama mu yang melakukannya sendiri, karena papa mu mengetahui rencananya ingin menghancurkan kami dan papa mu tidak ingin ikut campur dalam hal itu" bantah Sakira meluruskan.


"Apa? tidak mungkin mama ku seperti itu" tolak Alex marah.


"Kau boleh tidak percaya, coba kau tanyakan saja kejelasan masalah ini pada mama mu. Apakah masalah balas dendam pada kami itu layak atau tidak. Kau anak baik, yang seharusnya menikmati masa muda dan soal percintaan mu" ucap Davin terkekeh membuat Sakira melotot padanya. Disaat seperti ini masih saja Davin sempat bercanda.


"Loh om Davin?? ini beneran om Davin dan Tante Sakira??? " tanya seseorang.


...T E R I M A K A S I H...