Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 69



"Jadi sekarang mereka sedang berusaha mencari putriku?" Sandra dan Cindy sekarang sedang berada di dalam dapur. Mereka terlihat saling berbicara dengan pelan.


Cindy menceritakan semua masalah yang dihadapi keluarga Louis dan obsesi mereka untuk bisa menemukan Aurora agar menjadi tumbal.


Sandra yang mendengar ucapan Cindy sempat tidak percaya, namun melihat tatapan tulus seorang ibu ketika melihat putranya, Sandra pun akhirnya percaya.


Sandra dalam diam mendengar kisah pilu Cindy dan putranya yang terlahir cacat.


Sebagai seorang wanita yang pernah dicampakkan juga terbuang, Sandra memberikan pelukan hangat dan dukungan kepada Cindy.


Sandra tidak menaruh dendam dan sakit hati kepada Cindy. Wanita itu bahkan, memberikan sandaran juga perhatian.


"Mereka hanya menginginkan tumbal, untuk putrinya." Cindy menyahuti pertanyaan Sandra dengan senyum kegetiran.


"Dan mereka menginginkan putriku," timpal Sandra ikut tersenyum sinis.


"Yah, mereka tidak pernah berubah. Selalu mementingkan ego dan kekuasaan mereka," balas Cindy. Tatapan wanita itu lurus ke depan, di mana putranya bermain bersama Aurora dan Austin.


"Aku hanya bisa menertawakan hidupku yang sempat terbuai dengan obsesi gila mereka, hingga aku begitu tega melenyapkan darah dagingku. Namun sekarang aku sadar dengan apa yang aku lakukan, hanya untuk memberikan kepuasan untuk mereka saja." Cindy kembali menitikkan air matanya dan menoleh ke arah Sandra yang juga menatapnya.


"Aku kagum kepadamu yang begitu tangguh melawan mereka," ucap Cindy.


"Tidak seperti diriku yang hanya bisa menjadi patung dan boneka mereka. Setiap hari harus menanggung luka dan sakit hati seorang ibu, melihat darah dagingnya dihina dan diperlakukan semena-mena." Cindy pun akhirnya mengeluarkan segala bongkahan rasa sakit yang selama ini ia pendam.


Sandra mendekati Cindy dan memeluknya dengan hangat. Sandra juga ikut menitikkan air mata mendengar kisah pilu — Cindy.


"Maaf, maaf atas apa yang dulu aku lakukan kepadamu dan putrimu. Mungkin ini adalah hukuman untuk atas dosa yang aku lakukan." Cindy membisikkan kata-kata maaf, tepat di telinga Cindy.


"Aku tidak pernah menaruh hal buruk kepada siapapun, bagiku yang terpenting adalah bisa membahagiakan, Aurora," sahut Sandra.


Cindy melepaskan diri dari Sandra. Wanita itu tersenyum kepadanya dan ia pun bisa merasa lega, mengeluarkan beban yang selama ini ia simpan.


"Sebaiknya, kamu ikut denganku!" Ajak Sandra tiba-tiba.


Cindy terdiam dengan wajah bingung. Kedua matanya begitu lekat, menatap Sandra.


"Aurora dan Lewis adalah saudara. Lihat, mereka begitu akrab," jelas Sandra dan melihat putrinya yang begitu menyayangi — Lewis.


"Tapi …."


"Jangan menolak, putramu tidak baik hidup sendiri dan di tempat yang rawan bahaya," ujar Sandra dan menggenggam tangan Cindy.


Sandra tersenyum saat melihat Cindy menganggukkan kepala. Keduanya pun sekali lagi saling berpelukan.


Setelah membantu Cindy membereskan barang-barangnya, Sandra pun akhirnya membawa Cindy dan Lewis pindah di kediaman baru mereka.


Setelah memenangkan juara di pencarian bakat, keberuntungan terus datang dan membuat kehidupan, Sandra juga Aurora berubah.


Bahkan kini putrinya di kenal oleh banyak orang. Di mana-mana suara alunan musik biola Aurora terus terdengar. Aurora menjadi bintang baru di kalangan musik.


Tidak banyak orang yang terinspirasi dengan bakat dan sikap percaya diri Aurora.


Gadis kecil itu membuktikan kepada semua orang. Kalau tidak perlu menjadi fisik sempurna ataupun kalangan atas untuk menjadi anak jenius atau menjadi seorang bintang.


Aurora beberapa Minggu terakhir ini banyak mendapatkan undangan untuk menghadiri sebuah acara amal. Gadis itu begitu bahagia berbagi dengan anak-anak berkebutuhan khusus dengan alunan musik biola nya.


Gadis itu juga mendapat penghargaan sebagai anak jenius berbakat seminggu yang lalu dan hari ini, Sandra juga Aurora merayakannya tidak lupa pria yang selalu ada untuk mereka — Austin.


……


Cindy begitu kagum dengan hunian pribadi Sandra dan Aurora yang berada di kawasan apartemen terkenal dan mewah.


Hunian yang didapatkan Aurora dari salah satu penggemarnya yang begitu tersentuh setiap Aurora memainkan biolanya.


Bukan itu saja, Aurora juga mendapatkan sebuah mobil mewah dari salah satu penggemarnya yang berasal dari Dubai. Ia mendapatkannya saat menghadiri hari istimewa sultan dari Dubai tersebut.


"Apa ini semua milikmu?" Tanya Cindy yang melongo melihat kemewahan apartemen itu.


"Bukan, ini milik Aurora. Ini semua hasil kerja kerasnya." Sahut Sandra sambil menunjuk kamar Cindy yang terletak di lantai atas.


"Sama saja, kamu yang berusaha keras melindungi dan membesarkannya," timpal Cindy.


"Aku merasa tidak pantas berada di sini?" Cindy berkata dengan lirih.


Wanita itu tiba-tiba merasa tidak nyaman kepada Sandra dan Aurora dengan apa yang ia lakukan terdahulu.


"Lebih baik lupakan dan sekarang tunjukkan kepada mereka, kamu bisa membesarkan putramu," sadar mengusap punggung Cindy dan memberikan semangat.


Cindy pun mengangguk, ia berjanji akan menjadi seorang ibu yang baik seperti Sandra.


Baginya sekarang adalah, membesarkan putranya dan membuktikan kepada orang tuanya, kalau dirinya bisa menjadi seorang yang sukses.


"Jadi Aurora adalah artis terkenal itu? Si cantik rora yang sangat hebat memainkan biolanya." Cindy tidak percaya, kalau gadis kecil yang sekarang sedang viral di kalangan media sosial dan berita tentang artis cilik pendatang baru adalah — Aurora.


"Aku juga tidak menyangka, keberuntungan datang kepadanya." Sandra hanya bisa menjawab dengan tersenyum simpel.


"Karena dia adalah gadis yang memiliki hati yang baik dan tulus, sepertimu," timpal Cindy.


"Aku hanya bisa berdoa semoga mereka tidak menemukan, putrimu. Kamu pasti tahu watak mereka, yang tidak akan semudah itu menyerah," terang Cindy.


Wajah wanita itu bahkan terlihat khawatir. Sandra pun tersentak dan ikut menjadikan panik.


Selama bertahun-tahun hidup dan berjuang dengan putrinya, yang paling Sandra takuti adalah bertemu kembali dengan, masa lalunya.


Dan perasaannya terbukti, bahwa mereka menginginkan putrinya menjadi tumbal untuk menyelamatkan nyawa putri lainnya.


Tidak, Sandra tidak akan membiarkan itu terjadi. Aurora hanya putrinya dan mereka tidak berhak mengakui Aurora. Setelah, apa yang mereka lakukan kepadanya dan putrinya.