
Alma sampai menitikkan air mata karena saking terharunya melihat surprise yang dipersiapkan teman-teman dan juga wali kelasnya.
Suasana hatinya yang sedang tidak baik seketika terobati karena kejutan yang dilakukan teman-temannya. Alma masuk ke dalam kelas sambil dirangkul Feni yang berada di barisan paling depan saat Alma masuk.
Pak Bayu menyambut di depan kelas sambil membawa tumpeng kecil dengan puncak yang diberi ornamen bendera merah putih kecil yang dibuat dari kertas oleh teman-teman Alma.
" Ini adalah nasi tumpeng sebagai simbol ungkapan rasa syukur kepada Tuhan karena sudah membantu kalian berdua menjadi seorang juara olimpiade sains internasional, ini sungguh pencapaian luar biasa semenjak bapak menjadi wali kelas di SMA Pelita Jaya".
" Baru pernah bapak sebangga ini pada diri bapak sendiri, pencapain pribadi sudah sering bapak raih, tapi pencapaian karena berhasil mendidik orang lain, itu rasanya sesuatu sekali".
Pak Bayu menyalami Alma dan juga Akio yang berdiri dibelakang Alma.
" Ayo kalian berdua potong tumpeng nya bareng-bareng ya, karena cuma pesen 1, dan waktu perwalian di kelas juga cuma 15 menit. Jadi harus gerak cepat".
" Sebelumnya mari kita baca doa menurut kepercayaan masing-masing, yang beragama Islam mari kita baca surat alfatihah bersama, semoga kedepannya kita semua menjadi pribadi yang lebih baik lagi, alfatihah....".
Semua pun membaca surat alfatihah dan juga berdoa menurut keyakinannya bagi yang non muslim. Usai pembacaan alfatihah selesai Alma dan Akio maju kedepan dan memegang spatula bersama.
Akio yang biasanya berwajah dingin kali ini tersenyum lebar, terlihat begitu tampan dan mempesona. Pasalnya surprise ini sangat menguntungkan untuknya, Alma jadi tersenyum dan mau disentuh olehnya. Sejenak Alma melupakan kemarahannya, dan Akik berharap, semoga sampai acara surprise ini berakhir, Alma tidak kembali marah dan jutek kepadanya.
Potongan tumpeng paling atas diberikan untuk Pak Bayu sang wali kelas. Semua teman sekelas Alma juga kebagian sedikit-sedikit, karena hanya sebagai formalitas, mereka semua sudah sarapan dirumah masing-masing sebelum berangkat ke sekolah. Tapi sebagai tanda kebersamaan, setiap anak menyomot nasi tumpeng beserta lauk hanya satu suapan saja.
" Sekarang saatnya Alma atau Akio memberi sambutannya", ucap Ronal si ketua kelas, mempersilahkan salah satu dari sang juara menyampaikan sepatah kata.
Tentu saja Alma yang maju dan semua teman-teman duduk di bangkunya masing-masing, kecuali Akio yang masih berdiri di samping Alma bersama Pak Bayu yang sedang menikmati nasi tumpeng pemberian dari Alma tadi.
" Sebenarnya saya tidak tahu mau ngomong apa di depan kalian semua".
" Saya dan Akio hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih pada teman-teman dan juga Pak guru, Buguru semua yang sudah mendoakan kami, hingga kami meraih pencapaian di luar prediksi kami". Alma bicara didepan kelas sambil berkaca-kaca.
" Dapet uang pembinaan juga dong Al, pasti banyak!", celetuk Boy yang selalu kepo dengan hadiah uang tunai yang diterima Alma dan Akio.
Alma menjawab dengan tersenyum sambil mengangguk. " Tentu saja ada, dan jumlahnya ada di surat kabar baik online maupun cetak keluaran hari kemarin".
" Wah, sudah masuk surat kabar ya Al, keren banget kalian berdua, aku bangga sekolah disini, dan sekelas dengan kalian, kesannya jadi seperti aku juga pinter kaya kalian berdua", Feni menutup mulutnya yang tersenyum lebar karena merasa beruntung karena dirinya bersahabat dengan Alma.
" Kalau begitu traktir kita lagi dong Al, itung-itung perayaan buat kemenangan kalian berdua, Alma traktir minumannya, Akio traktir makannya, setuju nggak teman-teman?", kali ini Boy sudah tidak tahu malu. Bahkan meminta persetujuan yang lain agar di traktir Alma dan Akio.
Alma menatap ke Akio, Akio pun tersenyum kembali, benar-benar surprise yang menguntungkan dirinya, bahkan kali ini Alma yang menatapnya terlebih dahulu meminta persetujuan.
Akio pun buka suara, " Baiklah, istirahat nanti kita ke kantin bersama-sama, boleh makan apa saja yang kalian suka, kami berdua yang akan traktir", semua mata langsung terpana, Akio sedikit berubah sepulang dari luar negeri. Dia yang irit bicara dan jarang sekali bicara didepan umum, kini buka suara sambil tersenyum dengan begitu tampan.
" Pak guru juga bisa gabung dengan kami, atau nanti Boy atau Ronal bisa antarkan jatah Pak Bayu ke kantor".
" Boleh juga, nanti Ronal antarkan gado-gado sama jeruk anget ke kantor!".
" Yes Pak !, pesanan pertama gado-gado spesial dan jeruk anget untuk wali kelas super spesial ", Ronal langsung menjawab dengan semangatnya. Pak Bayu pun tersenyum mendengar jawaban Ronal. Benar sekali, masa remaja memang masa yang paling indah, dan akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
" Baiklah anak-anak, tolong ini nanti dibersihkan dulu buat yang jadwal piket hari ini, sebentar lagi jam pelajaran pertama akan dimulai, jadi bapak sudahi acara pagi ini, kalian semua kebanggaan bapak, bapak sayang pada kalian semua!".
Pak Bayu pun meninggalkan kelas, dengan diiringi tepuk tangan meriah dari murid-murid kelasnya. Sepeninggal Pak Bayu beberapa murid yang kebagian jadwal piket langsung membereskan sisa tumpeng yang masih ada di meja depan.
Suasana kelas kembali sunyi ketika guru mapel pertama memasuki kelas. Dan pelajaran matematika dimulai. Guru matematika pun turut mengucapkan selamat kepada Alma dan Akio atas kemenangan mereka berdua. Terutama pada Alma yang mengikuti olimpiade sains di bidang matematika.
Karena kemenangan Alma, membuat namanya turut menjadi terkenal dan menjadi bahan perbincangan semua kalangan. Keberhasilan Alma menjadi keberhasilan juga bagi dirinya.
Semua berpikir Alma se-jenius itu, dan menjadi peraih medali emas tingkat internasional bidang matematika juga merupakan jerih payah dirinya sebagai guru matematika yang mengajar dikelas Alma. Padahal memang dasarnya Alma yang jenius, dan itu menguntungkan sekali bagi dirinya.
Bahkan wujud ungkapan kebahagiaan dan rasa terimakasih, sang guru memberi Alma dan Akio sebuah hadiah berupa pulpen unik, yang di pulpen itu tertulis nama mereka masing-masing, Alma dan Akio.
_
_
Pelajaran matematika selama dua jam pelajaran, disambung mata pelajaran bahasa Inggris dua jam pelajaran juga, membuat semua murid merasa lelah karena otaknya digunakan untuk berpikir lebih keras pagi ini. Rasa lapar pun mulai melanda, dan saat bel istirahat berbunyi, satu kelas itu berbondong-bondong menuju kantin bersama-sama. Sungguh terlihat sangat kompak dan solid. Semua berkat Alma dan Akio yang akan mentraktir mereka di kantin.
Bahkan beberapa anak dari kelas lain yang mengenal Alma pun memberinya selamat saat tak sengaja berpapasan di lorong, juga saat tidak sengaja bertemu di kantin.
Akio kembali ke mode diam, hanya saja terus berada di samping Alma. Seperti seorang bodyguard yang mengikuti majikannya kemana pun majikannya pergi.
Akio sendiri tidak berani mengajak Alma ngobrol terlebih dahulu. Takutnya Alma belum sepenuhnya memaafkan dirinya, dan masih tetap bisa berada di sisi Alma saja sudah lebih dari cukup bagi Akio.
" Al, aku anterin pesenan Pak Bayu dulu ke kantor, tolong ambilkan pesananku kalau sudah jadi, lagi dibikinin sama mbaknya", Ronal bergegas menuju ruang guru, sambil membawa jeruk anget di tangan kiri dan gado-gado di tangan kanan.
" Oke, nanti aku ambilkan pesenan kamu", Alma berdiri dan menunggu mie ayam pesanan Ronal, pesanan dirinya dan juga Akio jadi.
Teman-teman yang lain ada yang sudah mulai makan, tapi ada juga yang masih menunggu pesanannya jadi seperti Alma dan Akio.
Suasana kantin menjadi lebih ramai dari biasanya, dan itu membuat pemilik kantin sangat bersyukur.
Akio sendiri keluar dari kantin sebentar untuk mengambil uang di ATM depan SMA Pelita Jaya, karena dirinya dan Alma tidak membawa uang cash dalam jumlah yang banyak. Bahkan Akio berlari kecil agar cukup waktu.
Hanya 15 menit waktu istirahat pertama, semua kembali ke kelas dengan perut kenyang dan wajah sumringah karena makan dan minum gratis. Alma dan Akio kembali paling akhir karena harus menunggu pemilik kantin menjumlah semua total uang yang harus dibayar Alma.