
"Selamat pagi, sayang!" Sandra kini sudah duduk tenang di kursi makan, melihat putri cantik berjalan ke arah ruang makan membuat senyum wanita itu terbit.
Sandra pun merentangkan kedua tangannya untuk menyambut anak gadis yang mulai tumbuh menjadi gadis remaja yang dikagumi banyak kaum pria.
Sandra mengecupi kedua pipi lembut Aurora juga kening anak gadisnya itu. Wajah Sandra begitu terlihat bahagia dan cerah.
Aurora yang melihatnya terheran, setelah mencium balik kedua pipi sang mommy, Aurora kini duduk di kursi makan, tepat di hadapan β Sandra.
"Mommy tidak menyiapkan sarapan?" Tanya Aurora dengan wajah heran.
Gadis berwajah sangat cantik itu terlihat begitu aneh dengan sikap sang mommy pagi ini.
Biasanya wanita terbaik di kediaman mewah itu sudah sibuk di balik dapur menyiapkan sarapan untuk orang terkasih nya, namun kali ini, wanita itu terlihat bermalas-malasan dengan wajah terus memperlihatkan wajah bahagianya.
Sandra tidak menyahuti pertanyaan sang putri, wanita itu menoleh ke area dapur dan Aurora refleks mengikuti arah pandang mommynya. Gadis yang sudah menginjak usia 17 tahun itu terlihat menganga dengan wajah tidak percaya.
Di sana, gadis itu melihat sang daddy telah sibuk memasak sesuatu dengan keadaan dapur yang sungguh terlihat berantakan, layaknya sebuah kekacauan terjadi akibat gempa bumi.
Mulut Aurora masih menganga sambil menoleh ke depan, menatap lekat sang mommy yang memandangi daddynya dengan wajah begitu berbinar.
"Pagi putri daddy yang cantik!" Austin muncul dari arah dapur dengan sebuah menu sarapan praktis yang ia bawa dengan porsi lumayan banyak untuk tiga orang.
Aurora bungkam dengan mulut yang sudah tertutup rapat, gadis itu menelisik penampilan daddynya yang terlihat begitu berantakan. Wajah yang terdapat bekas noda saus bercampur keringat.
"Selamat mencoba honey!" Seru Austin, membuyarkan Aurora yang masih terbengong.
Gadis itu kini menatap kedua orang tuanya yang terlihat begitu mesra dan tampak begitu bahagia, dengan sang daddy dengan lembut menyuapi sang mommy yang sebelumnya tidak ingin di pelukan seperti itu.
Namun kedua mata gadis itu kini, tertuju kepada telapak tangan daddy Austin yang mengusap perut mommynya.
Kening gadis itu semakin mengkerut tajam, melihat bahasa tubuh kedua orang tuanya itu yang tidak biasa.
Aurora berdehem, untuk membuat kedua pasangan romantis di hadapannya bisa memberikan waktu untuk bertanya tentang satu hal kepada sang mommy.
Namun Aurora menghela nafas panjang, melihat keharmonisan hubungan kedua orang tuanya yang begitu intens.
"Mom!" Panggil Aurora dengan nada suara yang begitu lembut.
Sandra memalingkan wajah saat sedang mendapat suapan dari Austin.
"Hum," jawab Sandra dengan bergumam.
Aurora tidak lantas melanjutkan ucapannya, gadis itu lama menatap sang mommy dan daddynya.
"Apa ada yang mommy sembunyikan dariku?" Tanya Aurora pada akhirnya memberanikan bertanya.
Sandra dan Austin kini mengalihkan perhatian kepada putri mereka, keduanya lupa untuk memberikan kabar bahagia kepada Aurora.
"Maaf sayang, mommy lupa memberikan kabar bahagia untukmu," ucap Sandra sambil meraih kedua telapak tangan putri yang berada di atas meja makan.
"Apa?" Tanya Aurora lirih dengan raut wajah yang begitu penasaran.
Sandra dan Austin tersenyum cerah, lantas Sandra mengambil sesuatu di saku gaunnya dan memberikan kepada β Aurora.
"Kejutan!" Pekik Sandra, saat melihat ekspresi wajah Aurora terkejutnya, melihat hasil tespek milik sang mommy.
Aurora menutup mulutnya karena begitu terkejut dengan kabar kehamilan kedua sang mommy, gadis itu begitu bahagia akan mendapatkan seorang adik.
"Mommy!" Pekiknya melengking dan segera mendekati Sandra dan memeluk wanita terhebatnya itu.
"Selamat, mom," ucap Aurora dengan air mata kebahagiaan kini membasahi kedua pipi gadis itu.
Aurora tidak bisa mengungkap perasaan bahagianya, mendapat kabar atas kehamilan sang mommy.
"Selamat juga buatmu sayang, yang akan menjadi seorang kakak terbaik," sahut Sandra yang membalas pelukan putrinya begitu erat. Wanita itu pun ikut menitikkan air mata kebahagiaan.
Tidak mudah untuk bisa sampai ke tahap sekarang yang penuh dengan kebahagiaan. Yang sebelumnya selalu ada kisah pahit yang akan di lalui mereka hingga bisa sampai ke tahap sekarang ini.
Melihat kedua wanita kesayangannya saling berpelukan dengan penuh perasaan haru, Austin segera memeluk kedua wanita kesayangannya itu dan mengecup kedua kening wanita cantiknya secara bergantian.
Sandra dan Aurora melepaskan pelukan mereka sambil menghapus air matanya.
"Ini air mata bahagia, sayang," elak Sandra dengan wajah cemberut dihadapan suaminya itu.
Austin tersenyum, menarik belakang kepala istrinya ke arahnya dan meninggalkan kecupan di atas puncak kepala β Sandra.
"Daddy benar mom, sekarang mommy tidak perlu menagis lagi. Sudah cukup masa lalu dan kepahitan itu pergi dari kehidupan mommy, sekarang, mari kita sambut kebahagiaan baru keluarga kita dengan calon anggota baru." Aurora kini bersorak bahagia sambil mengelus-elus perut sang mommy yang masih terlihat datar.
Sandra dan Austin menyetujui ucapan Aurora. Ada benar', sekarang waktunya untuk menghabiskan hari-hari dengan penuh lebah untuk menyambut datangnya calon anggota baru di kediaman mewah mereka.
πΉπΉπΉπΉ
"Sayang!" Austin kini menatap anak sambungnya itu dengan wajah lembut.
"Iya dad," sahut Aurora yang kini sedang berada di ruangan santai sambil membaca buku favoritnya.
Austin melangkah mendekati gadis yang sudah dianggapnya sebagai anak kandungnya sendiri, menjadi figur ayah yang selalu menyayangi dan melindungi putrinya dan memberikan kebahagiaan berlimpah.
"Kau sibuk, nak?" Tanya pria itu yang kini duduk di sebelah putrinya yang sedang duduk di kursi ayunan.
"Tidak," jawab Aurora, menutup buku yang ia baca dan menatap wajah bersahaja daddynya itu.
"Bukankah, sebentar lagi kau akan memasuki perguruan tinggi?" Lama terdiam, Austin kini kembali bertanya kepada Aurora.
"Yap, dan aku masih bingung tentang itu semua," sahut Aurora dengan keluh kesahnya.
Austin tersenyum, memahami masalah yang sedang putrinya itu pikirkan.
"Apa ini tentang, karir kamu sayang?" Sela Austin yang merangkul pundak ramping putrinya dengan penuh kasih sayang seorang daddy.
"Hum, aku bingung harus mempertahankan yang mana," ujar Aurora dengan suara pelan. Sambil menikmati kasih sayang daddynya iyu
"Kau bisa melakukan keduanya? Bukankah, identitasmu sebagai seniman masih tertutup? Dan tidak satupun orang akan mengetahuinya selain kami?" Cerca Austin yang menegakkan punggung Aurora, menatap tajam kedua bola mata indah sang putri tercinta.
"Apa aku bisa," lirih gadis itu yang begitu pusing memikirkan antara karir dan pendidikannya.
"Daddy yakin, kamu pasti bisa," sahut Austin, memberikan semangat kepada putrinya itu.
Mendapat dukungan dan kata motivasi dari sang daddy, Aurora segera memeluk sosok daddy terbaik untuknya itu.
Yang selalu menemaninya kemanapun. Bersikap posesif saat seorang pria mencoba mendekatinya dan ia akan menjadikan tameng saat putrinya mendapat begitu banyak musibah.
Meskipun dalam karirnya Aurora menutupi identitasnya aslinya dengan menutupi wajahnya aslinya dengan masker yang berganti-ganti, membuat Aurora memiliki ciri khas sendiri dalam dunia musik.
Apalagi karirnya kini sedang tinggi, membuat begitu banyak orang iri ingin membahayakan nyawanya.
Membuat Austin dan Sandra sebagai orang tua begitu khawatir dan was-was.
Oleh sebab itu, keduanya sepakat untuk mencari seorang pengawal handal untuk melindungi putri cantik mereka dari segala ancaman.
πΉπΉπΉ
terimakasih masih setia membaca karya receh Uma βΊοΈπ€ dan terimakasih juga atas dukungan kalian semua π₯°π€
kisah Aurora dan Erland akan up di sini yah. mungkin Uma akan ikut sertakan untuk lomba kisah mereka.
Erland
Aurora