My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
34. Kelahiran Anak aunty Celly 2



"Akhh....... " Teriak Celly menjambak rambut Kevin.


"Huhhh ineeeeee semua karena kamu!!! engg!!!! "


"Iya sayang...... mammmfiin akuuu" Sahut Kevin pasrah dengan perlakuan istrinya, menurutnya sakit yang ia rasakan tak akan sebanding dengan yang sedang istri nya rasakan.


"Akhhhh..... " teriak Celly mengejan sekuat tenaga.


"Terus Buu..., sedikit lagi" ucap Bidan.


"Ahhhkk dari tadi sedikit terus!!! " bantah Celly, namun tetap melakukan apa yang di perintahkan bidan.


"Sabar sayang, kamu harus kuat!! " ucap Kevin menenangkan istrinya.


"Akhhh!!!!!! " teriak Celly mengejan kuat, sementara Kevin pasrah menerima nya.


Di luar Arsi memutar bola matanya bosan mendengar percakapan suami istri yang menurut nya sama seperti kedua orang tuanya.


"Dasar sudah tua masih saja seperti itu" dengus Arsi.


"Eleh, lu nya aja yang jomlo gak pernah merasakan seperti itu" sahut Viki.


"Gue gak ngomong sama loe! " balas Arsi.


"Akkhh Hhhhh........ "


Arsi dan Viki tak berdebat lagi, teriakan kuat Celly bersahutan dengan suara ringisan Kevin.


"Oek!!!! Oek!!! " terdengar suara bayi menangis dari dalam kamar Celly.


"Sudah lahir!!! " ujar Arsi berbinar, ia langsung loncat loncat menggoyangkan tubuh Bayu.


"Pah!! lahir!! " sorak Arsi pada papanya. Davin dan Sakira saling pandang, kemudian tersenyum pada putrinya. Sudah dewasa tetapi masih saja bertingkah seperti anak anak.


Arsi bergegas hendak memasuki ruang persalinan Celly, ia sudah tidak sabar ingin melihat adiknya.


"Heh, mau kemana? " cegat Viki menghentikan langkah Arsi.


"Apaan sih!!! gue mau lihat mereka! " ucapan Arsi menghempaskan tangan Viki di lengannya.


"Loe gila? orang baru lahir juga" ucap Viki.


"Lah trus? apa hubungannya?? " tantang Arsi menatap Viki sengit.


"Mulai lagi... " lirih Sakira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali. Bayu memutar matanya jengah.


"Loe bego atau apa sih, orang baru lahiran yah gak boleh di liat. Tunggu di bersihin dulu" jelas Viki dengan nada sinis.


Arsi tak membantah lagi, ia merutuki dirinya sendiri karena lupa akan hal itu. Arsi merasa malu pada Viki.


"Kenapa diam? baru sadar kalo loe itu bodoh? " ucap Viki tersenyum miring.


"Dasar anak pungut! " dengus Arsi tak tahu mau jawab apa lagi.


Mata Viki melotot mendengar ucapan Arsi barusan.


"Apa lo bilang? " tanya Viki berjalan mendekat pada Arsi.


Ceklek!


Pintu persalinan Celly terbuka, langkah Viki pun terhenti, perhatiannya teralihkan dari Arsi.


Mereka mendekat pada Kevin yang baru saja keluar dari kamar itu.


"Gimana Vin! " tanya Davin pada Kevin.


"Cewe apa cowo? " tanya Arsi penasaran.


"Alhamdulillah normal, anak sama bini gue sehat" jawab Kevin tersenyum.


"uncle!!!!! cewe apa cowo? " desak Arsi yang berasal di abaikan oleh Kevin yang hanya menjawab pertanyaan Papanya.


"Cewe sayang" jawab Kevin.


"Emang lu yang buat? yah pasti mirip gua lah" bantah Bayu tak mau kalah, ia sudah lama mengidamkan adik perempuan.


"Lah kan bukan loe juga yang buat, kenapa harus mirip loe! " sahut Arsi lagi berkacak pinggang di depan Bayu yang berdiri di samping Kevin.


"Sudah sudah, bayi itu mirip gue, bukan mirip kalian berdua! " lerai Viki memisahkan Bayu dan Arsi yang entah sejak kapan mereka jadi suka bertengkar seperti ini.


"Enak saja, loe kan buriq gak sudi kalo adek gue mirip loe! " ucap Arsi menarik Viki menjauh dari hadapan mereka berdua.


"Eh loe pikir tu adek loe? " balas Viki, kini malah mereka yang salim berhadapan dengan sorot mata permusuhan.


"Yah jelas lah, gue dan Bayu itu sodara, sementara loe?? anak PUNGUT" ucap Arsi menekankan kata Pungut di hadapan Viki.


"Ulang lagi.. " titah Viki mulai geram dengan ucapan Arsi yang tidak tahu apa apa itu.


"Anak P U N G U T" ulang Arsi dengan Keras tepat di depan wajah Viki.


Cup~


Deg.


Arsi tak bergeming, tubuhnya mendadak kaku dengan apa yang baru saja Viki lakukan padanya. Davin menutup mata Sakira yang sudah melotot melihat aksi putranya yang begitu nekat.


"Ihh lepas " sungut Sakira menari tangan Davin agar tidak menghalangi matanya.


"Kamu gak boleh lihat" ucap Kevin pada putranya, ia juga ikut melongo dengan kenekatan Viki.


"Ap-_a yang- Loe.. LAKUIN!!! " ucap Arsi yang kemudian berteriak dan langsung memukul mukul Viki.


Bug~


Bug~


"Dasar pria mesum!!! Anak Pungut!!!!! " bentak Arsi menghentikan aksinya, kemudian dengan marah Arsi malah masuk ke ruang persalinan Celly dan menutup pintunya keras Seola seperti kamarnya sendiri.


"Eh sa-" panggil Sakira ingin mengatakan jika sekarang Celly masih dalam proses penjahitan.


Brak~


"Yahhh dia masuk" ucap Sakira.


"Udah ma, bentar lagi juga keluar" sahut Viki tersenyum miring.


Kevin dan Bayu masih melongo sembari menatap Viki yang terlihat biasa saja.


"Apa? " tanya Viki merasa risi dengan tatapan paman dan saudara sepupunya.


"Gak..... " belum sempat Bayu menjawab tiba-tiba terdengar teriakan Arsi dari dalam.


"Mama!!!!!! "


Brak!!! ~


Viki dan yang lain menatap pada Arsi yang terlihat pucat dan ngos-ngosan.


"Kok gak bilang sih, ini ruangannya aunty? " ucap Arsi di sela sela deru nafasnya.


"Buat apa? emang loe bakalan dengerin? " cibir Viki.


"Bukan loe, tapi mama papa uncle, dan loe juga" tunjuk Arsi pada Bayu.


"Ogah gue" tolak Bayu memalingkan wajahnya.


"Ihhh nyebelin banget!! " rengek Arsi menghentakkan kakinya kesal lalu duduk di kursi tunggu.


Para tetua hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap anak anak muda mereka. Tubuh boleh dewasa tetapi sikap masih saja seperti anak anak.


NOTE!


guys, cerita nya belum ending yah, tapi sengaja aku buat status gitu biar Novel toon gak ngasih peringatan. Karena sekarang aku sibuk banget tapi aku bakalan usahain buat up. tapi gak jamin bakal tiap hari. apalagi tubuh aku kurang fit. Maaf yah guys, mohon jangan kabur, tetap setia sama Viki dan Arsi yah😘😘 love you guys, aku sayang kalian. ingat yah setiap Novel aku selalu ada Hadiah nya. ikutin terus yah😘


...T E R I M A K A S I H...