
"Loe kenapa bengong? " Tanya Mark.
"Yee siapa yang bengong" Elak Arsi mengalihkan pandangannya karena Mark terus menatapnya.
"udah ah, gue mau ke kelas dulu" ucap Arsi berlalu dari hadapan Mark.
"Dasar wanita" Decak Mark mengacak ngacak rambut.
Mark berlalu meninggalkan taman itu, bukan menuju kelas namun ia malah menuju parkiran dan memasuki mobilnya.
Mobil mark pun melesat cepat menjauh dari area kampus.
"Gue gak akan melepaskan lo! " Gumam Mark. Ia tetap fokus mengemudi meski kecepatan nya di luar batas normal.
Tak begitu lama, Mark pun tiba di sebuah rumah yang hampir seperti istana.
"Mama!!.. Mama!!! " Teriak Mark memanggil sang ibunda.
"Ada apa? Kenapa teriak teriak? " Sahut Lalisa, wanita yang menjabat sebagai bunda Mark. Lalisa tak beranjak, ia tetap duduk fokus menatap ke televisi.
"Bunda tahu kan Yuli sudah mulai memunculkan diri? " Tanya Mark to the poin.
Lalisa tak menjawab, ia terlihat fokus ke TV, namun fokusnya sudah berubah. Mata mark menangkap tangan bundanya meremas remot TV. Itu artinya Lalisa mendengar kan nya.
"Bun.. " Panggil Mark lagi.
"Kalau dia muncul kenapa? " Tanya Lalisa santai.
"Tentu saja kita harus membalas dendam padanya! " Jawab Mark menggebuh.
"Santai sayang, jangan terlalu terburu-buru. Kita biarkan mereka bernafas lega dan menikmati udara segar" Ucap Lalisa menoleh pada putranya dan menampakkan senyum misteriusnya.
"Aku tak ingin mereka lolos lagi! " Ucap Mark penuh tekat.
Mark masih teringat pasti geng Mafia menyerang perusahaan nya dan mengambil alih semua harta benda mereka. Hingga mereka jatuh bangkrut karena mereka.
Yuli sengaja menjebak perusahaan yang di bina oleh Mark jatuh ke tangan Mafia. Hingga sekarang mereka sudah berdiri kembali dan memburu Yuli. Mark termasuk pembisnis dalan lingkungan gelap. Apapun resiko tidak bisa di bawa ke hukum negara. Mereka harus kuat untuk bertahan.
"Aku tunggu rencana bunda selanjutnya. " Ucap Mark sebelum benar-benar pergi dari hadapan bundanya.
"Kau tahu kan? Dia memiliki seorang putra" Ucap Lalisa sebelum Mark menarik tuas pintu.
"Aku tahu, tapi dia sengaja menyembunyikan identitas putranya" Jawab Mark tampa menoleh ke belakang.
"Dia berada di dekat kita" Jawab Lalisa lagi, membuat Mark langsung berbalik.
"Tapi bunda gak tahu siap anaknya" Jawab Lalisa santai.
"Hisss... Bunda selalu seperti ini" Dengus Mark kesal lalu kembali berbalik. Bundanya terlihat begitu santai, namun mark yakin jika bundanya memiliki rencana yang lebih bagus.
"Hahaha... " Tawa lalisa pecah melihat wajah kesal Putra nya. Selang beberapa menit, wajah indah berseri itu berubah menjadi dingin dan misterius.
Sementara di ruang kerja, Viki terlihat mengotak atik laptopnya serius.
"Sudah ketemu? " Tanya Desta.
"Sudah, ternyata mereka sudah berada di dekat kita sangat lama" Jawab Viki tetap fokus pada layar laptop nya.
"Lalu? "
"Biarkan saja, aku mau lihat nyali mereka" Jawab Viki santai, membuat Desta mangut mangut saja menghadapi pria muda di hadapannya ini.
Ceklek!
"Apa aku mengganggu? " Tanya Nisa.
"Oh kamu, ada apa? " Tanya Viki menutup laptopnya.
Desta tak bersuara, ia hanya mengamati interaksi antara kedua anak muda ini.
"Aku hanya ingin mengucapkan, turut berduka cita untuk mu. Aku baru tahu jika... " Lirih nisa merasa bersalah.
"Tidak apa, aku ngerti kok" Jawab Viki memotong ucapan sahabat nya.
"Apa kau punya waktu? Aku ingin mengajak mu makan sebagai permintaan maaf ku" Ucap Nisa manja bergelayut di lengan Viki. Desta sedikit kaget melihat tingkah gadis itu pada keponakannya.
"Dasar jalang, aku tahu kau ingin mencuri perhatian keponakan ku" Batin Desta geram, ia tak akan membiarkan posisi Arsi tergeser.
"Tenang saja Arsi ku sayang, paman mu ini akan menyelamatkan posisi mu" Ucap Desta lagi dalam hati.
"Ekhem.. " Dehem Desta membuat Nisa sadar keberadaan orang lain di ruangan ini.
"Eh ada tamu" Lirih Nisa malu.
"Tidak apa, uncle desta baik orang nya" Ucap Viki membuat Desta sedikit tersanjung.
"Emh bagaimana? Apa kau punya waktu? " Ulang Nisa mengajak Viki.
"Uncle pergi dulu, jangan lupa 5 menit lagi ada MEETING" Ucap Desta sengaja menekankan kata Meeting dengan sedikit keras.
"Huh? " Viki melongo mendengar ucapan Desta yang mengatakan meeting, padahal jadwal Viki sudah kosong.
"Gimana? " Tanya Nisa lagi, berharap Viki menerima ajakan nya.
"Maaf, kau denger sendiri kan. Aku ada meeting" Tolak Viki tak enak. Selama ini Viki tak pernah menolak ajakannya.
"Baiklah, mungkin lain waktu" Jawab Nisa memaksakan tersenyum.
"Aku usahakan yah, kau tahu sendiri aku sedang ada masalah" Jelas Viki, Nisa hanya menganggu mengerti.
"Yasudah aku ke ruang meeting dulu" Ucap Viki tersenyum.
"Baiklah, aku akan langsung pulang" Jawab Nisa tersenyum manis.
"Kali ini kau boleh menolak, lain kali aku tak akan membiarkan mu menolak permintaan ku" Batin Nisa penuh tekat.
Note.
Halo semuanya, aku baca semua komentar kalian kok. kalian bingung yah, siapa anak Yuli??. Di episode sebelumnya sudah ada yah guys penjelasan Alex putra dari Yuli.
Nah si mark itu putra dari wanita lain. dan ikutin terus kisah Viki dan Arsi agar pertanyaan kalian terjawab, hubungan Mark itu apa di cerita ini. mengapa ia ikut campur dalam urusan novel iniπ .
Jangan bingung yah reader kesayangan akuπ mungkin efek aku lama up makanya kalian jadi bingung dan lupa dengan alur episode sebelumnya. aku minta maaf yah guys.
Tapi.... kalo kalian baca ulang lagi, kalian bakal paham kokπ
Untuk pertanyaan Viki dan Arsi kapan nikah, entaran duluuuu. Author lagi buat jalan alur nya menuju kesana. πππ Davin dan Sakira sebenarnya gak terlalu banyak di sini. tapi peran mereka adalah kunci di alurnya. Jadi gak bisa di selesaikan dulu.
Untuk ibunya Viki, di tunggu aja yah guys nanti bakal di jelasin kok. Gak bisa sekaligus ungkapin entar malah plong gitu doang cerita nya. truss gak ada Dong buat episode selanjutnya entar, keburu selesai π π
terimakasih atas semua sarannya yah guys, author selalu baca dan mencoba lebih baik lagi. selalu suport author yah. Author sayang kalianππ
...T E R I M A K A S I H...