
"Kenapa tidak ke lokasi tadi? " tanya Bayu.
"Syytttttt diamlah Bayu, lihat dan tenang" ucap Viki.
Bayu tak bergeming lagi, ia memilih menatap kedepan pada jalanan yang tengah mereka lalui. Entah apa rencana Viki ia tidak tahu, pria itu terlalu misterius menurutnya.
"Kita harus cepat" ucap Kevin.
"Iya uncle" sahut Viki menambah kecepatan mobil yang mereka kendari. Viki menyetir mobil, Bayu duduk di samping nya dan para tetua duduk di belakang.
Menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya Viki dan yang lainnya tiba di sebuah gedung yang terlihat sangat mewah.
"Apa benar ini lokasinya? " tanya Desta pada Viki yang menatap ponselnya sebagai pelacak lokasi Arsi.
"Iya uncle, lokasinya disini" jawab Viki yakin.
Mereka perlahan memasuki gedung mewah yang terletak di tengah kota padat.
Berada di lantai 24 Arsi di sekap didalam ruangan mewah, Mereka sudah memindahkan Arsi ke markas lain, Mereka pikir sudah tidak terdeteksi lagi.
"Suruh dia makan! "titah Lalisa.
" Aku tidak akan memakan apapun dari kalian! "ucap Arsi dingin.
" Kau tak berhak menolak apapun yang aku perintah ku! "balas Lalisa mencengkram dagu Arsi, ia cukup sabar menghadapi gadis ini.
" Aku tidak tau apa masalah mh dengan keluarga ku, tapi kau harus tahu satu hal. "lirih Arsi susah payah karena cengkraman tangan Lalisa terlalu kuat.
" Kebenaran tak akan pernah Kalah" lanjut Arsi.
Plak!!!
"Tutup mulut mu!!! keluarga mu, Wanita itu!! mereka yang salah!!! Mereka harus membayar semuanya!!! " teriak Lalisa penuh amarah, matanya mengkilat menahan emosi.
"Kau yang salah, balas dendam itu salah!!! " sahut Arsi.
"Jika bukan kalian yang memulai aku tak akan seperti ini" lirih Lalisa mulai mengusai dirinya lagi.
"Kau orang baik, aku yakin kau tak sejahat ini!! " ucap Arsi lembut.
"Diam!!!! " teriak Lalisa. Wanita itu memutar tubuhnya lalu berjalan mendekati pintu keluar.
Sebelum membukanya, pintu itu sudah terbuka lebih dulu.
"Gawat bos, mereka menemukan lokasi kita! " Lapor anak buah Lalisa.
"Keparat!!! " umpat Lalisa.
"Kau lihat! Kebenaran tak akan kalah! " ucap Arsi tersenyum menang sembari mengangkat tangannya, lalu menunjuk sepatu nya.
Sebuah alat GPS melekat pada ujung sepatu Arsi. Alat itu akan aktif ketika tombol pada anting Arsi di tekan. Bukan hanya GPS yang ada di anting aja yang aktif, tetapi seluruh yang melekat pada benda benda yang Arsi bawa.
"Sial!! Kau!! " Lalisa bergerak mendekati Arsi, namun pintu ruangan itu kembali terbuka lagi.
"Lepaskan Adik ku!! " Suara bariton Viki. Mereka memasuki ruangan itu.
"Kak Viki.... " panggil Arsi hendak berlari mendekati Viki, namun ditahan oleh Lalisa.
"Tahan dia! " titah Lalisa pada Anak buahnya.
"Kau keterlaluan Lalisa!! " ucap Kevin.
"Kau tidak perlu ikut campur!! aku tidak ada urusan dengan mu! " ucap Lalisa sinis pada Kevin.
"Kau mengganggu keluarga ku, itu artinya kau berurusan dengan ku" balas Kevin.
"Kau hanya berurusan dengan ku!! lalu mengapa kau menculik Adik ku!! " bentak Viki.
Sementara Desta dan Bayu perlahan mendekat ke arah mereka.
"Jangan mendekat!! atau gadis ini akan mati๐! " ancam Lalisa menodongkan pisau pada Leher Arsi.
"Bunuh saja aku, jika aku mati pun. Kebenaran tetap akan menang!! " ucap Arsi
"Diam kau!! aku tidak butuh kata kata mu! " geram Lalisa semakin mendekatkan pisau itu pada leher Arsi.
"Jangan lakukan hal bodoh keparat!!! " teriak Viki marah.
"Kau tak akan bisa lari Lalisa, tempat ini sudah di kepung! " ucap Desta.
"Ikuti aku jika kau tidak ingin melihat pria itu Mati! " Ancam lalisa pada Arsi, mau tak mau gadis itu menurut saja. Hingga akhirnya mereka berada di lantai bawah gedung.
Viki dan yang lainnya tetap mengikuti pergerakan wanita itu.
"Lepaskan Dia!!!! " teriak Bayu mencoba ngecor Lalisa.
"Minggir!!! atau gadis ini mati!! " ancam lalisa lagi, membuat Bayu kembali mundur.
"Lepaskan wanita yang tidak bersalah LALISA! "ucap seseorang yang baru saja keluar dari sebuah lift.
Kevin dan yang lainnya menoleh kesunber suara, " Ibu.. "panggil Viki.
" Yah sayang, ibu disini"sahut Sumi.
"Bagaimana bisa? " tanya Viki bingung, ibunya sangat jauh di desa tiba-tiba berada di pusat kota.
"Nanti ibu cerita kan" jawab Sumi.
Arsi menatap wanita yang beberapa minggu lalu dikenalkan oleh Viki bahwa ia adalah ibunya. Mata Arsi meneliti Sumi dari ujung kaki hingga ujung kepala, penampilan yang sangat berbeda.
"Akhirnya kau keluar juga! " dengus Lalisa.
"Yah, aku keluar untuk membunuh mu!! " ucap Sumi.
"Ibu!!! " teriak Viki. Tiba-tiba mark datang menodong pistol tepat di kepala Sumi.
"Jangan coba coba untuk membunuh Bunda ku! " ucap Mark penuh penekanan.
"So, siapa yang akan mati duluan? " cibir Lalisa remeh.
"Kau pikir aku takut? " balas Sumi. Wanita paru baya itu memutar tubuhnya menghadap pada Mark. Matanya menatap Mark dengan sorot mata tatapan seorang ibu pada anaknya. Mark sempat tertegun ketika bertentang mata dengan wanita yang ingin di bunuhnya.
"Bunuh aku, jika hati mu menginginkan nya" lanjut Sumi.
"Apa maksud dari semua ini" batin Arsi bingung, ia benar-benar bingung melihat semua ini. Hidup nya benar-benar rumit, keluarga nya terbelit masalah yang entah dari mana mulainya. Jangan kan yang baca, Author saja bingung bagaimana melanjutkannya๐ .
"Sayang, bunuh dia sekarang!! " teriak Lalisa.
Mark tidak bergeming, ia tak kunjung menekan pelatuk pistol. Hatinya mengalami keraguan, entah mengapa Mark merasakan hal lain ketika menatap mata wanita di depannya ini.
"Siapa wanita ini" batin Mark.
Viki cemas, ia sangat khawatir jika Mark benar-benar menembak ibunya.
"Kau ingin membunuh ibu mu? " tanya Sumi.
"Ibu??? " tanya Viki.
"Apalagi ini? " batin Arsi. Mereka yang berada di sana hanya menyaksikan mereka dengan penuh tanda tanya.
"tenanglah, kita lihat apa yang akan terjadi" peringat Kevin menahan Viki yang ingin menghadang Mark.
"Kau pikir aku bodoh? " ucap Mark tersenyum miring.
"Kau tidak bodoh, tapi aku yang bodoh karena sudah membiarkan kamu di besarkan oleh wanita iblis itu" jawab Sumi.
"Mark, bunuh dia!!! wanita yang menyebabkan keluarga kita hancur!! selain Yuli. Dialah yang menghancurkan keluarga kita!!! yang menyebabkan semua orang meninggalkan kita?! " teriak Lalisa.
"Kau yang membuat semua itu terjadi" sanggah Sumi.
"Tapi kau penyebabnya!!! " bentak Lalisa tak mau kalah.
"Diam!!!" teriak Mark.
"Kau!!!!! diam atau aku akan menembak mu!!! " ucap Mark menekan ujung pistol semakin dekat pada kepala Sumi.
"Mark!! aku yakin kau orang baik" ucap Arsi.
"Diam kau!!! " bentak Lalisa sembari mencekik leher Arsi dengan lengannya.
"Akhh!!! " pekik Arsi kesakitan.
"Jangan sakiti dia!!!! " teriak Viki dan Bayu serentak.
Bagaimana kelanjutannya???? ikutin terus yahh๐๐๐๐๐
...T E R I M A K A S I H...