
Tak terasa, hari libur sekolah tiba. Yuna sudah bersiap untuk mengajak Aldo sarapan bersama.
tok...tok...tok
Tak lama, Aldo membukakan pintu untuk Yuna dan mempersilahkan untuk masuk kedalam rumah nya. Saat memasuki rumah nya, Yuna mencium bau yang sangat tidak asing. Bau anyir seperti darah. Namun tempat ini kelihatan sangat bersih dan tidak kumuh sama sekali.
"Kak, ini bau apa ya?" Yuna bertanya untuk menghilangkan rasa penasaran nya.
"Memang nya bau apa? Saya tidak mencium bau apapun." Bantah Aldo,
"Mungkin aku salah cium kali ya. Kayak bau darah gitu." Ucap nya, Aldo hanya menganggukan kepala nya dan menaiki tangga untuk ke kamar nya.
Yuna berkeliling perlahan-lahan untuk melihat ruangan dirumah ini. Karena Yuna setiap ke rumah Aldo hanya duduk di sofa ruang tamu.
"Ruangan apa itu? Bau nya seperti dari tempat ini." Gumam Yuna sambil menuruni tangga untuk menuju ke depan pintu. Namun Langkah nya terhenti saat Aldo memanggil nya. Yuna langsung berlari keluar dari tempat itu dan menemui Aldo.
"Habis darimana kamu?" Yuna berusaha bersikap tenang agar Aldo tidak mencurigai nya.
"Hanya dari halaman belakang saja. Kelihatan bagus taman nya, jadi aku kesana." Aldo hanya mengangguk dan mengajak Yuna untuk segera pergi dari rumah nya.
Di dalam perjalanan Yuna masih saja memikirkan ruangan tersebut. Rasa penasaran nya belum menghilang, bahkan rasa penasaran nya semakin tinggi akan tingkah Aldo.
Yuna belum pernah melihat Aldo makan sesuatu. Yuna selalu melihat Aldo minum saja. Bahkan saat pergu untuk berjalan-jalan pun, Aldo hanya selalu banyak minum tanpa makan sesuatu.
"Kamu mau makan apa?" Aldo tidak mendapat jawaban apapun dari Yuna. Memanggil nya berkali-kali namun tidak ada sahutam dari Yuna. Sampai Aldo kesal karena diabaikan dan menepuk pundak Yuna dengan sedikit kencang. Yuna tersadar dan menoleh ke arah Aldo.
"Maaf, kenapa kak?" Aldo menghela napas panjang untuk menenangkan diri nya.
"Tadi kakak tanya mau makan apa?"
"Makan bubur ayam saja kak di taman depan itu." Aldo memgangguk dan mencari tempat parkir yang memang sudah di sediakan disana.
Mereka turun saat sudah sampai di taman dan berjalan ke penjual bubur ayam.
"Kakak gak makan?" Aldo menggeleng,
"Kakak gak biasa sarapan." Yuna mengangguk mengerti.
"Lain kali kalau mau ke sekolah bareng saya saja."
"Iya deh, irit ongkos." Aldo hanya tersenyum dengan tingkah polos Yuna yang menurut nya menggemaskan.
**********
"Kak, ini sudah benar semua kan?" Aldo mengambil buku Yuna dan memeriksa tugas nya.
Yuna mendesah pelan karena kelelahan. Sehabis sarapan, dia ingin sekali berkeliling. Namun, Aldo melarang nya karena Yuna memiliki tugas yang akan dikumpulkan pada hari pertama bersekolah. Dan disinilah mereka, di rumah Aldo.
"Sudah benar semua, kamu istirahat saja." Yuna bangkit dari tempat duduk nya berniat ingin ke taman belakang rumah Aldo.
"Asri banget di sini. Bunga nya juga bagus-bagus, terawat dengan baik. " Yuna berkeliling di taman belakang rumah Aldo dan tak sengaja mata nya menemukan sesuatu benda yang kecil tergeletak di atas rumput.
"Ikat rambut? Milik siapa ini? Gak mungkin punya kak Aldo kan?" Yuna kembali teringat akan bau menyengat tadi pagi.
"Apa ada sesuatu yang di sembunyikan sama kak Aldo?" Yuna mulai penasaran kembali. Gelagat Aldo memang sungguh tidak seperti manusia biasa. Pikiran gila mulai menyerang otak Yuna.
"Atau jangan-jangan kak Aldo itu alien yang menyamar sebagai manusia? Sepeti di cerpen yang pernah aku baca dulu. Yang memakan jantung manusia?"
"Siapa yang alien?" Aldo datang dengan wajah dingin dan intonasi suara yang berbeda. Yuna merinding, merasa hawa nya yang semakin dingin ini membuat Yuna ketakutan.
"Eng... itu... aku jadi teringat cerpen yang pernah aku baca saat kecil." Yunab berbicara dengan suara kecil nyaris tak terdengar. Badan Yuna lemas karena ketakutan, tapi dia berusaha untuk menopang badan nya agar tidak terjatuh dan segera kembali kerumah nya.
"A... a... aku pulang dulu kak, sampai jumpa." Yuna langsung berlari keluar dari rumah Aldo yang menjadi menyeramkan.
Rasa penasaran Yuna semakin menjadi. Dengan semua fakta yang pernah di alami Yuna, memang sangat mirip. Yuna akan terus mencari tahu sampai mendapatkan fakta yang dia inginkan.