My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 69 : Holiday



Dua hari berada di rumah ibunya. Alma merasa kembali ke kehidupan lamanya. Akio sengaja pergi disiang hari untuk mengurus beberapa pekerjaan, dan baru kembali ke rumah Maemunah saat malam hari. Itu memang sengaja dilakukan Akio agar tidak terlalu mencolok seharian berada di rumah Maemunah.


Akio pulang larut tengah malam, hanya agar bisa tidur seranjang dengan Alma. Meski mereka tidak bisa melakukan apa-apa karena Alma sedang datang bulan. Sedangkan di hari kedua, Akio bahkan harus kembali ke rumahnya sendiri karena Alma tidur bersama sahabatnya.


Selama dua hari di rumah ibunya, Alma banyak menghabiskan waktu bersama Bara, dan sesekali membantu ibunya di kios loundry, Alma juga mengundang Sean untuk main ke rumahnya, dan di hari kedua, Sean menginap di rumah Alma, sehingga Akio pulang ke rumahnya sendiri.


Di hari ketiga, karena pekerjaan Akio sudah tidak begitu banyak, Akio datang pagi-pagi ke rumah Maemunah dan mengajak Alma, Bara dan Sean untuk berlibur ke salah satu tempat wisata yang berada tidak jauh dari rumah mereka.


Kebetulan tempat wisata yang mereka datangi adalah kebun binatang yang terdapat berbagai macam burung dan juga reptil. Bara yang paling antusias saat berada di dalam kandang burung raksasa berisi berbagai macam jenis burung.


Alma mengambil banyak foto Bara, ada foto Bara dengan Akio, dengan dirinya, dan juga foto mereka ber empat.


Setelah berputar-putar melihat lihat burung, mereka melanjutkan berkeliling di tempat wisata itu, kali ini mereka menuju wahana kolam renang, mereka berempat berenang bersama, ada juga water boom di tempat wisata itu, Bara yang awalnya takut untuk mencoba meluncur dari ketinggian 100 meter, setelah di paksa Akio dan dijaga olehnya, ternyata Bara jadi berani, bahkan mencoba meluncur lagi dan lagi hingga beberapa kali. Justru Alma dan Sean yang akhirnya hanya duduk-duduk di tepian kolam karena merasa lelah.


" Habis ini kita cari makan yuk, restoran yang ada di dalam sini saja, biar nggak kejauhan, perut rasanya sudah mulai protes", ucap Sean sambil mengelus-elus perutnya yang mulai keroncongan.


Alma meringis sambil mencari keberadaan Akio dan Bara, " Oke, biar aku panggil Bara dan Akio, sebenarnya aku juga sudah merasa lapar".


Pandangan Alma menyapu di seluruh penjuru kolam renang, dan beberapa saat kemudian dia berhasil menemukan Akio dan Bara yang baru saja meluncur dari water boom tertinggi di kolam itu. Mereka berdua keluar dari air kolam dengan tertawa lepas bersama-sama. Sepertinya meluncur di water boom membuat adrenalin terpacu dan rasa bahagia muncul.


" Bara !"


" Akio !"


Bara dan Akio menoleh ke arah Alma hampir bersamaan.


" Kita udahan yuk, Sean udah laper katanya, aku juga, hehe. Sudah capek, lemas, kedinginan juga nih", Alma mengajak Bara dan Akio untuk menyudahi permainan di kolam renang.


" Baiklah, aku juga sudah capek, ayo Ra", Akio merangkul Bara dan mengajaknya ke tempat bilas untuk berganti pakaian.


" Kita ganti pakaian juga ayo Se...", Alma dan Sean berjalan beriringan ke tempat bilas untuk membilas badan dan berganti pakaian.


Jam 1 siang hari, mereka baru bisa makan di restoran cepat saji yang berada di dalam tempat wisata itu. Bara yang meminta makan dengan menu ayam goreng tepung, awalnya Akio ingin makan olahan kambing, seperti sate dan gulai, namun Bara meminta ke restoran cepat saji, jadi Akio mengikuti keinginan adik iparnya itu.


Sean memesan paket ayam goreng kremes dengan ayam double, saking laparnya. Akio akhirnya memesan steak, Bara memesan ayam goreng tepung dengan saus keju, sedangkan Alma memesan ayam geprek ekstra pedas. Ke empatnya mempunyai selera makan yang berbeda-beda di satu meja.


" Bara memang cerdas, kak Sean sudah laper banget, dan Bara memilih pergi ke restoran cepat saji, itu membuat kita tidak perlu lama menunggu proses penyajian", sesuai namanya restoran cepat saji, mereka baru duduk lima menit, semua makanan sudah tersedia di meja.


Sean yang sudah sangat lapar langsung menyantap nasi dan ayam goreng kremes dengan lahapnya. Ditambah sambel matah, yang rasa pedasnya membuat selera makan meningkat.


" Aku ikut senang, semenjak kamu masuk SMA, perekonomian keluarga kamu semakin membaik, ibumu membuka loundry, dan kamu seperti sedang di berkati oleh Dewi Fortuna, selalu menang di semua kompetisi yang kamu ikuti".


" Besok akhir pekan aku akan berangkat ke Swiss, mengunjungi ayah dan ibuku di sana, sampai liburan akhir sekolah selesai aku baru kembali ke Indonesia".


" Nanti saat disana aku mau menceritakan semua tentang kemenangan kamu, dan minta pada ayah dan ibu, agar aku pindah sekolah ke sekolah yang sama dengan kamu. Mereka pasti akan sangat setuju dengan keinginan ku".


Sean mengutarakan keinginannya dengan mata berbinar. Begitu juga dengan Alma yang merasa bahagia mendengar keinginan Sean. Namun tidak dengan Akio, dia berbeda pemikiran dengan Sean dan Alma. Bahkan sebelum benar-benar pindah saja, Akio sudah merasa terusik dengan rencana Sean pindah satu sekolah dengannya. Pasti Alma akan lebih sering bersama dengannya jika Sean pindah sekolah.


" Belum tentu ayah ibumu setuju, jika kamu pindah ke sekolah kami, itu berarti saingan berat kamu semakin banyak. Mungkin peringkat kamu akan terjun bebas, dari yang biasa rangking 10 besar, bisa jadi kamu jadi peringkat 30 ke atas", Akio mulai mencari-cari alasan agar Sean tidak pindah sekolah.


Bara yang sejak tadi asyik makan ayam goreng tepung akhirnya ikut angkat bicara.


" Benar kak Sean, di sekolah kak Alma itu banyak anak-anak pinter, karena itulah ibu selalu menyuruhku agar belajar dengan rajin, biar bisa pinter seperti kak Alma dan kak Akio, jadi nantinya Bara akan dapat banyak hadiah seperti mereka", ucap Bara dengan polosnya.


" Karena itulah Kaka Sean pengen sekolah disana, kakak pengen ketularan pintar kayak teman-teman yang sekolah di Pelita Jaya".


Sepertinya Sean memang begitu ingin untuk pindah sekolah. Dan kemungkinan besar seterusnya Akio akan sulit untuk terus berdua dengan Alma jika itu benar terjadi. Hanya saja Akio berharap Sean tidak sekelas dengannya dan juga Alma.


***


Hari sudah sore, mereka berempat kembali ke rumah, mengantar Sean terlebih dahulu, setelah itu Alma dan Akio pamit untuk pulang ke rumahnya, karena besok rencananya Alma dan Akio akan pergi ke vila milik Akio yang berada di pulau kecil miliknya.


Sesuai keinginan Alma untuk bisa refreshing sambil menenangkan diri di sana. Melihat hewan liar di alam terbuka, sungguh sangat luar biasa.


Sampai di rumah Akio hanya bisa memeluk Alma di atas ranjang mereka. Pasalnya Alma masih datang bulan. Dan Akio tahu tidak boleh berhubungan badan dengan istrinya saat dia sedang datang bulan.


Mereka berdua pun tidur dengan nyenyak karena merasa lelah setelah berjalan-jalan seharian bersama Bara dan Sean.


Di pagi hari yang cerah, Alma terbangun dan mendapati Akio sudah tidak ada di sampingnya. Alma beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamarnya.


" Bi, lihat Akio?", Alma langsung bertanya saat melihat salah satu pembantu yang sedang melakukan pekerjaannya bersih-bersih rumah.


" Tadi lagi diluar Non, joging, mengelilingi rumah".


Mendengar jawaban itu, Alma kembali ke kamarnya terlebih dahulu, cuci muka dan mandi besar. Karena haidnya sudah selesai. Sebelum Akio selesai joging dan mengajaknya sarapan pagi, Alma lebih memilih untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Kemarin pulang dari rumah ibunya Alma tidak sempat mandi, dan langsung tidur karena merasa sangat lelah.


" Biar nanti pas Akio selesai joging, aku sudah bersih dan wangi", batin Alma, mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.


Akio semalam mengatakan jika akan melakukan perjalanan menggunakan helikopter menuju ke vila nya di pagi hari. Karena takut jika siang kadang cuaca mendung atau bahkan turun hujan.


Alma pun mengingat-ingat perkataan Akio dan memilih bersiap-siap lebih awal, agar tidak gugup nantinya.