
Kendrick kini hanya bisa terdiam, melihat keberuntungan yang di dapat oleh wanita yang dahi ia sia-siakan.
Tatapan matanya kini terus tertuju kepada wajah Sandra yang berada di rangkulan penuh cinta seorang pria lain.
Wanita yang begitu dicintainya dahulu dan rela melakukan apapun agar Sandra tidak mendapatkan masalah dengan kedua orang tuanya.
Akan tetapi, perbuatannya mampu membuat wanita itu hancur dan terluka hingga meninggal kebencian yang teramat jelas, Kendrick temukan di tatapan mata — Sandra.
Sedangkan, Stella kini berdebat dengan pengacaranya yang tidak bisa melakukan apapun dan berakhir meninggalkan mereka dengan hasil yang gagal.
Austin yang sadar sejak tadi, Kendrick menatap wajah istrinya, pria itu mengubah posisi menjadi memeluk istrinya dan menyembunyikan wajah cantik istrinya itu di balik pelukannya.
Kendrick hanya bisa membuang pandangannya dan kini beralih, menatap Aurora yang tatapan mata Aurora juga tertuju padanya, seakan memiliki ikatan batin kuat, Aurora bisa merasakan tatapan Kendrick, ayah biologisnya.
Lewis menyembunyikan Aurora di belakang tubuhnya, ia berusaha melindungi saudaranya itu. Melihat itu, Kendrick tersenyum miris.
Cindy sejak tadi hanya bisa bersembunyi di balik pohon, apalagi mendengar perkataan Sandra di masa lalu, membuat perasaan bersalah menguasai dirinya.
Cindy tersadar, mungkin apa yang putranya alami adalah, sebuah kutukan atau sumpah seorang ibu untuk keadilan putrinya.
…..
"Aku akan melakukan apapun, untuk bisa mengambil putri kalian!" Stella kini meraung frustasi, mengeluarkan kata ancaman. Ia kebingungan untuk bisa menyelamatkan nyawa putrinya. Ia bagaikan kesetanan.
Kendrick menenangkan istrinya itu, bagaimanapun ia juga harus melakukan sesuatu.
"Kau tidak akan pernah bisa menyentuh putriku," sahut Austin dengan tatapan mengintimidasi.
Stella semakin kacau, wanita itu bersikeras untuk bisa membawa Aurora.
"Dia bukan putrimu, di bukan benih darimu, dia benih suamiku jadi kami juga berhak, atas gadis itu." Stella berteriak sejadi-jadinya, membuat Sandra membeku sejenak, namun sentuhan lembut Austin membuat perasaannya menghangat.
"Dia memang, bukan lah berasal dari dalam diriku, namun ikatan itu sangat kuat, mengalahkan darah seorang ayah di dalam tubuh putrinya." Austin membalas ucapan Stella dengan sangat tepat, yang berhasil membuat Kendrick bungkam.
"Dia menolak darah dagingnya sendiri dan sekarang kalian datang untuk mengklaim, kalau dia milik kalian, terus rasa malu kalian dimana? Bukankah, ini berarti, tuan Kendrick sama saja menjilat ludahnya sendiri?" Lanjut Austin dengan senyum miring, melihat perubahan wajah Kendrick yang semakin kacau.
"Namun, suamiku lebih berhak atas gadis itu daripada anda, yang hanya orang asing," sentak Stella, semakin membuat suasana menjadi tegang.
Tanpa sadar perdebatan mereka disaksikan oleh Aurora dan Lewis, bagaimanapun, Aurora adalah seorang anak yang cerdas dan perasaannya yang begitu peka.
"Cukup!" Sandra kini mengeluarkan suara, ia sejak tadi diam untuk menjaga perasaan putrinya. Sandra tidak ingin, hati putrinya terluka, saat mendengar masa lalu yang begitu memilukan.
"Aku sudah mengatakan kepadamu? Kalau putriku hanya milikku, sejak kau mengabaikannya di tengah musim salju. Dia memang tidak memiliki hubungan darah dengan putriku? Namun, dia bisa menjadi sosok ayah yang baik untuk putriku, melindunginya dan menyayanginya.
"Tidak seperti seorang ayah yang begitu tega mengabaikan darah dagingnya begitu saja, ia bahkan menolak hanya karena keterbatasan fisik." Sandra menghentikan ucapannya sejenak, menatap wajah putrinya yang terlihat sedih.
"Apa kalian pernah memikirkan bagaimana aku membesarkan putriku? Pernahkah, kau memikirkan saat aku mengandungnya di tengah-tengah hina juga cibiran banyak orang? Apakah kalian tahu? Putriku dilahirkan di mana? Apakah kalian tahu? Hinaan yang putriku terima setiap harinya, hah, apakah sosok ayah yang berhak yang kau katakan itu, ada di sisi putriku!" Sandra tidak mampu menahan perasaan sakit hatinya, mengingat kembali masa-masa tersulit itu.
Aurora pun ikut meneteskan air matanya, ia baru tahu sebegitu bencinya keluarga biologisnya, hingga mengabaikan dirinya dan begitu berat beban yang selama ini sang mommy pikul sendiri.
Aurora menangis karena ikut merasakan, penderitaan yang selama ini sang mommy simpan, seorang diri.
Austin segera memeluk tubuh bergetar istrinya itu dan mengalihkan tatapan marah kepada, Kendrick dan Stella.
"Sam!" Austin berteriak, memanggil asisten pribadinya.
"Usir mereka! Jangan biarkan mereka mendekati kediaman kami lagi, tempatkan, binatang buas di depan gerbang, agar mereka tidak berani lagi muncul di hadapan istri juga putriku!" Austin memberikan perintah kepada asistennya dengan wajah mengerikan.
"Tidak! Kami tidak akan pergi, setelah membawa gadis itu." Stella memberontak, saat di tarik paksa oleh beberapa penjaga di kediaman mewah Austin juga Sandra.
Sandra masih di dalam pelukan Austin dan Aurora kini berada di tangan seorang pelayan.
Kendrick hanya bisa pasrah, saat di usir kasar oleh penjaga. Wajahnya pun begitu putus asa.
"Aku akan membuat kalian menyesal. Aku akan mengatakan kepada dunia, kalian adalah orang-orang jahat. Tega mengusir seorang ayah yang menginginkan putrinya," Stella berteriak dengan nada ancaman.
Namun tiba-tiba, Kendrick memberontak. Melepaskan diri dari cengkraman kuat di tangan penjaga. Pria itu berlari mendekati Sandra dan Aurora.
Pria itu lantas menjatuhkan dirinya di atas tanah berumput itu dengan kepala menunduk. Ia kini, posisi berlutut di hadapan Sandra dan Aurora.
Sandra hanya bisa diam, sedang Aurora tampak terdiam. Stella hanya bisa mendesis sinis, melihat aksi memalukan suaminya itu.
Sandra kini menatap tajam ke arah Kendrick yang berlutut di hadapannya. Jarak mereka hanya tiga langkah, Sandra bisa melihat jelas, air mata pria masa lalunya menitikkan, air mata.
"Sam!" Austin kembali berteriak lantang, melihat Kendrick kini berada di hadapannya.
"Lemparkan dia …."
"Aku mohon, biarkan Aurora ikut bersamaku!" Sela Kendrick, memotong ucapan Austin.
Pria itu mengangkat, kepalanya yang tertunduk. Menatap dengan wajah memohon kepada — Sandra.
Sementara Sandra hanya bisa terdiam dengan wajah datar juga tatapan yang begitu dingin.
"Aku mohon, biarkan dia ikut bersama kami. Nyawa putriku dalam bahaya, hanya dia satu-satunya harapan kami." Dengan suara bergetar sedih juga tubuh terguncang, Kendrick memohon di hadapan Sandra. Pria itu menjatuhkan harga dirinya untuk keselamatan sang putri. Tanpa ia sadari kalau Aurora juga, darah daging.
"Aku mohon, selamatkan putriku," kali ini Kendrick memohon di hadapan Aurora.
"Apakah kau sadar? Dengan permohonan mu ini, kau melukai perasaan putriku?" Sela Sandra dengan nada dingin juga tatapan begitu tajam.
"Aku hanya ingin menyelamatkan putriku," sahut Kendrick, yang sudah terlihat begitu menyedihkan.
"Lalu kenapa kau menginginkan putriku?" Tanya Sandra.
"Karena hanya dia yang bisa menyelamatkan putriku," sela Stella dengan wajah sombong.
"Why?" Sandra kembali bertanya dengan wajah datar.
"Dia putriku," sahut Kendrick sangat yakin.
"Itu sebabnya, kalian menjadikan dia tumbal? Menyelamatkan putri kalian dan mengorbankan putri yang kau abaikan." Terdiam, Sandra berhasil membuat Kendrick kembali bungkam.
"Aku pernah mengatakan kepadamu bukan? Kalau kau akan berlutut dan bersujud di hadapan putriku, demi kehidupan seorang yang kau cintai."