My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
5



Yuna terpana akan kamar tamu nya. Ini sungguh sangat-sangat bagus. Ranjang king size, kamar mandi dalam, balkon luar yang terhubung langsung ke taman belakang.


"Wah, Kamar nya bagus sekali kak!" Yuna masih berkeliling kamar itu dan Aldo menatap Yuna dengan tatapan yang entah apa maksud nya.


"Yasudah kalau begitu, kamu boleh langsung istirahat saja." Yuna hanya menganggukan kepala tanpa mengerti.


Langsung saja Yuna merebahkan diri nya di ranjang setelah melihat Aldo keluar dari kamar itu. Tapi Yuna segera sadar tujuan awal nya untuk kemari, bukan untuk bersenang-senang, tetapi untuk mencari fakta tentang Aldo.


"Rencana apa selanjut nya ya?" Yuna berpikir keras, namun tak juga menemukan ide.


"Percuma memiliki otak cerdas jika saat begini tidak ada guna nya!" Yuna lelah, dan langsung terlelap masuk ke dalam mimpi.


**********


Aldo mengintip lewat kaca balkon Yuna yang terbuka. Aldo menyeringai, mengetahui rencana Yuna untuk mengetahui identitas asli nya. Yuna seperti nya tidak tahu, kalau Aldo dapat membaca pikiran nya.


Walau tahu akan rencana Yuna, Aldo membiarkan nya mengetahui nya identitas asli nya. Walau dia akan menerima hukuman dari planet nya, namun dia tak peduli.


"Seperti nya sudah tinggal di bumi selama bertahun-tahun, sikap manusia kini melekat padaku." Aldo mengakui nya bahwa dia menyukai Yuna saat pertama kali dia melihat nya. Aldo berniat ingin melanggar peraturan walau sekali saja.


"Tak boleh mencintai manusia? Hahaha bullshit. Aku bahkan tak peduli lagi akan hal itu." Peraturan dari planet nya yang sangat ketat membuat nya merasa terkekang.


Aldo melihat Yuna sudah bangun dari tidur siang nya. Dia sudah menyiapkan cemilan untuk di makan Yuna, untuk menunda lapar nya sampai makan malam.


"Yuna," Panggil Aldo sambil melambaikan tangan nya. Yuna tersenyum dan menghampiri Aldo yang duduk di halaman itu.


"Wah, kakak tau aja kalau aku lagi lapar." Mara Yuna berbinar melihat semua makanan yang ada di atas meja kecil itu. Yuna duduk dan mulai memakan nya. Aldo hanya memperhatikan Yuna makan sambil tersenyum.


"Kakak tidak mau makan?" Aldo hanya menggeleng kan kepala nya tanda tidak mau.


"Yasudah kalau begitu, aku saja yang habiskan."


"Iya, habiskan saja."


**********


19.08 WIB


Saat ini Yuna sedang berada di kamar Aldo yang letak nya berada di lantai atas. Kamar nya sangat luas dengan nuansa warna gelap yang membuat aura lelaki Aldo makin terlihat.


"Kamar kakak luas ya, seperti nya enak kalau tidur disini." Yuna berbicara masih sambil berkeliling kamar Aldo. Yuna keluar menuju balkon dan melihat sekitaran komplek yang sangat sepi. Yuna merinding karena kedinginan dan kembali masuk ke dalam kamar.


"Kalau mau tidur disini saja. Nanti biar saya tidur di kamar tamu." Yuna menggeleng kan kepala nya tanda tidak setuju dengan hal itu.


"Kamu sudah lapar? Bagaimana kalau kita makan?" Yuna langsung semangat saat mendengar akan makan.


"Ayo kak, makan di pinggir jalan aja. Aku tau tempat makan yang enak di mana." Aldo hanya mengikuti Yuna kemanapun dia pergi. Mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju tempat makan yang lumayan ramai saat di malam hari.


Tak lama mereka sudah sampai. Tempat nya sangat ramai dan harus mengantri untuk membeli nya.


"Bagaimana kita makan di restoran aja, dekat sini ada restoran enak." Yuna menggeleng tidak setuju.


"Aku makan ini, kita makan dirumah deh." Aldo pasrah saja dan berjalan mengikuti Yuna pergi.


📍 Kediaman Aldo


"Enak kan kak mie ayam nya?" Tanya Yuna,


"Iya enak." Yuna tersenyum dan melanjutkan kembali makan nya.


"Aku ambil minum dulu kak." Aldo mengangguk,


Saat mengambil minum, Yuna melewati ruangan yang sempat dia lihat. Yuna berinisiatif untuk melihat nya kembali, menuruni tangga dengan perlahan-lahan agar tidak bersuara sedikit pun. Saat sampai di depan pintu, Yuna mencoba untuk membuka pintu nya namun tidak bisa. Yuna mencoba berkali-kali namun tidak bisa.


"Kenapa tidak bisa? Atau di kunci?" Gumam Yuna karena gagal kembali untuk membuka pintu itu.


"Mungkin kamu butuh ini?" Yuna menoleh secara cepat karena terkejut Aldo tiba-tiba sudah ada di atas tangga melihat diri nya sambil tersenyum. Yuna ketakutan, wajah nya sudah pucat pas, hanya bisa berdiam diri dan tak dapat bergerak sedikitpun.


"Kamu tidak perlu tegang seperti itu. Santai saja, kamu ingin melihat nya kan? Silahkan!" Aldo membuka pintu itu setelah memasukkan kunci nya dan membuka nya.


"Ayo mari masuk!" Yuna melangkah karena ditarik paksa oleh Aldo. Keringat dingin sudah bercucuran di pelipis nya.


Aldo menyalakan lampu masih dengan memegang pergelangan tangan Yuna yang berkeringat karena ketakutan.


Yunq melihat nya dengan teliti, ternyata hanya ruangan santai yang di khususkan untuk Aldo.


Tapi tak mungkin ini hanya ruangan biasa, aku mencium bau anyir saat itu


"Maaf kak, aku lancang!" Yuna menunduk merasa bersalah. Aldo langsung saja memeluk Yuna untuk menenangkan nya. Tubuh Yuna masih tegang dan perlahan-lahan sudah mukai rileks.


Aldo ingin melepaskan pelukan nya namun Yuna makin mengeratkan pelukan nya. Memeluka Aldi dengan nyaman dan tanpa sadar Yuna tertidur sambik berdiri memeluk Aldo.


"Yuna? Yuna? Kamu tidur? Hey!" Tak kunjung dapat jawaban, Aldo menggendong Yuna ala bridal style dan membawa Yuna kek kamar milik nya. Menaruh nya perlahan-lahan di ranjang agar Yuna tidak terbangun.


Aldo turun ke lantai dasar untuk membersihkan makanan mereka dan membuang nya di tempat sampah. Aldo merasa bersalah karena telah menyembunyikan fakta itu. Tetapi, Yuna tidak seharus nya tau. Aldo pun merasa belum siap. Dan Aldo pasti akan kembali ke planet nya, karena pengetahuan di sini sudah cukup bagi nya untuk kehidupan planet nya yang lebih maju.