My Boyfriend Is An Alien

My Boyfriend Is An Alien
Episode 82 : Pindah Kelas



Akio dan Alma pulang ke rumah karena hari sudah sore. Alma pun langsung membersihkan diri dan berganti pakaian.


" Kenapa Steven dan yang lain tidak ikut pulang bersama kita?", Alma yang tadi tetap berada di luar ruangan jadi tidak tahu keputusan dari pihak berwajib kepada Steven dan kawan-kawannya.


Apalagi tidak sengaja Alma tertidur saat duduk di kursi panjang di kantor polisi tadi, dan saat di mobil, dia tidak terlalu banyak bicara karena Alma kaget saat dibangunkan dari tidurnya , dan kepalanya sedikit pusing.


Namun setelah mandi dan berganti pakaian, Alma merasa lebih fresh dan rasa pusing dikepalanya sudah agak mendingan.


" Mereka tetap di tahan di kantor polisi".


" Aku sudah memberikan jaminan, juga menyewakan pengacara terbaik. Namun kesalahan mereka memang cukup fatal, apalagi yang melaporkan bukan hanya satu dua orang saja, tapi belasan".


" Dan mereka memiliki bukti yang memberatkan Steven dan yang lain".


" Mungkin ini jalan terbaik untuk mereka, daripada mereka terus berkeliaran dan melakukan penipuan ".


Alma menunduk merasa kasihan pada mereka.


" Ternyata bukan hanya manusia saja yang mempunyai sifat berbeda-beda, makhluk Mesier juga sama, tidak semuanya baik seperti kamu, ada juga yang menjadi penipu. Yang sangat disayangkan, Steven jadi ikut terbawa mereka menjadi tahanan di kantor polisi. Padahal setahuku Steven itu mempunyai sifat yang baik sepertimu".


Pandangan Alma menatap nanar merasa kasihan pada Steven.


" Aku sudah pernah membicarakannya sebelumnya dengan Steven, jauh sebelum ada kasus ini, karena aku bisa membaca isi hati mereka makhluk Mesier yang datang bersama Steven".


" Tapi entah kenapa Steven tidak berhati-hati, dia malah asyik diajak iseng oleh mereka berlima".


Entah mendapat bayangan dari mana, tiba-tiba Alma berpikir jika cerita mereka tentang planet Mesier yang hancur, ada kemungkinan juga adalah suatu kebohongan.


" A.... pernah nggak kamu berfikir jika cerita mereka tentang planet Mesier yang hancur itu juga hanyalah suatu kebohongan?".


Akio tersentak mendengar ucapan Alma. Selama ini dirinya tidak pernah berpikir demikian, karena mereka berlima bercerita dengan sangat serius. Namun jika benar mereka berlima berbohong. Berarti planet Mesier masih ada.


Tapi Akio juga bisa mengetahui isi hati dan pikiran mereka, kalau mereka merancang sebuah kebohongan besar, bukankah seharusnya bisa terbongkar karena kemampuan membaca pikiran Akio.


Tapi tidak terbaca ada kebohongan dari cerita mereka. Karena itulah Akio mau menampung mereka, karena merasa kasihan. Seandainya mereka tetap tinggal di vila dan tidak memilih berkeliaran di tempat umum. Mungkin mereka tidak akan menjadi tahanan seperti saat ini.


Namun nasi sudah menjadi bubur, Akio sudah berusaha membantu mereka agar bebas, meski hasil nya tidak sesuai dengan ekspektasi. Mereka harus tetap di tahan, dan mendengar penjelasan dari pak polisi tadi siang, kemungkinan mereka akan menjadi tahanan selama 2 tahun.


***


Pagi pun tiba, sinar matahari menelusup melalui celah-celah fentilasi kamar. Bunyi rintik hujan yang terdengar semalaman sudah tak lagi terdengar. Sepertinya diluar sudah terang, dan cuaca mendung telah sirna, berganti cuaca yang cerah dan hangat.


Usai berdiskusi berdua dikamar antara Alma dan Akio semalaman, mereka pun baru bisa tidur pukul 11 malam, itupun tentu saja dengan melakukan olahraga malam terlebih dahulu diatas kasur.


Meski pikirannya sedang dipenuhi dengan kasus Steven dan yang lain, Akio masih tetap saja Akio.... yang 'miliknya' akan terbangun jika Alma sedikit saja menyentuhnya. Meski itu tak disengaja.


Pergumulan panas yang terjadi ditengah hujan lebat yang mengguyur wilayah sekitarnya. Membuat hawa dingin kerena hujan tak dirasakan, berganti dengan hawa panas usai pergumulan.


Akio membunyikan klakson mobil Mercedes Benz warna putih milik Alma.


" Hari ini kita pakai mobil baru milikmu ke sekolah. Aku menyuruh Pak supir mengantar bibi ke pasar, jadi kita berangkat sendiri hari ini".


" Nanti tidak usah turun di pertigaan lagi, lagian kasus itu sudah tidak ada yang mengingatnya, jadi kamu tidak perlu terus merasa malu".


Alma masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah terbuka dari dalam, karena Akio yang membukakannya.


Akio tersenyum tipis melihat ekspresi Alma yang dibuat-buat sok tegar.


" Baiklah... pasang seatbelt nya ,kita berangkat!", seru Akio dengan bersemangat.


Kejadian tidak menyenangkan hati kemarin tidak perlu di ingat-ingat terus, lagian jika dipikiran hanya akan membuat mood hari ini menjadi rusak. dan Akio tidak ingin sepagi ini moodnya menjadi rusak hanya karena mengingat kejadian dihari kemarin.


Mobil baru Alma sampai di parkiran, beberapa anak yang juga membawa mobil menatap kagum dengan mobil baru yang masih sangat mulus itu. Mereka menatap tanpa berkedip penasaran dengan pemiliknya. Saat Alma dan Akio turun semua yang melihat langsung bergosip, dan berita mobil baru yang dibawa Akio langsung menyebar ke seluruh antero sekolah.


" Seneng yang punya pacar kaya, tiap hari diantar jemput pakai mobil mewah, dan gonta ganti pula". Sindir salah seorang teman Alma yang sebenarnya naksir Akio tapi tidak pernah ditanggapi oleh Akio.


Akio langsung duduk di kursinya, dan menarik kursi Alma agar Alma duduk dan tidak memperdulikan ocehan gadis sirik tadi.


" Sampai kapan aku harus terus mendengar kalimat-kalimat sindiran semacam itu, meski aku sudah kebal dan terbiasa, tapi hatiku sebenarnya sangat sakit jika ada yang mengatakan hal semacam itu", batin Alma dengan ekspresi wajah dibuat tersenyum, meski matanya sudah berkaca-kaca.


" Jangan di dengarkan, anjing menggonggong kafilah berlalu". ujar Akio menghibur Alma.


Tak lama kemudian bel masuk pun berbunyi, wali kelas Alma dan Akio masuk ke kelas, dan menyampaikan sebuah pengumuman penting.


" Kelas kita akan kehilangan dua murid berprestasi yang juga adalah siswa-siswi terbaik, karena pengajuan akselerasi kelas mereka diterima, mereka mampu mengerjakan soal-soal kelas 12, dan akan sangat disayangkan jika kemampuan mereka harus disia-siakan dengan mengikuti pelajaran kelas 11 selama setahun ini".


" Akio dan Alma, mulai besok, kalian berdua sudah tidak lagi berada di kelas ini, karena pengajuan akselerasi kelas kalian sudah di setujui oleh semua pihak. Besok kalian bisa masuk kelas 12 IPA 1".


" Dan terimakasih, sudah pernah menjadi murid dikelas bapak, semoga kedepannya, kalian berdua bisa terus membawa nama harum SMA Pelita Jaya".


Semua mata langsung tertuju pada Alma dan juga Akio yang duduk depan belakang. Ternyata tahun ini Alma dan Akio di ajukan untuk mengikuti program akselerasi kelas. Beberapa hari yang lalu pengajuan diterima, dan beruntung mereka berdua bisa langsung menyamai anak kelas 12.


Akio tersenyum tipis mendengar pengumuman itu, dan ucapan selamat langsung ramai terdengar di kelas itu.


" Kalian memang hebat !".


" Setelah ini kami akan menjadi adik kelas kalian".


" Wah sudah nggak ada yang bisa dimintai contekan PR dong, kalau Alma pindah kelas".


" Nyebelin banget sih, kenapa Akio harus pindah dari kelas ini, kelas yang tadinya terang benderang mendadak jadi suram, karena aura positif nya pergi", gumam gadis yang mengagumi Akio.


Dan masih banyak selorohan lain yang terdengar di kelas itu, membuat kelas seketika menjadi ramai dan berisik.


" Memang berat kehilangan teman yang asyik dan berprestasi seperti mereka berdua, bapak sendiri sebagai wali kelas juga ikut bersedih".


Ekspresi wali kelas Alma memang benar-benar sedih, sebenarnya bukan karena kepindahan Alma dari kelasnya, tapi karena harapannya menjadi Wali kelas terbaik tahun ini mungkin akan pupus, karena dua murid terbaiknya harus pindah dan naik kelas dalam waktu beberapa bulan saja.


" Bapak harap kalian berdua terus mengingat bapak, yang pernah menjadi wali kelas kalian".


" Huuuuuu....!", sorakan murid-muridnya di kelas pun tak terhindarkan, karena sikap wali kelas mereka yang terlalu lebay.


" Kalian tidak perlu bersorak seperti itu, bapak akan keluar, karena guru bahasa Inggris yang akan mengajar kalian di jam pertama sudah menunggu di luar sejak tadi. Selamat belajar anak-anakku!".


Si wali kelas keluar dari kelas dan mempersilahkan guru bahasa Inggris untuk masuk.


" Good morning all....!", sapa guru bahasa Inggris saat memasuki kelas.


" Morning Miss...!", jawab murid-murid di kelas serempak, dan pelajaran bahasa Inggris pun dimulai.