My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 94 : Pemanasan



Sepanjang perjalanan pulang, Alma terus menatap Akio dengan lekat.


" Kenapa sayang?, apa kamu sedang terpesona dengan suamimu yang tampan ini?", Akio yang mengetahui jika Alma sejak tadi terus menatap ke arahnya sengaja menggoda Alma.


Alma pun segera mengalihkan pandangannya ke depan, melihat sorot lampu mobil yang menerangi jalanan yang gelap.


" Pede banget bilang diri sendiri tampan".


" Nih coba di tatap di kaca spion, apa beneran tampan?", Alma mengarahkan spion mobil yang ada di tengah-tengah mereka ke arah Akio.


Akio melirik ke kaca spion yang diarahkan padanya, " Semakin hari semakin tampan", ucap Akio saat menatap kaca spion sekilas.


" Bukan begitu kan kenyataannya?, semua orang juga mengakuinya, termasuk istriku yang cantik ini, hatinya mengatakan suaminya sangat tampan, namun ucapan di mulut dan di hati berbeda".


Akio tersenyum jahil karena tahu Alma sedang berbohong.


" Iya deh... yang punya kemampuan bisa tahu isi hati orang lain. Memang benar ku akui kamu pria paling tampan yang pernah ku jumpai setelah ayahku".


" Jadi kalau dibuat peringkat, Ayah itu juara satu nya, dan kamu runner-up nya", ucap Alma sengaja membalas godaan Akio.


Alma melepas sabuk pengaman dari tubuhnya karena mereka sudah sampai di garasi rumah.


Berkendara dari tempat ibu sampai rumah jadi tidak terasa, karena Alma dan Akio terus mengobrol dan saling menggoda sepanjang perjalanan.


Dengan langkah cepat Alma langsung masuk ke dalam rumah setelah Akio menggenggam tangannya dan berjalan masuk bersama.


Kedatangan mereka berdua disambut oleh seorang pembantu yang tengah melakukan tugasnya bersih-bersih rumah. Meski sudah malam, si Bibi masih mengelap perabotan kaca yang menjadi pajangan.


" Selamat malam Tuan dan Nona, makan malam sudah disiapkan di meja makan".


" Iya Bi makasih, kami mau bersihkan badan dulu, nanti baru makan". Alma yang menjawab sapaan si bibi.


Bibi tersenyum lebar.


" Kalau begitu bibi pamit melanjutkan pekerjaan Non".


Si bibi merasa hatinya begitu damai melihat majikan dan pasangannya sudah kembali akur, setelah beberapa waktu yang lalu suasana rumah sudah seperti kuburan, sangat sepi dan menyeramkan karena kedua majikannya sedang tidak akur dan saling diam.


Akio yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pembantunya ikut tersenyum sambil masuk kedalam kamar dan menutup pintunya.


Alma langsung mengambil baju ganti dari lemari pakaian dan masuk kedalam kamar mandi, rencananya ingin mandi karena tubuh penuh keringat dan terasa lengket, namun langkah Akio lebih cepat dari gerakan tangan Alma yang tengah menutup pintu kamar mandi. Akio berhasil menerobos masuk kedalam kamar mandi bersama Alma.


" Kok ikutan masuk sih, kan aku mau mandi", Alma menatap Akio protes, tangannya masih memegang handle pintu kamar mandi.


" Sebelum mandi, kita pemanasan dulu ya sayang", tangan Akio sudah menarik tangan Alma dan menutup pintu kamar mandi dengan tangan satunya. Akio pun langsung memeluk tubuh istrinya yang sudah sangat dirindukannya.


Tapi Alma mendorong halus tubuh Akio. Akio mengambil baju ganti yang Alma bawa dan meletakkannya di gantungan baju. Alma menggunakan kesempatan itu berjalan ke tempat bersikat gigi. Tiba-tiba tangan Akio memeluk Alma dari belakang.


Akio melepaskan pelukan pada tubuh Alma, dan melakukan hal yang sama dengan Alma, menyikat giginya. Hanya saja Akio sengaja menyikat gigi dengan cepat, sehingga dia selesai terlebih dahulu sebelum Alma selesai.


Akio kembali memeluk tubuh Alma dari belakang. Alma yang sudah selesai menyikat gigi mengakhiri dengan berkumur. Alma sadar dan merasakan bagian bawah tubuh Akio yang saat ini sudah menegang.


Bahkan Akio sengaja menggesek-gesekkan bagian yang tegang itu ke bo kong Alma. Akio juga mulai mengecup tengkuk Alma, Alma yang sudah hampir sebulan tidak merasakan sentuhan-sentuhan lembut pada tubuhnya ingin menolak keinginan Akio, namun ternyata tubuhnya tidak sejalan dengan pikirannya. Tubuh Alma begitu menikmati setiap sentuhan yang Akio lakukan padanya.


Saat Akio mengetahui Alma begitu menikmati permainannya. Akio membalikkan badan Alma. Saat ini posisi mereka saling berhadapan. Akio langsung mengecup bibir Alma, dan lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi lum at an. Akio me lum at bibir Alma yang terasa sangat segar, wangi mint setelah menggosok gigi membuat ciuman itu terasa semakin nikmat.


Akio begitu rakus, bahkan sampai mendorong Alma kebelakang dan mentok persis dibawah shower. Akio menyalakan shower dan membasahi tubuh mereka yang masih menggunakan pakaian lengkap. Akio kembali menyatukan bibir mereka berdua, sedikit menggigit bibir bawah Alma, membuat Alma membuka mulut, dan memudahkan Akio mengeksplor rongga mulut Alma.


Sampai beberapa menit, Akio terus melakukan lum at an di bibir Alma, membuat Alma sampai harus mendorong tubuh Akio untuk mengambil nafas. Karena selain lum at an Akio yang tak kunjung berhenti. Mereka berdua melakukannya dibawah guyuran air shower. Membuat Alma kehabisan nafas.


Akio meninggalkan Alma sejenak, mengisi bak mandi dengan air hangat. Kemudian kembali menghampiri Alma, perlahan membuka kancing baju Alma, dan melepaskan semua pakaian yang melekat di tubuh Alma. Tubuh seksi Alma yang semakin membentuk, bagaikan sebuah gitar spanyol. Membuat mata Akio berbinar cerah. Akio juga melakukan hal yang sama pada pakaiannya. Melucuti hingga tak tersisa sehelai benangpun.


Alma yang tidak sengaja menunduk justru dibuat semakin berdebar kala melihat adik kecil Akio yang sudah menampakkan wujud aslinya. Begitu besar dan panjang, membuat Alma harus menelan salivanya.


Akio tersenyum melihat Alma yang begitu tegang. Kali ini Akio mematikan air dari shower dan mulai mengecup dan mencium seluruh tubuh Alma secara bergantian. Sesekali membuat tanda cinta di beberapa bagian tubuh Alma. Alma yang sudah lama tak disentuh langsung me remang dan tak kuasa menahan de sah an dari mulutnya.


Ehm...emh....sssshhhh.....


Suara de sa han Alma itu membuat Akio semakin bersemangat untuk membuat Alma mencapai puncak kenikmatan terlebih dahulu.


Perlahan Akio melakukan sentuhan lembut di tubuh Alam, hingga Akio sampai pada bagian inti tubuh Alma, Akio tahu bagian itu sudah licin, karena Alma sudah lebih dahulu melakukan pelepasan.


Tidak lagi mengulur waktu, Akio langsung melakukan penyatuan dirinya dengan Alma mendorong Alma dan menyandarkan Alma di dinding kamar mandi. Alma menahan tubuhnya dan dorongan tubuh Akio dengan kedua tangannya yang bertumpu pada dinding kamar mandi. Dan Akio menyerang Alma dengan semangat menggebu. Seolah dirinya begitu merindukan moment seperti saat ini.


" Aaarrgghhhh.....!".


Hentakan terakhir yang begitu kuat, bersamaan dengan tubuh Akio yang menegang dan seketika melemas, sambil memeluk tubuh Alma. Nafasnya masih tidak beraturan, dan perlahan melepaskan penyatuannya dengan Alma.


Akio menarik tangan Alma untuk masuk bersama ke dalam bathtub yang sudah berisi air hangat dan diberi sedikit tetesan aroma terapi.


" Terimakasih sayangku, hari ini kamu sungguh luar biasa, apa karena kita sudah lama tidak berhubungan. Tadi milik kamu benar-benar sempit dan terasa nikmat luar biasa". Akio terus memuji Alma, yang hanya tersenyum, dan memeluk Akio yang berada di dalam bathtub bersamanya. Karena dalam hatinya Alma juga merasakan kepuasan yang sama dengan yang sedang Akio rasakan saat ini.


" Benar kata Akio, mungkin karena sudah lama tidak melakukannya, membuat penyatuan kali ini terasa begitu luar biasa", batin Alma.


Akio tidak butuh jawaban dari lisan Alma, karena Akio sudah tahu apa yang saat ini sedang Alma katakan dalam hatinya.


Mereka berdua menyelesaikan acara mandi panas mereka dan keluar dari kamar setelah berpakaian santai. Akio yang sebenarnya sudah makan saat hendak menjemput Alma tadi sore sudah kembali merasa lapar, karena sudah melakukan pemanasan bersama Alma yang menguras energi.


Begitu juga dengan Alma yang juga merasa kembali lapar, padahal tadi sudah makan dirumah ibunya.


Mereka berdua makan dengan begitu lahap agar tenaga mereka kembali pulih, untuk melanjutkan kegiatan mereka berolahraga malam, karena kegiatan di kamar mandi tadi barulah pemanasan nya saja.