
Pria tampan sedang fokus dengan laptopnya duduk di sofa. Aurah keseriusan terpancar di wajah tampannya itu, siapa lagi kalau bukan Viki.
"Kak, si Yuli mulai bergerak" ucap Bayu menghampiri Viki, lalu duduk di samping Viki.
Matanya ikut melihat ke layar laptop Viki yang menantang ke arah mata Viki.
"Gue tahu, dan gue udah titip orang untuk memantau pergerakan nya" jawab Viki.
Bayu mengangguk paham, ia yakin jika Viki jauh lebih pintar di banding kan para musuh mereka.
"Huhhh lelah nyaaaa" rengek Arsi menghempaskan tubuhnya diatas sofa disamping Viki.
Kedua pria itu saling menatap bingung, gadis ini sungguh menggemaskan.
"Ada apa? " tanya Viki.
"Gue lelah deketin tu cowok" jawab Arsi.
"Siapa? " tanya Bayu penasaran, ia pun menegakkan tubuhnya saking penasaran siapa yang di dekati Arsi, sebuah dugaan sudah ada di pikirannya.
Arsi tak menjawab, ia memilih untuk diam.
"Kok gak jawab" desak Bayu.
Viki yang sudah fokus pada layar laptop nya kembali menoleh pada Arsi.
"Jangan bilang loe deketin Alex dan mark? " tebak Viki.
"Hehe"
Arsi hanya nyengir menjawab pertanyaan Viki.
"Astaga itu bahaya ogeb.... " geram Bayu.
"Yah mereka kan gak tahu kalo gue menyelidiki mereka" jawab Arsi santai.
"Loe itu bego atau gimana sih! " bentak Viki.
"Kok loe bentak gue sih"balas Arsi tak Terima.
"Loe itu gak bisa menyembunyikan ekspresi, loe itu mudah di tebak! " lanjut Viki.
"Loe itu ogeb" sahut Bayu, membuat Arsi semakin kesal.
Gadis itu merengut kesal, melipat kedua tangannya sebel.
Viki menghela nafasnya berat, perlahan tangannya merengkuh tubuh mungil adiknya.
"Gue tidak marah karena perbuatan loe, tapi gue kesal karena gue khawatir sama loe! " ucap Viki menjepit hidung Arsi dengan jarinya.
"huhh jadi nyamuk lagi" cibir Bayu.
"Cari pasangan sana! " balas Viki.
"Emang kita pasangan? " tanya Arsi sengaja membuat Viki salah tingkah.
"Umh... tentu saja" jawab Viki percaya diri.
"Sejak kapan? apa kau yakin Gue pasangan mu? " tanya Arsi menggoda Viki.
"Oh tentu... Loe terlahir menjadi pasangan gue!! " jawab Viki percaya diri. Mereka terlena dengan pembicaraan konyol yang menurut Bayu lebay.
"Owhhh manis sekali... " ucap Bayu dengan nada meledek. Sontak keduanya melirik kesal karena telah mengganggu mereka.
"Oh ayolah guys.... gue juga ada di ruangan ini" rengek Bayu kesal, ia merasa tak di anggap sekarang.
Serentak mereka bertiga menoleh kearah sumber suara. Nisa berdiri melepas senyum pada mereka, namun sedikit sini ketika matanya bersirobok dengan mata Arsi.
"Oh ada apa loe kesini? " tanya Viki sembari berdiri dari duduknya. Meskipun Viki sudah tidak sedekat dulu lagi dengan Nisa, namun ia juga tidak boleh menjauhi gadis itu mengingat dulu Nisa membantunya.
"Gue cuma mampir kok, kebetulan lewat sini" jawab Nisa beralasan.
"Kebetulan atau emang sengaja di buat kebetulan" sindir Arsi. Sikap manis yang baru di nikmati nya hilang ketika wanita itu datang.
"Arsi... loe gak boleh gitu" sanggah Viki.
"Kok loe marah ke gue sih! " balas Arsi tak percaya.
"Gue salah apa sih sama loe Arsi. Sampai loe sebenci ini ke gue" ucap Nisa memulai dramanya.
"Drama terus loe ogeb" balas Arsi bangkit dari duduknya berlalu masuk ke kamar.
Sementara Bayu duduk melipat tangannya memperhatikan pertunjukan yang lumayan menarik.
"Yahhh malah pergi" dengus Bayu ketika Arsi pergi.
"Kenapa? " tanya Nisa yang memang sejak awal bertemu Bayu tidak di sukainya.
"Kak, gue ke atas dulu. bintang filmnya udah pergi, jadi malas gue disini" jawab Bayu menyindir Nisa yang semakin kesal.
"Kenapa sih merek tidak menyukai gue" adu Nisa berharap di bela Viki.
"Perbaiki sikap loe dan sering intropeksi diri"jawab Viki yang sebenarnya juga sudah muak pada Nisa.
" Gue gak ada salah sama mereka Viki, gue harus rubah apa? " rengek Nisa manja.
"Isss dasar wanita ular" Dengus Arsi melihat keakraban Viki dan Nisa dari atas.
"Bilang aja loe cemburu" sahut Bayu.
"Gue gak cemburu" jawab Arsi kesal.
"Udah deh gak usah ngeles, loe cemburu kan.... " goda Bayu lagi.
Viki sudah menyuruh Nisa pulang dengan alasan sibuk dan tidak bisa di ganggu. Setelah itu Viki menyusul kedua adiknya keatas. Tiba di lantai atas Viki mengerut melihat Arsi di goda oleh Bayu.
"Ada apa? " tanya Viki
"Bukan apa apa, cuka membicarakan soal jaminan wanita itu tak akan ke rumah ini lagi" jawab Arsi sengaja menyindir janji Viki padanya dahulu. Lalu Arsi masuk ke kamarnya.
"hei maksud loe apa? " tanya Viki tak mengerti.
Balmm!!! pintu terhempas ketika Viki tepat berdiri di depannya.
"Bhahahaha" tawa Bayu pecah.
"Loe itu kalo soal bisnis okelah, tapi.. kalo soal cewe Bego" ucap Bayu menahan tawanya.
"Apa loe bilang??? " geram Viki mendengar ucapan Bayu yang tidak sopan padanya. Pertama kali Bayu tidak menggunakan embel embel kakak padanya.
"Ups,,, sorry kak.. " sesal Bayu, lalu berlari sekencengnya menjauh dari Viki sebelum amukan besar terjadi.
"Awas loe yah!!!!! " teriak Viki mengejar Bayu.
"Gak sengaja kak!!! " teriak Bayu terus melangkahkan kakinya menjauh dari Viki.
...T E R I M A K A S I H...