My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 39 : Keguguran



Setelah berdiskusi cukup lama, rencana memperluas kios dipending terlebih dahulu, maemunah ternyata kali ini tidak setuju dengan rencana Akio. Pasalnya kios yang sekarang masih muat menampung banyak orderan, apalagi dengan menggunakan jasa pengiriman baju setelah selesai membuat ruangan masih bisa dikondisikan.


Tapi untuk merekrut karyawan lagi di setujui maemunah, karena memang tiga tenaga kerja cukup kewalahan dengan pekerjaan masing-masing.


Butuh tenaga untuk menyetrika dan satu driver khusus untuk mengambil atau mengantar pakaian ke rumah pelanggan.


" Hanya butuh dua orang saja, jika kedepannya masih keteter maka kita bisa merekrut tenaga kerja lagi".


Alma dan Akio pulang kerumah dengan meninggalkan raut kekecewaan di hati Maemunah dan Bara. Mereka berdua tentu sangat merindukan Alma, namun Akio sepertinya tidak memahami hal itu dan kekeh mengajak Alma pulang.


Sebelum pulang Alma sudah memberi pengertian terlebih dahulu pada Akio, bahwa ibu dan Adiknya masih kangen. Namun justru Akio menjanjikan esok akan datang lagi ke rumah ibu. Namun malam harus tetap pulang terlebih dahulu.


Akio seperti kecanduan Alma. Tidak bisa berpisah meski hanya semalam. Kenikmatan bercinta di atas ranjang bersama Alma seperti morfin, membuat Akio tidak bisa tidak melakukannya tiap malam.


Bagi Akio ada kebetulannya Alma hamil, itu berarti dia tidak perlu libur melakukan hubungan ranjang tiap malam.


Bahkan kadang pagi saat bangun tidur, juga saat siang pulang sekolah, Akio selalu minta jatah pada Alma.


Mungkin memang hidup Alma sudah begitu makmur dan serba kecukupan, bahkan bisa dibilang hidup mewah dengan segala kemewahan dan kemudahan yang di berikan oleh Akio.


Alma hanya membutuhkan tenaga untuk sekolah, berpikir tentang pelajaran, dan juga untuk melayani suaminya di rumah.


Kadang ada keinginan untuk menolak ajakan Akio untuk bercinta saat merasa lelah sepulang sekolah. Namun Akio selalu saja membujuk nya tanpa menyerah. Membuat Alma kadang hanya pasrah, dan membiarkan Akio melakukan sendiri tanpa ada balasan.


Begitu juga dengan malam ini, Akio bisa langsung turn on saat mereka masuk ke dalam kamar. Kamar yang menjadi saksi betapa gigihnya perjuangan Akio membujuk Alma agar mau melayaninya.


" Malam ini iya ya sayang...", Akio memeluk Alma yang baru saja membuka baju untuk berganti piyama tidur.


Alma hanya menghembuskan nafasnya panjang. " Lakukan secara halus, dan dalam tempo sesingkat-singkatnya", gumam Alma yang akhirnya meletakkan piyama yang masih terlipat rapi di atas kasur.


Akio langsung mengangguk dengan cepat.


Melihat bagian tubuh Alma yang semakin berisi, membuat Akio semakin bersemangat dan tersenyum bahagia saat memeluk Alma dan menelusuri bagian demi bagian tubuh Alma yang polos.


Meski di awal Alma terkesan malas dan ogah-ogahan untuk bercinta, namun selalu dan selalu Akio bisa membuat Alma terbuai dengan permainan tangannya yang semakin hari semakin terampil.


Dan Akio sudah paham betul dimana titik kelemahan Alma. Setiap kali melakukan kegiatan panas di ranjang, Akio seperti seorang yang sudah mahir bercinta.


Sebulan tinggal bersama dan tidur seranjang membuat Akio bisa mempraktekkan berbagai macam gaya yang sejak dulu hanya bisa dilihatnya di video.


Alma yang amatiran karena masih sangat muda, dan belum berpengalaman tentang hal bercinta pun kini semakin mahir karena privat yang diberikan oleh Akio setiap malam. Privat bercinta wkwkwkwk....


_


_


Minggu pagi Akio harus terbangun lebih awal karena Alma tiba-tiba merasa perutnya kesakitan dan kram.


Akio kebingungan melihat Alma yang meringis kesakitan dengan memegang bagian perutnya yang masih rata.


Apalagi saat Akio melihat noda merah seperti darah yang keluar dari mis-V Alma.


" Bi...!, Bibi...!".


Akio berteriak memanggil pembantu yang tengah bersih-bersih rumah.


Dengan langkah cepat si bibi menghampiri kamar Akio dan langsung menundukkan kepalanya melihat si majikan hanya menggunakan underwear saja.


" Maaf Tuan, ada yang bisa bibi bantu?", tanya si bibi dengan gemetar dan masih menundukkan kepalanya.


" Cepat suruh supir ke rumah Pak dokter , dan bawa dokter itu kesini secepatnya. Sekarang juga !", bahkan Akio masih belum sadar jika dirinya saat ini hanya mengenakan underwear saja.


" Baik Tuan, laksanakan", si bibi berlari ke belakang menggedor-gedor kamar pak supir , karena ternyata pak supir masih tidur.


Akio masuk kembali ke dalam kamarnya, dan baru sadar saat melihat pantulan dirinya di cermin.


" Ya Tuhan ...ternyata aku belum memakai pakaian". Akio mengambil celana dan kaos santai kemudian keluar kamar lagi dan kembali berteriak memanggil pembantu.


" Iya Tuan, apa yang Tuan butuhkan?". bibi satunya lagi yang mendekat, karena bibi yang tadi masih didepan pintu kamar pak supir.


Pak supir sudah bangun dan langsung berlari menuju garasi. Namun Akio yang melihatnya berlarian langsung memanggilnya.


" Tidak usah ke rumah pak dokter, siapkan mobil kita ke rumah sakit !", teriak Akio, pak supir langsung mengangguk mengerti.


Akio masuk ke kamar, memakaikan piyama yang tergeletak diatas kasur di tubuh Alma yang masih meringkuk mendekap perutnya.


10 menit kemudian mobil sampai di rumah sakit. Alma langsung di bawa ke IGD. Alma dibawa masuk kedalam ruang penanganan dan Akio dilarang masuk, disuruh menunggu di depan ruangan.


Tak lama kemudian seorang suster keluar dari ruangan itu.


" Saya suaminya sus", jawab Akio dengan begitu meyakinkan.


Suster menatap Akio merasa tidak percaya, karena Akio dan Alma terlihat masih sangat muda, seperti masih SMA. Tapi mungkin saja mereka menikah muda, buktinya si pasien sedang hamil.


" Baiklah Mas, kami beritahukan berita kurang menyenangkan, istri anda sedang hamil benar?".


Akio langsung mengangguk mengiyakan.


" Istri Mas keguguran, dan harus langsung dilakukan tindakan kuret, sesuai prosedur rumah sakit, karena bila di tunda bisa berbahaya Mas".


Hati Akio langsung mencelos mendengar penjelasan dari suster.


" Lakukan yang terbaik suster".


" Kalau boleh tahu, penyebab keguguran apa bisa dijelaskan?".


" Nanti dokter yang menjelaskan, saat ini silahkan Mas tanda tangan surat persetujuan dilakukannya tindakan untuk mba Alma".


Suster menyerahkan map berisi beberapa lembar surat pernyataan yang harus Akio tanda tangani.


Ternyata proses kuret memakan waktu yang cukup lama, Akio yang masih berdiri di depan ruang operasi memilih untuk duduk di kursi yang disediakan untuk keluarga pasien.


Akio berniat memberi tahu kabar ini pada Ibu mertuanya, namun ternyata ponselnya tertinggal di rumah. Akhirnya Akio menyuruh pak supir untuk ke rumah Maemunah, mengabari keadaan Alma.


Selang 40 menit kemudian, Maemunah terlihat berjalan tergopoh-gopoh menghampiri ruang operasi, dimana Akio masih duduk di depannya.


" Bagaimana keadaan Alma sekarang?, bagaimana ceritanya ini bisa terjadi?", Maemunah menatap Akio lekat, namun tidak menunjukkan ekspresi kecewa ataupun marah.


Maemunah justru berpikir mungkin ini lebih baik, Alma akan kembali fokus pada sekolah dan cita-citanya.


" Akio juga belum tahu apa penyebabnya, nanti dokter yang menangani Alma yang akan menjelaskan".


Saat pintu ruang operasi terbuka, Akio dan Maemunah langsung berlari menuju brankar yang dipakai untuk membawa Alma.


" Nona Alma akan diantar ke kamarnya, dia harus dirawat disini sampai dia dinyatakan sehat, saat ini dia masih tidur, mungkin sampai setengah jam kedepan, efek bius". Dokter meminta Akio untuk menemuinya di ruangannya. Sedangkan Alma di bawa ke kamar rawat oleh dua perawat yang tadi membantu proses kuret.


Setelah mengantar Alma ke kamarnya, Maemunah memilih mengikuti Akio ke ruangan pak dokter. Saat ini Alma masih tidur karena efek bius, jadi Maemunah meninggalkannya sendiri di kamar VVIP yang sengaja Akio pilih untuk kenyamanan Alma.


_


_


" Kalau boleh tahu, apa penyebab putri saya keguguran Dok?", Maemunah tidak sabar ingin tahu penyebabnya.


Pak dokter lebih dulu meminta persetujuan Akio, baru dia memberitahukan penyebab Alma keguguran.


Maemunah dan Akio mendengarkan dengan seksama.


" Usia nona Alma masih sangat muda untuk mengandung, itu salah satu faktor penyebabnya, selain itu di usia kandungan trimester pertama seharusnya untuk kandungan yang masih terlalu muda jangan terlalu sering berhubungan intim, karena itu juga bisa menjadi penyebab keguguran".


" Mungkin juga fisik yang kelelahan dan kurang istirahat bisa juga jadi penyebabnya...".


Maemunah mengangguk, setelah berbagai penjelasan dokter tentang kondisi putrinya.


Saat Akio harus keluar mengurus administrasi, Maemunah kembali menemui pak dokter yang kebetulan berpapasan di lorong rumah sakit.


" Maaf Dok, mengganggu sebentar".


" Ya, bagaimana Bu?". Dokter yang hendak melakukan visit menghentikan langkahnya, begitu juga dengan beberapa perawat yang di belakangnya.


" Ini sedikit pribadi, saya minta tolong, pasangkan alat kontrasepsi di tubuh putri saya, dia masih sangat muda, dan saya khawatir kejadian seperti ini kembali terjadi padanya", ucap Maemunah sambil gemetar.


" Apa ibu yakin?, apakah suaminya tahu hal ini?", pak dokter balik bertanya.


" Dia tidak tahu, menantu saya tidak tahu bagaimana saya sangat khawatir dengan keadaan putri saya, saya tidak akan membiarkan putri saya kesakitan lagi".


" Saya mohon dokter bisa memahami keadaan saya, dia baru 16 tahun, setidaknya 5 tahun lagi baru dia boleh hamil dok, tapi suaminya terus menggaulinya, saya kasihan pada putri saya yang tidak bisa menolak suaminya".


" Tapi saya juga paham resikonya hamil muda itu bagaimana".


" Saya mohon dokter bisa bantu saya, jika dokter tidak bisa bantu, saya bisa membawa putri saya ke rumah sakit lain ".


" Ibu yang tenang, saya pikirkan terlebih dahulu, maaf saya masih harus memeriksa pasien lainnya". Pak dokter beserta rombongan meninggalkan Maemunah yang masih berlinang air mata.


Sepanjang jalan Dokter itu terus memikirkan ucapan Maemunah, tidak menyalahkan kekhawatiran Maemunah. Tapi juga tidak membenarkan tindakannya. Harus tetap meminta persetujuan suaminya sebelum melakukan tindakan medis.