
Alma sudah mandi, kini dirinya merasa lebih segar dan bersemangat. Alma keluar dari kamar sudah mengenakan blouse hitam polkadot, dengan bawahan celana kulot berwarna putih. Alma kembali bertanya pada salah satu pembantu dimana keberadaan Akio, dan ternyata Akio belum masuk kedalam rumah sejak tadi.
Dengan langkah cepat Alma keluar rumah melalui pintu samping, pandangannya langsung tertuju pada kolam, dimana Akio sedang berenang disana.
Ternyata setelah berjoging mengelilingi rumah, Akio kemudian berenang di kolam. Padahal kemarin saja dirinya dan Bara sudah berenang begitu lama di kolam renang di tempat wisata.
Saat Akio menepi dan beristirahat di tepian kolam, Alma menghampirinya.
" Yuk sarapan, sudah jam 7 , bibi sudah selesai masaknya tuh...".
Akio mendongak dan menatap Alma memanyunkan bibirnya, memberi kode agar Alma mengecup bibirnya. Alma pun menurut dengan mengecup bibir Akio yang masih basah. Rambut Alma yang belum kering berjatuhan mengenai wajah Akio.
" Hem... wangi sekali, apa sudah keramas?, tanya Akio dengan mata berbinar.
Alma berdiri dan mengangguk sambil berjalan pergi dari tepian kolam.
" Makanya buruan sarapan, biar kita bisa berangkat ke Vila lebih awal, dan sampai disana sebelum malam".
Akio tersenyum jahil sambil menarik bathrobe, dan berlari kecil mengejar Alma yang berada sudah cukup jauh darinya. Namun Alma tahu jika Akio mengejarnya, dan ikut berlari sampai di meja makan. Akio yang awalnya ingin mengerjai Alma dengan menceburkan ke kolam akhirnya mengurungkan niatnya dan masuk ke kamar untuk berganti pakaian.
" Nanti habis makan, kita langsung ke roof top, helikopter akan sampai di roof top 20 menit lagi, dan kita langsung berangkat ke vila ".
Alma mengangguk kegirangan. Akio memang selalu seperti itu, melakukan semuanya dengan cepat, tanpa berdiskusi, tidak salah jika Alma sengaja mandi lebih awal dan bersiap-siap lebih dahulu tadi.
Memang tidak banyak barang bawaan mereka, karena semua keperluan sudah tersedia di vila, karena disana sama seperti di rumah, baju, perlengkapan sehari-hari dan kendaraan sudah ada, hanya tas kecil yang berisi ponsel dan dompet yang harus mereka bawa.
Dan benar saja, selesai makan mereka berdua naik lift menuju roof top diantar seorang pembantu yang membawakan payung ke atas, memang diatas sudah cukup panas, dan helikopter belum sampai.
Namun tidak menunggu lama, hanya lima menit setelah mereka bertiga sampai di roof top rumah, helikopter pun mendarat. Alma dan Akio langsung naik ke helikopter dan pilot langsung membawa mereka terbang menuju pulau kecil milik Akio.
***
Akio POV
Pagi ini aku terbangun dan melihat Alma masih meringkuk dalam pelukanku. Dia terlihat sangat cantik dan seksi karena hanya mengenakan pakaian santai, yaitu setelan kaos tipis dan celana pendek berwarna abu muda. Ku perhatikan bentuk tubuhnya semakin jadi, dia terlihat sangat seksi, tentu saja, beberapa minggu lagi usianya genap 17 tahun. Dia akan memiliki kartu tanda penduduk, yang menandakan dirinya sudah beranjak dewasa.
Seperti seorang pria normal lainnya, setiap pagi benda pusaka milikku akan terbangun dan menggeliat menampakkan wujud aslinya. Yang membuat celana pendek yang ku kenakan menjadi terasa sempit dan sesak. Apalagi dengan melihat pose seksi istriku yang menampilkan lekuk tubuh sempurna. Wajah yang cantik, mana ada pemuda yang tidak jatuh hati padanya.
Ingin sekali aku salurkan hasrat seksual ku, namun tidak bisa untuk saat ini, Alma masih datang bulan, dan aku tidak mau menyakitinya, aku harus bisa menahan hasrat ku dengan keluar kamar dan berjoging.
Aku berjoging mengelilingi rumah, mungkin aku berputar-putar hingga puluhan kali. Namun ternyata tidak membuahkan hasil, benda pusaka milikku masih saja berdiri tegak menjulang, memenuhi celana training yang aku pakai. Benar, aku sengaja memakai celana training yang sedikit longgar agar benda pusaka milikku tidak terlalu terlihat menonjol jika para pembantuku melihat.
Setelah merasa lelah berjoging tanpa mendapatkan hasil, akhirnya ku putuskan untuk berenang.
Mungkin dengan berenang suhu tubuhku akan menurun, karena terkena air yang dingin, dan si benda pusaka milikku mau mengecil. Rasanya sesak sekali sejak tadi, sebenarnya aku butuh pelampiasan, tapi aku bukan laki-laki bejad yang sesuka hati melampiaskan nafsu ku kepada sembarang wanita, mungkin dulu iya sebelum aku menikahi Alma, tapi sekarang tidak bisa. Hanya Alma yang aku mau. Tidak bisa dengan yang lain.
Dan ternyata usahaku berhasil, dengan berenang beberapa menit, benda pusaka milikku sudah mulai mengecil, mungkin karena air yang dingin dan aku sudah berenang bolak-balik di dalam kolam.
Aku memilih beristirahat sejenak duduk di tepian kolam. Ternyata dengan cara berenang bisa meredakan juniorku menjadi lebih mengecil. Itu membuatku merasa sedikit lega, dan tidak sesak.
Tiba-tiba kudengar suara Alma yang berjalan menuju ke arahku, dia mengajakku untuk sarapan bersama, dan kudongakan kepalaku untuk menatapnya yang kini berdiri dibelakang punggungku. Ku manyunkan bibir ku meminta morning kiss padanya.
Dengan senang hati, Alma pun langsung mengecup bibirku, ternyata dia sudah mandi, rambutnya yang basah dengan aroma yang sangat wangi langsung menyeruak memenuhi hidungku.
Wait... Alma sudah keramas, itu berarti datang bulannya sudah selesai, jika saja aku tahu sejak pagi, tidak akan membuatku sepayah ini berusaha menjinakkan benda pusaka milikku yang tak kunjung mengecil.
Aku pasti sudah menyalurkan hasrat seksual ku kepadanya, dan lelahku saat ini bukan karena berenang dan joging, melainkan karena pergulatan di atas kasur. Sayang sekali aku telat mengetahui Alma sudah bersih.
Aku ingin membalas perbuatan Alma padaku, dan berniat menceburkan dirinya ke dalam kolam, namun sepertinya Alma tahu niat jahilku, saat aku berlari mengejarnya, dia justru berlari lebih cepat dan langsung masuk ke dalam rumah. Saat aku mencarinya ternyata dia sudah duduk manis di meja makan. Kulihat Alma tersenyum simpul padaku.
Tunggu saja pembalasanku, sebentar lagi kita akan ke vila, dan disana tidak akan aku beri kau waktu untuk beristirahat. Meski hanya sejenak, entah itu di vila, di sabana, ataupun di pantai, kau pasti akan ku makan sampai kenyang.
Saat sarapan, aku memberitahu Alma bahwa helikopter akan menjemput kami 20 menit lagi, ku ucapkan kata-kata itu sambil menyeringai melihat Alma yang saat ini terlihat begitu senang dan berantusias.
Mungkin dia membayangkan betapa damainya di vila nanti, dan betapa indahnya pemandangan sabana luas yang dipenuhi berbagai macam hewan liar. Tapi dia tidak tahu apa yang aku pikirkan saat ini, tentu saja kami berdua akan bersenang-senang di pulau kecil itu. Tunggu saja jam tayangnya. Kita akan sangat bersenang-senang hingga merasa jika dunia ini hanya milik kita berdua. Yah karena aku akan menunjukkan seperti apa surga dunia kepadamu Almahyra Elshanum istriku yang sangat cantik.
Helikopter mendarat di roof top rumahku lima menit setelah aku sampai di atas. Kami berdua langsung naik ke helikopter dan terbang menuju vila milikku di pulau kecil sekitaran pulau Bali.
Memang cukup jauh, karena itu untuk menghemat waktu aku lebih suka ke sana menggunakan helikopter, dari pada kendaraan lainnya. Dan ini kali kedua aku berkunjung ke sana bersama Alma.
Kali ini waktu yang kami miliki cukup lama, dua minggu, jadi akan ku habiskan hari-hari ku untuk membahagiakannya saat berada disana nanti. Dan tentunya membahagiakan diriku sendiri. Karena sudah seminggu benda pusaka milikku harus berpuasa, karena Alma yang datang bulan.
Tinggal menunggu beberapa jam lagi hingga helikopter mendarat di sabana pulau kecil milikku. Aku terus memperhatikan Alma yang saat ini ekspresi wajahnya nampak sangat bahagia.
Ku abadikan senyuman Alma yang sedang menatap ke daratan pulau Jawa yang terlihat kecil dari atas sini dengan memfoto Alma beberapa kali.
Alma menyadari hal itu, tapi dia justru mengambil ponselku dan mengajakku foto bersama di dalam helikopter. Alma sungguh sangat menggemaskan, sekarang dia tidak takut berada di ketinggian sambil naik helikopter. Buktinya dia tetap merasa nyaman dan tersenyum bahagia sepanjang perjalanan kami menuju pulau kecil milikku.
Dan hanya perlu waktu beberapa jam hingga kami sampai di pulau kecil. Helikopter mendarat di sabana, beberapa hewan liar yang sedang berkerumun terlihat lari menjauh dari tempat dimana helikopter kami mendarat.
" Selamat datang kembali di surga dunia yang akan aku ciptakan untuk kita berdua, Almahyra Elshanum istriku tercinta ".