
Hari-hari yang dilalui oleh Katty semakin terasa hampa. Baru satu bulan lamanya Tiger masuk kedalam kehidupannya sudah membuatnya seperti ini, ini lebih parah dari saat ia dikhianati oleh Jason.
Katty menghembuskan nafasnya kasar,ia menaruh headphone yang ia kenakan dilehernya. Katty memandang ke atas kearah langit yang sangat cerah, namun tak secerah perasaannya yang kini sedang merindu. Oh astaga benar kata orang, jangan pernah merindu karena rindu itu berat.
Ingin rasanya ia melepaskan Theo dan kembali kepada Tiger, dengan Theo ia seolah seperti pembohong besar yang setiap saat berpura-pura mencintainya. Nyatanya perasaannya hanya untuk Tiger seorang bukan untuk Theo. Perasaan untuk Theo hanya sebuah obsesi untuk membuat si Micin iri.
Katty semakin frustasi ketika Katty harus terus berpapasan dengan Tiger yang selalu mengajar di tempatnya. Ia sering kali melihat Diana makan bersama dengan Tiger di kantin kampus.
Sama halnya dengan Katty, Tiger pun tidak suka ketika melihat kebersamaan Katty dengan Theo. Ingin sekali ia melawan semesta agar ia dapat bersama dengan Katty.
Seperti saat ini keduanya berpapasan, keduanya saling menatap dengan tatapan tidak suka. Ingin rasanya Tiger memotong tangan pria yang saat ini menggenggam tangan wanita yang ia cintai.
Oh astaga, mengapa dunia tidak adil terhadap mereka? mengapa cinta harus hadir diantara mereka apabila mereka tidak dapat bersama?
" Sayang, kamu mau makan apa?" tanya Theo.
" Samain saja sama kamu," jawab Katty dengan mata terus memandang kearah Tiger dan Diana.
Theo pun meninggalkan Katty untuk memesan makanan. Sementara Katty masih menatap Tiger yang sedang makan bersama Diana. Wanita itu membersihkan noda di bibir Tiger dengan ibu jarinya.
Oh astaga Katty ingin sekali menarik rambut wanita itu, tak lama kemudian Theo datang membawa makanan mereka.
" Spaghetti carbonara favorit kamu habis Yank, jadi aku beli pasta yang lain," ucap Theo merasa bersalah.
" Tidak apa-apa, ini juga sudah cukup," jawab Katty mengulas senyum.
" Enggak, kenapa memangnya?" tanya Katty sambil tersenyum kepada kekasihnya.
Tiger yang merasa kesal, ia membalas dengan bersikap manis kepada Diana. Pria itu mengusap sisa saus yang berada di dekat bibir Diana, membuat Diana salah paham.
" Kenapa kau tidak mengatakan ada saos di bibirku?" tanya Diana dengan wajah memerah. Ia merasa tersanjung Tiger bersikap manis kepadanya.
Pertama kalinya pria lalu dan dingin seperti Tiger Tan bersikap manis seperti tadi. Diana berharap Tiger akan mulai mencintainya seiring berjalannya waktu.
Katty memicingkan matanya menatap tingkah Tiger yang menurutnya sangat menyebalkan. Ia tahu pria itu pasti saat ini sengaja ingin membuatnya cemburu. Tanpa Katty sadari ia terlalu banyak menuangkan saus sambal ke atas makanan miliknya.
" Sayang, kamu melamun ?" tanya Theo curiga.
" Aku suka sambal sayang," kilah Katty tersenyum kikuk.
" Enggak banyak kayak gitu juga, pokoknya kamu harus kurangin enggak baik," protes Theo begitu perhatian sambil mengambil beberapa sendok saos dari makanan Katty.
" Iya, " jawab Katty terlihat seperti anak kecil yang sedang dimarahi oleh kakaknya.
Tiger melihat begitu tulusnya Theo kepada Katty, namun ia masih tidak rela Katty di miliki oleh orang lain. Rasanya ia ingin melawan semesta agar dapat bersama dengan gadis yang ia cintai.
.......
Jangan lupa like komen dan vote bestie 💕 Calangheyo 🤗