My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 68 : Berbeda Pemikiran



Hari hari berlalu dengan cepat, hubungan Alma dan Akio semakin hari semakin membaik, dan Alma bisa mulai melupakan kejadian menyebalkan antara Akio dan Lidia di hotel Jakarta dulu.


Hubungan dengan sesama peserta olimpiade sains masih tetap terjalin di grup chat. Namun tidak se intens seperti saat dulu mereka masih menjadi peserta. Apalagi sekarang semua sibuk dengan urusan masing-masing.


Alma dan Akio semakin sering menjadi perwakilan sekolah pada pertandingan- pertandingan atau tournamen pelajar. Dan mereka berdua semakin dikenal bukan hanya di SMA Pelita Jaya, tapi juga di sekolah lain. Karena sering mengikuti lomba di sekolah lain, dan selalu pulang membawa piala, karena menjadi juara.


Biasanya lawan mereka akan merasa drop terlebih dahulu sebelum bertanding, jika sudah melihat mereka berdua ikut jadi peserta.


Dan itu terjadi bukan hanya sekali atau dua kali.


Banyak dari sekolah lain yang membicarakan kehebatan Akio dan Alma.


Hingga akhirnya sampai pada penilaian akhir semester, Akio dan Alma menjadi juara umum se-kabupaten, bukan hal yang mengejutkan. Dengan nilai hampir sempurna. Akio di peringkat pertama dan Alma di peringkat kedua.


Semakin banyak yang penasaran dengan kehidupan pribadi mereka berdua. Namun beruntung Akio tinggal di komplek mension mewah yang akses masuknya terbatas dan keamanan dijaga ketat oleh para security, sehingga setiap kali ada yang berusaha mengikuti mereka pasti tidak pernah berhasil, selalu dihadang di pintu penjagaan. Dan terpaksa harus kembali dan berhenti mengikuti mereka berdua lagi.


Dan semua security di sana sangat bisa menjaga rahasia, karena salah satu syarat mereka dipekerjakan sebagai keamanan di mension mewah itu adalah tidak boleh memberikan informasi kepada siapapun tentang salah satu pemilik atau penghuni di komplek mension itu.


Dan itu membuat Akio merasa tenang memiliki hunian yang menjunjung tinggi privasi penghuninya.


_


_


" Liburan sudah tiba, rasanya aku ingin sekali beristirahat dari rutinitas yang membuat kita lelah selama ini".


" Kalau aku minta kita pergi liburan ke suatu tempat apa kau akan mengabulkan?", Alma menatap Akio dengan penuh harap.


Namun belum sempat Akio menjawab, Feni lebih dulu merangkul Alma dan mengajaknya berfoto bersama.


" Al, ibuku pengen banget kami foto bareng sama kalian berdua, mumpung ketemu katanya, boleh ya?", Feni menatap dengan penuh harap.


Alma pun menatap Akio meminta persetujuan, Akio memberi isyarat memperbolehkannya, tapi Akio sendiri tidak mau ikut berfoto, Akio. berjalan keluar kelas, dan berbincang dengan supirnya.


Setelah Alma beberapa kali berfoto dengan Feni dan ibunya, Alma berpamitan untuk pulang terlebih dahulu dengan alasan ada banyak pekerjaan di rumah, padahal dia segera pamit karena melihat Akio sudah keluar terlebih dahulu bersama si supir.


Saat sampai di depan gerbang sekolah, Alma melihat Akio yang sudah duduk di dalam mobilnya, melambaikan tangan menyuruh Alma segera masuk.


Mobil yang mereka tumpangi melaju dengan pelan, lalu lintas memang sedikit macet karena di depan sekolahan begitu banyak mobil orang tua, maupun wali murid yang masih terparkir di kanan kiri jalan.


Hari ini memang penerimaan raport kenaikan kelas. Tadi Maemunah hadir di rapat wali murid hingga nama Alma dan Akio dipanggil untuk menerima penghargaan sebagai siswa-siswi teladan dengan nilai raport terbaik.


Namun Maemunah harus pulang ke rumah lebih awal karena kios loundry sedang sangat ramai, dan seorang karyawan nya sedang sakit dan tidak berangkat. Jadi Maemunah harus membantu yang lain, agar pekerjaan tidak keteter.


Sedangkan Akio menyuruh sang supir untuk mengambil raport miliknya, memperkenalkan si supir sebagai pamannya. Karena di biodata Akio ayah ibunya telah tiada. Jadi tidak banyak yang curiga maupun bertanya-tanya mengapa yang mengambil raport pamannya.


Bola mata Akio terus menatap Alma, dia teringat dengan pertanyaan Alma tadi kepadanya tentang liburan, namun saat ini pandangan Alma keluar kaca mobil. Seperti sedang memperhatikan keramaian pinggiran jalan.


" Memangnya kamu mau kita pergi liburan kemana?, untuk beberapa hari kedepan mungkin kita menginap di rumah ibumu terlebih dahulu, tadi aku sudah janji pada Ibu", ucap Akio membuka percakapan di dalam mobil.


Maemunah memang sudah feeling jika kemungkinan besar Alma dan Akio akan melakukan liburan yang cukup jauh, dan mungkin akan lama, jadi sebelum keduanya pergi, Maemunah sudah berpesan terlebih dahulu agar mereka berdua menginap di rumah nya untuk beberapa hari, karena Bara sudah beberapa kali menanyakan Alma. Sedangkan Bara tidak bisa diajak menginap dirumah Alma, karena masih mengikuti penilaian akhir sekolah.


" Baiklah, tentu saja aku setuju menginap dirumah ibu, aku juga sudah sangat merindukan Bara. Bahkan aku berencana mengajak Bara pergi berlibur bersama kita".


" Hari ini kan Bara selesai mengikuti penilaian akhir semester, jadi saat kita mau liburan nanti, kita ajak saja Bara bersama kita", Alma menatap Akio dengan berbinar binar.


Sedangkan Akio mengernyitkan keningnya, jika Bara ikut dengan mereka berlibur, bukankah akan mengganggu waktu berdua mereka?, Akio tidak ingin itu terjadi, karena Akio berniat menjadikan liburan nanti seperti honeymoon mereka.


" Memangnya kamu ingin kita kemana?, kalau liburannya mau keluar negeri, Bara kan belum punya visa dan paspor, harus mengurusnya terlebih dahulu".


" Belum lagi, kalau Bara disana tiba-tiba rewel nyariin ibu, kalau mau mengajaknya liburan, sebaiknya sehari atau dua hari di tempat wisata dekat sini saja, pasti Bara senang".


Akio tidak berani terang-terangan melarang bara untuk ikut liburan mereka nanti. Jadi harus menggunakan kalimat penolakan yang halus, jangan sampai Alma salah sangka.


Alma menatap wajah Akio curiga, sepertinya Alma sudah tahu maksud ucapan Akio, bahwa dirinya hanya ingin pergi berdua saja tanpa ada Bara. Namun Alma memang sudah mempunyai niat mengajak Bara ke pulau itu.


" Aku pengin ke fila kamu yang ada di pulau kecil yang dulu kita pernah ke sana, kalau Bara ikut, pasti dia akan sangat senang melihat berbagai macam hewan di sabana yang luas. Ibu juga bisa ikut bersama kita, jadi Bara tidak akan rewel mencari ibu. Ibu pasti akan senang diajak liburan" , Alma berusaha meyakinkan Akio.


" Sepertinya pemikiran kamu kali ini kurang tepat". Akio keluar dari mobil karena mobil sudah berhenti di depan teras rumahnya. Alma pun mengikuti langkah jenjang Akio dengan sedikit berlari kecil.


" Bagian mana yang kurang tepat?, kok kamu bisa berpikir begitu?", tanya Alma meminta penjelasan.


Akio menghentikan langkahnya di depan kamar, membuka pintu kamar, dan masuk ke dalamnya bersama Alma.


" Ibu itu sekarang sibuk dan sedang fokus ke kios Loundry nya, jadi ibu nggak akan suka diajak liburan, apalagi ke pulau dan menginap beberapa hari".


" Kamu tahu hari ini saja ibu pulang lebih dulu sebelum rapat wali murid selesai, itu hanya karena di loundry sedang banyak pekerjaan".


" Belum lagi tadi ibu menyuruh kita menginap disana besok-besok, menurut kamu kenapa?, semua itu agar ibu bisa kumpul sama kamu, tapi juga sekaligus bisa mengurus kios loundry miliknya".


" Kalau kamu mau ajak Bara, coba tanyakan ke ibu dulu sebelum kamu mengajaknya. Kalau menurut pendapatku sih ibu bakalan nolak ajakan kamu, dan lebih setuju dengan saranku yang mengajak Bara berlibur di tempat wisata terdekat, seharian".


Akio masuk ke kamar mandi dan menutup pintunya rapat-rapat. Alma duduk di tepian ranjang sambil memikirkan ucapan Akio barusan.


" Baiklah, aku coba tanyakan ke ibu dulu sebelum benar-benar mengajak Bara berlibur. Niatku kan pengen buat Bara bahagia melihat gajah, kuda, sapi, yang begitu banyak di alam bebas". gumam Alma sambil melepas kaos kaki dan melemparnya ke tempat cucian kotor, kemudian berpindah kelemari pakaian, mengambil baju santai dan memakainya.


Alma kini keluar kamar terlebih dahulu umum menelepon ibunya perihal yang sedang dibahasnya bersama dengan Akio.


Dan ternyata memang lebih tepat dugaan Akio ketimbang pemikiran Alma. Maemunah seperti tidak tertarik untuk liburan jauh, apalagi jika sampai harus menginap- menginap seperti itu, Maemunah juga melarang Alma mengajak Bara jika mau berlibur dengan Akio. Maemunah tidak mau Alma dan Akio menjadi repot jika Bara ikut liburan bersama mereka.