My Cold Brother Is My Husband

My Cold Brother Is My Husband
49. Sepi



Arsi memasuki rumah mendahului Viki, ia masih sangat kesal pada kakaknya yang terus menerus menggodanya.


"Sayang.... udah pulang? " tanya Seila menghampiri keponakan kesayangan nya. Arsi pun tersenyum dan langsung memeluk Seila. Arsi merasa melihat mamanya ketika melihat wajah Seila.


Viki mematung, ia sangat sedih melihat Arsi yang berusaha untuk menutupi kesedihan nya. Terlihat sekali gadis itu sangat merindukan kedua orang tuanya, namun di tutupi dengan senyum manisnya.


Merasa lega memeluk Seila,Arsi pamit untuk membersihkan diri ke kamarnya. "Aku ke atas dulu yah Aunty"


"Iya sayang, abis itu cepat turun yah, kita makan malam bareng" ucap Seila lembut, sembari mengusap pipi Arsi sayang.


Viki masih berdiri, matanya mengikuti gerak gerik Arsi yang sedang menaiki tangga dan menghilang di balik pintu kamar.


"Kamu juga mandi gih, abis itu makan malam bareng" ujar Seila mengelus bahu Viki agar tetap tegar. Seila iba dengan Viki, sejak kecil dirinya sudah menderita menghadapi berbagai masalah.


"Aku ke atas dulu Aunty" pamit Viki.


Seliah mengehal nafasnya berat "Semoga kelak, bahagia akan menghampiri kalian" ucap Seila penuh harap.


Selang beberapa menit, Viki pun turun lebih cepat dari pada Arsi.


"Arsi belum selesai aunt? " tanya Viki sembari duduk di kursi. Seila yang sedang menata makanan di atas meja. Wanita itu berhenti sebentar, menatap Viki dengan senyuman.


"Wanita itu banyak yang harus di bersihkan, makanya lama" ucap Seila mengedipkan matanya.


"Bersihkan apa? " Sahut Arsi, ia baru saja turun dari kamar dan langsung duduk di samping Viki. Ia tidak mendengar semua pembicaraan Viki dan Seila.


Makan malam kali ini terlihat sepi, hanya Ada mereka bertiga di meja makan. Arsi menatap kursi yang biasanya di duduki oleh papa dan mamanya.


"Makan cepat, nanti makanan nya dingin" serga Viki membuyarkan lamunan Arsi.


"Huhhh... " Arsi menghela nafas berat, kemudian meraih sendok dan mulai memakan makanan nya.


"Maafin gue dek" lirih Viki dalam hati.


*


*


*


Keesokan harinya, Arsi berangkat seperti biasa. Mungkin lebih awal dari yang biasanya. Arsi yang dulu ceria, sekarang berubah menjadi lebih pendiam dan misterius.


Arsi duduk di bangku taman yang biasa ia tempati jika terlalu awal datang ke kampus.


"Sendiri aja? "


Arsi yang fokus pada ponselnya menoleh pada pria yang baru saja duduk di samping nya.


"Loe datang awal juga? " tanya Arsi kembali fokus pada ponselnya.


"Iya, gue selalu datang lebih awal" jawab Alex lirih.


"Tumben, biasanya telat loe" sahur Arsi santai masih dalam keadaan fokus menatap ponselnya.


"Berharap mendapati waktu seperti ini" jawab Alex tersenyum getir. Sementara Arsi tertegun mendengar ucapan Alex. Arsi tahu jika Alex menaruh hati padanya meski sudah di tolak Arsi sejak awal.


"Sory.. gue.. " Ucap Arsi tak enak.


"Tidak apa apa, gue paham sekarang kenapa loe selalu nolak gue" sahut Alex memotong ucapan Arsi.


"Bukan itu.. tapi.. "


"Arsi!!! " panggil seseorang, Arsi dan Alex pun menoleh.


"Mark? " gumam Arsi.


"Ternyata loe disini, gue nyariin loe kemana-mana" ucap Mark.


Alex menatap pria yang terlihat tak asing baginya. Ia merasa pernah melihat Mark, namun Alex tidak mengingatnya. Berbeda dengan Mark yang sudah tahu siapa Alex.


"Oh ini Alex, dan Alex dia Mark mahasiswa baru di kampus kita. " Ucap Arsi memperkenalkan mark ke Alex.


"Oh Hi, gue Mark" ucap Mark memperkenalkan ulang dirinya.


"Alex" sambut Alex menjabat uluran tangan Mark. Mereka saling menatap dengan tangan saling menjabat. Seolah berbicara melalui tatapan, Arsi menatap heran pada keduanya.


"Ekhem.. " dehem Arsi membuat Alex dan Mark spontan melepaskan jabatan tangannya.


"Berasa kaya cowok baru kenal sama cewe aja, lama banget salim nya" sindir Arsi cengengesan membuat Mark dan Alex sedikit kikuk.


"Kantin yuk?! " Ajak Mark menghalau rasa malunya, dikira homo pula nanti jika ia terlihat salah tingkah di depan Arsi.


"Kebetulan nih, gue belum sarapan" sahut Arsi membuat Mark tersenyum lebar.


"Ar, gue pergi dulu" pamit Alex, niat ingin berduaan dengan Arsi gagal karena kedatangan mark.


"Eh gak ikut sekalian? " tanya Arsi.


Alex menggeleng, terlihat di wajah tampannya rasa kecewa. Arsi tidak tega, namun ia juga tidak perlu memikirkan hal itu. Sejak awal Arsi sudah mewanti wanti pada Alex agar tidak menggunakan perasaan di dalam pertemanan mereka.


"Yaudah, gue duluan" pamit Alex berlalu dari hadapan Arsi dan Mark yang terlihat biasa saja.


Arsi dan Mark berjalan menuju kantin, perjalanan mereka di hiasi dengan pembicaraan yang lucu dan menghibur Arsi yang masih sedih.


Tiba tiba...


Brak~~


"Awh... ssssS" Rintis Arsi mengusap siku dan pantatnya.


"Arsi kami gak papa kan? " tanya Mark khawatir.


"Gue gak papa kok" jawab Arsi menggeleng, namun siku dan bokongnya terasa peri dan sakit.


"Yah gak papa lah.. Cewe sok kecantikan seperti dia emang pantes di gituin" Tuding Maya yang sengaja mendorong Arsi hingga terhenyak ke belakang.


"Loe apa apaan sih!! " Bentak Mark mendorong bahu Maya.


"Eh ganteng, jangan berani sama cewe yah. mentang mentang loh cakep" serga Angle menahan tubuh Maya yang hampir terjatuh.


"Udah deh... loe gak usah belain dia. Ntar loe nyesel" Ucap Maya tersenyum miring melirik Arsi yang menghembus hembus siku nya.


"Iya, gue nyesel banget sekolah di sini karena jumpa sama cewe gila kaya loe! " balas Mark, lalu menarik Arsi pergi dari sana.


Ketika melewati Maya,Arsi sempat membisikkan "Jangan iri yah"


"Ihhh siapa yang iri sama pelacur kaya loe!!! " teriak Maya mencak mencak kesal karena gagal lagi membuat Arsi malu.


"Loe beneran gak iri sama Arsi May? " tanya Angle polos.


"Yah kagak lah, ngapain gue iri sama cewe gatel kaya dia" elak Maya.


"Trus ngapain cari masalah sama tu bocah? " tanya Angle lagi membuat Maya benar-benar geram.


"Ihhhh serah lie deh Gel, capek gue ngomong sama loe! " ucap Maya berlalu meninggalkan Angle yang masih bingung dengan ucapan Maya.


"Loh kok di tinggal!!! Maya!!!! Maya!!! " teriak Angle menyusul Maya yang sudah berjalan lebih cepat meninggalkan nya.


...T E R I M A K A S I H...


NOTE.


bagi yang belum baca BECAUSE BABY silakan di baca dulu yah, biar nyambung sama cerita ini. Author mengucapkan terimakasih banyak sama kalian yang masih setia, dan untuk yang baru hadir Author ucapkan semoga betah dan menikmati alurnya.


Maafkan atas kekurangan Author yang masih belajar, semoga memuaskan kalian yah sobat ku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜ Tetap setia ngikuti kisah Arsi dan Viki yah. Cerita nya lebih rumit dari kisah Davin dan Sakira๐Ÿ˜