
Setelah mendapatkan perawatan medis selama 5 jam di tenda hijau yang disiapkan tim SAR, Alma di bawa dengan ambulance menuju rumah sakit terdekat yang berada di kabupaten Kerinci, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini jam menunjukkan pukul 8 pagi, Alma sampai di rumah sakit terdekat, ada beberapa ambulance lain juga yang sampai bersamaan dengan ambulance yang membawanya, namun ambulance lain adalah ambulance yang membawa jenazah para penumpang pesawat.
Keinginan Alma untuk bisa melihat jazad Akio kini hanyalah sebuah angan saja, karena dirinya belum mampu untuk bangkit dan mencari dimana jazad Akio berada. Sedangkan beberapa jenazah sudah di antar kan ke kamar mayat, guna menjalani autopsi, untuk memastikan jenazah siapa saja itu, keadaan jazad yang gosong membuat petugas sulit mengenali wajah dan identitas mereka, kecuali bagi mereka yang terpental dan masih bisa diambil sidik jari, atau yang masih menggunakan pakaian dan aksesoris yang bisa dikenali keluarganya.
Beberapa kluarga korban pesawat jatuh yang sudah datang masih menunggu di rumah sakit guna untuk menjemput jazad anggota keluarga mereka, ada juga yang harus lebih dulu mengikuti tes DNA.
Saat sampai di rumah sakit Alma langsung dibawa ke ICU, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Alma sempat melihat ibunya di koridor rumah sakit, Maemunah yang diberi tahu jika putrinya baru saja dibawa kedalam, terus menangis karena sempat melihat keadaan Alma yang penuh luka, termasuk luka bakar di beberapa bagian tubuhnya.
" Ibu tunggu di depan dulu, kami akan melakukan pemeriksaan, nanti setelah pasien sudah selesai melalui semua pemeriksaan, ibu baru boleh masuk", Dokter muda yang bekerja di rumah sakit itu melarang Maemunah yang ingin masuk dan menemani Alma.
Selama satu minggu Alma di rawat di rumah sakit, keadaannya mulai membaik, dan luka bakar di tubuhnya sudah mulai mengering.
Hampir setiap hari Alma kedatangan tamu penting, entah itu dari kepala Basarnas, dari TNI, Gubernur, Bupati, Walikota, Kapolsek, bahkan Mentri perhubungan juga sempat mengunjunginya.
Berita kecelakaan pesawat memang disiarkan di berbagai media sosial, juga di televisi nasional, sehingga menyita perhatian publik.
Kamar Alma dijaga ketat oleh anggota kepolisian, karena banyaknya wartawan yang ingin mewawancarai Alma menyangkut kejadian kecelakaan pesawat saat itu. Pasalnya Alma adalah satu-satunya korban yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang saat itu.
Alma hanya mengangguk tanpa menjawab semua pernyataan bela sungkawa yang disampaikan kepadanya. Maemunah yang mewakili Alma menyampaikan terimakasih atas kunjungan para orang-orang penting itu.
Namun semua paham dan memaklumi keadaan Alma yang tentu saja masih syok dengan kejadian naas yang pasti masih teringat jelas di otaknya, karena baru seminggu terjadi.
Beruntung Alma masih tetap terlihat cantik, karena bagian tubuh yang banyak terdapat luka bakar adalah di kaki dan tangannya, itupun sudah mulai mengering.
" Nona Alma tidak perlu khawatir dengan sisa luka bakarnya, sekarang banyak sekali produk kecantikan yang bisa menghilangkan bekas luka bakar".
" Wajah Nona Alma sangatlah cantik, pasti akan banyak sekali pemuda diluar sana yang jatuh hati saat melihat wajah cantik nona, tidak akan ada yang tahu jika nona adalah salah satu korban kecelakaan pesawat kemarin".
Silih berganti dokter, suster, perawat, maupun tenaga kebersihan yang berusaha menghibur Alma saat di rumah sakit. Namun Alma tak pernah sekalipun menunjukkan senyumnya barang sekilas, Alma yang dulu selalu ceria sudah terkubur hidup-hidup bersama dengan proses pemakaman Akio tiga hari yang lalu. Benar sekali, setelah jazad Akio dikenali, pihak rumah sakit langsung mengirim ke alamat rumah masing-masing agar segera dilakukan prosesi pemakaman, karena semakin lama jazad disimpan akan semakin membusuk.
Alma sebagai istrinya setuju saja, karena dalam ajaran agamanya jika ada orang meninggal memang harus segera di kebumikan. Bahkan Alma tidak bisa menghadiri acara pemakaman Akio karena dia masih harus dirawat, hanya tahu dari Feni dan Sean dimana kuburan Akio berada, karena mereka berdua mengikuti proses pemakaman hingga selesai sambil terus melakukan video call dengan HP Maemunah, makamnya tidak terlalu jauh dari rumah, karena Akio dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari komplek perumahannya.
_
_
Satu bulan berlalu sejak terjadinya kecelakaan pesawat terbang. Alma kini kembali tinggal bersama Ibu dan adiknya. Hampir setiap hari Feni dan Sean datang ke rumah Maemunah untuk menemani Alma, sekedar mengajak Alma untuk bercerita dan bercanda.
Meski usaha mereka belum membuahkan hasil. Karena Alma yang masih sangat sulit untung tersenyum, namun Feni dan Sean sebagai seorang sahabat tidak pernah putus asa, dan tetap datang sepulang sekolah untuk menemani Alma.
Mereka membahas tentang ujian semester kenaikan kelas yang baru saja selesai mereka ikuti. Sean dan Feni merasa soal-soal ujian sangat sulit, hingga suatu hari mereka hampir putus asa.
Berbeda dengan keadaan Alma, Surat undangan untuk Alma dari berbagai universitas pun sampai di rumah Maemunah. Namun Alma seperti kehilangan semangatnya untuk kuliah. Jika dirinya kembali menimba ilmu, pasti bayangan tentang hari-hari yang dilaluinya bersama Akio akan kembali teringat, dan membuatnya kembali bersedih.
Dan keajaiban pun terjadi, karena sedang liburan sekolah, Sean dan Feni memilih untuk menginap di rumah Alma, pagi itu Sean dan Feni begitu khawatir melihat Alma berlari ke toilet dengan wajah pucat, kemudian muntah-muntah di kamar mandi.
Sean mengira Alma sakit, begitu juga dengan Feni yang langsung menggedor kamar Maemunah yang sedang sholat subuh.
Alma langsung di bonceng Sean bertiga dengan Feni, ke rumah sakit terdekat. Betapa terkejutnya Sean dan Feni saat dokter menyatakan jika Alma hamil. Dan usia kandungannya sudah memasuki minggu ke 5.
Berbalik dengan kedua sahabatnya, justru Alma yang sudah hampir dua bulan terus murung dan tidak menunjukkan semangat hidup, kini menangis bahagia dan melakukan sujud syukur atas kehamilannya.
Maemunah yang baru sampai di rumah sakit bertanya pada Sean, Sean bingung hendak menceritakan kehamilan Alma atau tidak, Sean takut Maemunah akan memarahi Alma jika tahu Alma hamil sebelum menikah, hingga akhirnya dokter yang memberi tahu pada Maemunah jika Alma hamil.
Sean dan Feni kembali terkejut saat mendengar maemunah memeluk Alma dan memberi selamat pada putrinya atas kehamilannya.
Maemunah menceritakan tentang pernikahan Alma dan Akio yang belum sempat diberitahukan kepada publik. Saat tahu jika Alma dan Akio telah menikah, raut kesedihan kembali nampak di wajah kedua sahabat Alma.
" Kasihan sekali anak dalam perut Alma, belum juga lahir sudah ditinggalkan bapaknya", batin Sean sambil menitikkan air mata, dan memeluk Alma memberi semangat.
Begitu juga dengan Feni, mereka bertiga berpelukan di lorong rumah sakit, sama-sama menitikkan air mata.
" Kita berdua juga akan menjadi ibu bagi anakmu saat lahir nanti, bukankah dia akan tetap bahagia karena punya tiga ibu, meski ayahnya telah tiada". Sean semakin erat memeluk Alma yang mengangguk sambil tersenyum bahagia.
Bagi Alma janin yang ada diperutnya adalah penyemangat hidupnya yang baru, anak itu adalah bukti cinta Alma dan Akio yang akan menjadi saksi hidup betapa mereka berdua sangat saling mencintai.
Dari rumah sakit Alma berboncengan dengan Sean sedangkan Maemunah dengan Feni, mereka berempat pergi ke pemakaman, tadi saat dirumah sakit Alma meminta Sean untuk mengantarkan dirinya ke pemakaman. Alma ingin mengunjungi makam Akio untuk pertama kalinya, sekaligus memberi tahukan kabar bahagia pada Akio bahwa dirinya tengah hamil.
Tak lupa Alma membeli bunga untuk taburan diatas pusara Akio. Dengan mata berkaca-kaca Alma menatap pusara yang masih basah dan bunga-bunga beraroma harum yang baru saja Alma taburkan.
" Aku kesini hanya ingin memberi tahumu, ada anak kita di dalam perutku. Aku bersyukur karena kau masih meninggalkan bukti cinta kita di dalam tubuh ini, aku berjanji akan lebih berhati-hati dan akan selalu menjaganya".
" Bahagia lah kau disana, karena aku juga akan berusaha bahagia disini, bersama anak kita".
Air mata yang sudah Alma tahan sejak tadi, akhirnya lolos begitu saja. Tak berbeda dengan Maemunah, Sean dan juga Feni yang berada di belakang Alma. Bahkan Feni tidak bisa menahan isakan nya dan memilih menjauh agar tidak mengganggu Alma yang sedang berbicara dengan pusara Akio.
Tangan kanan Maemunah merangkul Alma dan mengelus punggungnya. Kemudian tangan kirinya mengusap nisan kayu bertuliskan nama Akio " Ibu juga berjanji akan menjaga istri dan anakmu, tenanglah dan berbahagialah di tempatmu Nak. Semoga Yang Maha Kuasa menempatkan kau di surgaNya".
" Aamiin.....", ucap Alma dan Sean hampir bersamaan.
___________________________
Author sampe ikutan mewek nulis episode ini, lagi sensi juga makanya bawaannya melow 🤭
Makasih ya untuk readers yang sudah mengikuti sampai episode ini.
Readers maunya endingnya begini apa mau bonus bab lagi?, sebagai pertimbangan author mau nambah bab, apa udahan 🤭🤭
Mohon mangap, eh... mohon maaf, Author lagi labil, jadi bawaannya nggak jelas banget dah.... 😁😁😁🙏🙏🙏