My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 51 : Wajah Berseri-seri



Sepulang dari rumah sakit Akio terus tersenyum lebar, sepanjang perjalanan terus menatap Alma, membuat Alma menjadi salah tingkah.


" Kamu ini lagi kenapa sih A...?, ngeliatinnya begitu banget", Alma pun mendorong wajah Akio agar tidak terus menatapnya.


Namun Akio kembali menatap Alma dengan lekat." Sudah boleh kata Dokter Agus", Akio mengusap pipi Alma yang langsung berubah merona saat itu juga.


" Iya, aku tahu sudah boleh, tapi jangan kelihatan seneng banget begitu dong, kemarin saja muram terus, sekarang bisa langsung berubah bersemangat dan berseri-seri gitu wajahnya", Alma keluar dari mobil, ternyata mereka sudah sampai di rumah. Akio sampai tidak sadar sepanjang perjalanan menatap wajah Alma terus. Pantas saja Alma mendorong wajahnya.


" Mendung banget, mungkin sebentar lagi turun hujan", gumam Alma sambil berjalan masuk ke dalam rumah, di ikuti Akio di belakangnya.


" Kita makan dulu saja, baru ganti baju dan tidur siang, rasanya capek banget", Akio melempar tas sekolahnya dan berjalan ke meja makan


Di atas meja sudah tersedia berbagai macam menu masakan tersaji. Alma pun mengikuti suaminya ke meja makan, masih dengan seragam sekolah juga.


" Ada acara apa? kok masaknya banyak dan macem-macem banget Bi?", tanya Alma pada si bibi.


" Itu Tuan Akio yang tadi telepon dan nyuruh buat masak ini semua non Alma, bibi hanya menuruti perintah saja, silahkan dinikmati selagi masih hangat. Bibi kembali kedapur dulu non".


Alma langsung menatap Akio yang masih tersenyum sambil mengambilkan nasi untuk Alma terlebih dahulu, baru setelah itu dia ambil untuk dirinya sendiri, dengan berbagai lauk.


" Ini itu untuk merayakan karena kamu sudah benar-benar sembuh kembali sayang, apa kamu tahu setiap hari aku merasa sangat pusing tujuh keliling, saat tak sengaja di ranjang bersentuhan dengan kamu. Tubuhmu seperti mengandung sengatan yang bisa nyetrum ke tubuhku, membuat juniorku bangun begitu saja, sedangkan kemarin-kemarin kamu belum sehat benar, belum boleh aku...".


" Brak.....!!", Alma langsung menggebrak meja makan.


Akio menghentikan ucapannya karena kaget.


" Jangan di teruskan kalimatnya, ada banyak orang yang mendengarkan percakapan kita". Alma merasa malu karena saat ini beberapa pembantu masih berada di sekitar mereka.


" Iya iya, maafkan aku sayang, ayo makan yang banyak biar tenaga kamu lebih kuat nanti", lagi-lagi Alma memicingkan matanya karena Akio menggunakan kalimat yang fulgar meski ada para pembantu disekitar mereka.


Alma hanya makan sedikit, entah mengapa ***** makannya hilang begitu saja. Usai makan Alma lebih memilih pergi ke kamar, mengantisipasi jika sewaktu-waktu Akio melakukan 'penyerangan'. Alma sesekali menatap ke arah pintu, sambil menatap layar ponselnya. Membaca chat di grup kelas, grup OSN daerah, juga grup OSN nasional.


Kini memang Alma semakin banyak teman, seperti halnya pepatah yang mengatakan dimana ada gula disitu ada semut. Begitu juga dengan Alma yang seperti sebuah gula yang manis, membuat teman-temannya terus berusaha mengerubutinya. Tentu saja agar bisa tertular kecerdasannya, atau setidaknya mendapatkan contekan PR dari Alma.


Sebuah chat masuk dari nomor baru. Alma membacanya dengan seksama, ternyata dari Diana, kakak kelas dari sekolah lain yang dulu berangkat tanding ke Jakarta dan sekamar dengannya di hotel.


~ Apa kabar Alma?, ini Diana, sudah lama tidak menyapa, aku ganti nomer, tolong di save ya, nomor yang kemarin buang saja, sudah di blokir, HP ku d copet dan aku beli yang baru~


" Wah kasihan sekali HP nya di copet, padahal HP milik Diana itu kan mahal, harganya diatas 5 juta", batin Alma


~ Oke, sudah aku save, kabarku baik, bagaimana kabarmu?~


balasan pesan dari Alma untuk Diana.


Dan merekapun terus saling berbalas pesan, sampai Alma tidak menyadari jika Akio sudah berada dia sebelahnya. Dan melingkarkan tangannya di perut Alma, membuat Alma kaget dan menengok ke arah Akio, meletakkan ponselnya yang sedang menunggu Diana selesai mengetik pesan balasan.


" Memang sudah lama tidak berkirim pesan, dan ini Diana tiba-tiba kirim pesan, ganti nomer, katanya yang nomer kemarin suruh di buang, HP nya ilang d copet". Suara Alma semakin lama semakin lirih karena menahan getaran pada tubuhnya.


Saat ini tangan Akio mulai bergerilya di tubuh Alma. Menyentuh setiap jengkal dengan cara yang begitu melenakan. Alma yang kemarin-kemarin berusaha menahan hasrat dan keinginannya untuk menerima rangsangan Akio karena dirinya yang masih di larang untuk berhubungan badan, kini menjadi begitu terbakar dan menggebu menerima setiap sentuhan-sentuhan lembut yang Akio lakukan.


Padahal diluar hujan sedang turun dengan lebatnya, namun justru suasana di kamar itu sungguh panas dan menggelora.


Ucapan dokter Agus yang sudah memperbolehkan dirinya melakukan hubungan seksual, membuatnya melepas semua benteng pertahanan yang selama sebulan lebih di bangunnya begitu kuat.


Tubuh Alma kini meliak-liuk di atas kasur, saat Akio mulai menciumi tengkuk leher nya, ciuman yang lama-kelamaan berubah menjadi sebuah hisapan lembut. Membuat tubuh Alma semakin tegang dan nafasnya begitu memburu.


Entah dimana Akio mempelajari semua tentang cara memanjakan tubuh Alma, yang jelas saat ini Alma merasa begitu di cintai, merasa meluap-luap sepertinya dirinya hampir kehabisan nafas karena kini Akio tengah ******* bibirnya tanpa memberi jeda waktu barang sejenak.


Alma sampai harus mendorong kepala Akio agar melepas ciumannya, memberinya kesempatan untuk bisa bernafas.


Akio pun melepaskan ciumannya benar-benar hanya sejenak, kemudian kembali melu mat bibir Alma dengan sangat rakus. Dan tangannya mulai melepaskan pakaian Alma dan juga bawahannya.


Merekapun melakukan penyatuan diri, hal yang sudah lama di tahan mereka satu sama lain.


Akio nampak begitu bersemangat, Alma pun merasakan hal yang sama, begitu menggebu dan bergelora, rencana tidur siang pun berubah menjadi tidur sore, karena mereka terus bergumul selama dua jam, mungkin Alma dan Akio bisa mencapai ******* hingga beberapa kali. Seperti sebuah penebusan setelah lama harus berpuasa.


***


" Wajah kalian terlihat berseri-seri sekali, apa karena besok akan berangkat lagi ke Jakarta berdua?"


" Jangan bilang kalian mau pacaran dan jalan-jalan di Jakarta, aduh aku jadi pengen..."", Feni langsung bergabung dengan Alma saat Alma dan Akio masuk ke dalam kelas saat bel masuk berbunyi.


" Apa iya?, perasaan kita biasa-biasa saja Fen", Alma tidak mengakuinya.


Padahal memang mereka berdua sedang merasakan kebahagiaan karena sudah bisa bercinta lagi, dan semalam mereka berdua kembali melakukan aktifitas panas di atas ranjang beberapa kali. Tentu saja Akio kini merasa begitu bersemangat untuk beraktifitas seperti biasa. Semua berkat Alma. Berkat servis yang Alma lakukan semalam, membuat suasana hati Akio menjadi bahagia dan berimbas pada wajahnya yang nampak begitu berseri-seri.


" Iya lah, kelihatan banget wajah kalian berdua itu seperti habis menang lotre", Perumpamaan yang Feni ucapkan membuat Alma menutup mulutnya, menahan tawa.


" Ya sudah karena kamu merasa begitu, maka anggap saja kami habis menang lotre, dan nanti istirahat kita ke kantin bareng, aku traktir kamu makan bakso, anggap saja syukuran habis menang lotre", ujar Alma, dan ternyata teman yang lain mendengarkan percakapan mereka dan minta di traktir juga.


" Kita-kita juga mau dong Al..., anggap makan bersama sambil mendoakan biar kamu dan Akio besok diberi kemudahan, kelancaran dan bisa jadi juara olimpiade lagi, kan keren tuh, kita punya dua teman jenius di kelas!", seloroh Ronal si ketua kelas.


Alma menatap ke Akio dan Akio mengangguk, itu tandanya dia setuju, dan Alma pun menyetujui permintaan Ronal.


" Oke, nanti kita semua istirahat ke kantin dan makan baso bersama".


" Ye..........!, thanks Al", sorakan teman sekelas Alma langsung menggema. Namun tidak lama, karena Pak guru agama masuk kedalam kelas. Dan pelajaran pertama pun dimulai.