My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 67 : Hari Keberuntungan



Benar saja sampai tengah malam, Maemunah dan Alma tidak bisa tidur, mereka saling bercerita tentang kejadian-kejadian yang mereka lalui selama dua minggu ini.


Alma menceritakan kisahnya di Jakarta dan di Kazakhstan bersama Akio, dan saat mengikuti Olimpiade, saat mereka berdua menjadi peraih medali emas bersama seorang lagi teman mereka dari Bandung yang bernama Banu. Alma juga menceritakan tentang Banu yang menyukainya, tentang Banu yang dihajar oleh Akio di restoran dan juga tentang Lidya yang menyukai Akio, juga tentang ciuman perpisahan mereka.


Maemunah mendengarkan dan sesekali berkomentar dan memberi saran. Sebagai seorang ibu, Maemunah tahu Alma cemburu pada Lidia, juga bisa mengerti mengapa Akio sampai menghajar Banu, mereka berdua sama-sama terserang gejala cemburu akut, sehingga tidak bisa mengontrol emosi diri.


Maemunah bisa mengambil kesimpulan dari cerita Alma, jika Alma dan Akio masih saling mencintai, dan tidak bisa melihat pasangan mereka disukai orang lain. Tentu saja itu wajar sebagai sepasang suami istri, justru akan menjadi aneh jika rasa cemburu itu tidak ada.


" Dari cerita kamu, sepertinya Akio memang sedang tidak fokus saat diajak bicara oleh Lidia, karena itulah dia tidak bisa menghindar saat Lidia tiba-tiba menciumnya".


" Kamu tidak boleh marah berlarut-larut kepadanya. Kasihan Akio, dia sudah harus tidur terpisah denganmu selama dua minggu, tapi setelah pulang, kalian malah tidur sendiri-sendiri".


Alma memang tidak menceritakan jika sebenarnya dia dan Akio terkadang curi-curi waktu untuk bersama-sama saat berada di hotel Jakarta. Namun tidak saat di Kazakhstan, karena Akio sekamar bertiga dengan dua kawannya yang lain.


" Seandainya ibu berada di posisi Alma, apa ibu akan dengan mudah memaafkan ayah meski ibu melihat dengan mata kepala ibu sendiri ayah dicium gadis lain yang jelas-jelas menyukainya?". Alma menanyakan pendapat ibunya, jika ibunya berada diposisi yang sama dengannya.


" Tentu saja, ibu bahkan tidak akan marah pada ayahmu, karena ibu tahu itu bukan ciuman, tapi di cium secara tiba-tiba, antara ciuman dan dicium itu berbeda sayang".


" Ciuman itu jika keduanya sama-sama sadar dan sama-sama mau melakukannya, sedangkan pada kasus Akio dan gadis itu, Akio tidak menginginkannya dan dalam keadaan yang tidak siap, bisa dibilang seperti kecolongan".


Maemunah masih terus membela Akio, membuat Alma heran, kenapa ibunya begitu membela anak mantunya itu dari pada membela anak sendiri.


Dan usut punya usut, ternyata sebelum masuk ke kamar, Akio lebih dulu menemui Maemunah dan menceritakan tentang kemarahan Alma kepadanya, tentang dirinya yang semalam terpaksa tidur terpisah demi melakukan saran supir mobil online. Alma memang sudah mendingan tidak se jutek kemarin-kemarin, namun masih saja irit bicara pada Akio, belum wajar seperti biasanya. Akio minta bantuan sang ibu agar Alma bisa memaafkannya.


Akio berjanji akan lebih fokus agar kejadian seperti kemarin bersama Lidia tidak terulang lagi, baik dengan orang yang sama ataupun dengan gadis lainnya.


Maemunah tahu dan sadar diri jika Akio, anak mantunya memang masih sangat muda, dia pintar, tampan dan juga kaya, jadi sudah pasti akan banyak sekali gadis yang menyukainya. Dan tipe gadis itu sangat beraneka ragam, ada yang malu-malu kucing, ada yang berani langsung mengungkapkan perasaannya, tapi ada juga yang menyukai hanya dalam hati, tidak berani mengungkapkan.


Menurut Maemunah Lidia tipe gadis pemberani, dia juga cerdas sama seperti Alma, buktinya dia ikut ke Kazakhtan mewakili delegasi dari Indonesia di olimpiade sains internasional. Mungkin bisa jadi jika Akio belum mengenal Alma, dia akan tertarik pada Lidia. Untungnya Alma lebih dahulu bertemu dengannya. Jadi dialah yang menjadi pilihan Akio. Akio tipe pria yang setia, jika sudah menyukai satu gadis, maka sudah hanya itu, itulah yang bisa Maemunah ketahui selama ini.


" Sekarang kita tidur, lihatlah kita terus mengobrol sampai tidak sadar sudah jam 2 pagi. Besok kamu harus berangkat sekolah, jadi harus bangun pagi, ibu tidak mau kita kesiangan bangunnya".


Maemunah mematikan lampu terang, dan menyalakan lampu duduk yang ada di meja kecil di samping ranjang.


Alma pun memejamkan mata, dan langsung tertidur dengan pulasnya, karena sebenarnya sejak pulang dari kafe, Alma sudah sangat lelah dan mengantuk, hanya saja kedatangan ibu dan adiknya membuat Alma kembali bersemangat. Apalagi bisa bercerita pada ibunya tentang keadaannya sungguh membuat beban di hati terasa lebih ringan.


" Ternyata kamu sudah ngantuk banget, sejak tadi kamu tahan-tahan demi bisa ngobrol lama dengan ibu", Maemunah mengusap-usap kepala Alma yang sudah tidur pulas.


Kemudian berpindah menatap Bara yang tidur di samping Alma, memang Alma berada di tengah-tengah ibu dan Bara. Dan Bara sudah tidur terlebih dahulu seja jam 9 malam. Itu membuat Alma dan Ibunya lebih leluasa untuk saling bercerita, meski pada akhirnya lebih banyak Alma yang bercerita, karena Maemunah tidak menceritakan apapun tentang kesehariannya selama dua minggu ini.


Tidak ada kejadian yang menarik dan penting yang perlu diceritakan pada Alma, karena hanya sebuah rutinitas mengelola kios loundry, jadi merek berdua lebih banyak Alma yang bercerita. Bahkan sampai larut malam, masih banyak yang belum Alma ceritakan, seperti saat dirinya mengikuti tour di hari terakhir di Kazakhstan, bahkan oleh-oleh untuk Ibu dan Bara belum sempat di bahas tadi. Alma baru menceritakan tentang olimpiade dan teman-teman yang lain.


***


Pagi-pagi sekali Alma terbangun karena mencium bau masakan khas seperti saat dirinya berada di rumah sendiri. Alma membuka mata dan mendapati Bara yang masih meringkuk disampingnya, Alma turun dari ranjang dan menuju dapur.


Benar saja, ibunya sedang memasak sarapan untuk semua, awalnya si bibi yang bekerja di rumah Akio melarang, takut majikannya marah, karena membiarkan mertuanya masak, tapi Maemunah memaksa, dan akan bertanggung jawab jika sampai Akio marah pada para pembantu.


" Ibu bangunnya pagi-pagi sekali?, padahal semalam kan kita baru tidur jam 2 pagi, dan sekarang baru jam 6, tapi ibu sudah selesai memasak ayam bakar, tumis kangkung dan sambel terasi".


" Pasti Alma akan sarapan banyak sekali ibu, semuanya terlihat sangat menggugah selera, Alma mandi dan siap-siap terlebih dahulu".


Alma pun berjalan cepat menuju kamarnya, tepat saat Akio keluar dari kamar dengan mengenakan seragam sekolah dan menggendong tas ranselnya.


" Pagi sayang", Akio mengecup kening Alma, dan Alma menerima kecupan itu, membuat Akio tersenyum sumringah pagi ini. Misinya membuat Alma melupakan kemarahannya sudah berhasil, dan itu membuat Akio sangat bahagia.


" Aku mau mandi dulu, kamu tunggu di meja makan, nanti selesai aku mandi kita sarapan bersama".


Dan Akio semakin tersenyum lebar karena Alma sudah mengajaknya bicara.


" Oke sayang, aku tunggu di meja makan bersama ibu".


Akio berjalan menuju meja makan, namun Maemunah kembali masuk kamar membangunkan Bara yang masih meringkuk diatas kasur.


Bara mudah dibangunkan karena takut dimarahi Maemunah jika kesiangan, dan langsung mandi di kamar mandi yang berada di dalam kamar.


Saat Bara dan ibunya keluar dari kamar, saat itu juga Alma keluar kamar sudah mengenakan seragam sekolah dan juga sweater kuning kesukaannya.


" Cantik sekali putri ibu setelah mandi", Maemunah memuji putrinya sendiri.


" Putri siapa dulu dong, putri ibu", ucap Alma sambil merangkul ibunya menuju meja makan.


Akio sudah menunggu selama 15 menit di meja makan, tapi dengan membaca beberapa laporan dari yayasan yang dikirim kemarin siang. Karena Akio baru sempat membacanya, dan ternyata semuanya sangat baik. Keberhasilan dirinya dan Alma menjadi juara olimpiade membuat nama Pelita Jaya menjadi trending, dan menjadi kelas incaran para anak pejabat dan anak-anak pengusaha sukses.


Itu akan sangat menguntungkan bagi yayasan. Dan Akio merasa dirinya sangat beruntung hari ini, mendapatkan laporan yayasan yang membahagiakan, juga mendapatkan senyuman Alma kembali.


" Kita makan, setelah itu antar ibu pulang, baru kita berangkat ke sekolah". Akio memberi tahu rencana perjalanan mereka.


" Baiklah semangat, hari ini hari kamis, dan masih ada hari esok sampai kita bisa istirahat di liburan akhir pekan", Alma berusaha menyemangati dirinya sendiri karena sebenarnya dia merasa lesu karena kurang tidur semalaman.