
"Pagi honey!" Sandra yang baru saja terbangun dari tidurnya, langsung mendapatkan sapaan hangat juga kecupan dari sosok pria yang kini menjadi kekasihnya.
Sandra menggeliat sambil melenguh halus, ia tersenyum kepada Austin yang berada tepat di hadapannya.
"Pagi," sahut Sandra dengan suara serak khas bangun tidur. Wanita itu meraba di sampingnya, ia terkejut dan segera bangun saat merasakan putrinya tidak berada di sampingnya.
"Aurora!" Sentaknya yang terlihat ketakutan.
Namun Austin tiba-tiba mencium pelipisnya dan berbisik.
"Dia sedang berada di taman rumah sakit. Kamu tidak perlu khawatir, seseorang sudah menjaganya," bisik Austin yang membantu kekasihnya berdiri.
Sandra masih tercengang dengan mata berkedip-kedip, menatap lekat pria di hadapannya ini.
"Tapi …."
"Jangan khawatir, dia akan selalu aman," sela Austin, pria itu tidak berhentinya memamerkan senyum cerahnya.
Sandra pun lega dan percaya dengan ucapan kekasihnya itu, wanita itu baru tersadar kalau Austin hanya mengenakan beathrom di tubuhnya dan wajah pria itu terlihat begitu segar, rambutnya pun masih terlihat lembab.
"Sekarang, lebih baik bersihkan dirimu!" Perintah Austin kepada Sandra yang masih terdiam. Ia begitu terlena dengan ketampanan kekasihnya itu dan begitu seksinya pria yang ada di hadapannya ini.
"Hey!" Seru Austin sambil mengacak rambut Sandra.
"Aku tahu, kau begitu mengagumi ketampananku dan betapa seksinya dada ini," celetuk Austin yang menggoda kekasihnya.
Wajah Sandra mendadak berubah merah merona, ia juga jadi salah tingkah dan bersikap kikuk.
"Apa yang kau katakan," sela Sandra terbata dan segera berjalan menuju kamar mandi dengan bahasa tubuh yang terlihat salah tingkah.
Austin terkekeh saat melihat tingkah kekasihnya itu, ia juga masih menggoda wnqitanya.
"Apa perlu aku temani, baby," ucap Austin dengan sebelah mata berkedip nakal.
Sandra mencibir dengan mata tajam, wanita itu segera masuk ke dalam kamar mandi dengan sedikit menutup pintu kasar.
"Dia begitu menggemaskan," gumam Austin dan tersenyum manis.
Pria itu pun berjalan ke arah ruangan lain di dalam kamar rawat Aurora yang kayaknya, suite room di salah satu hotel mewah.
Austin mengenakan pakaiannya yang sudah tersedia di sebuah lemari khusus yang ada di kamar itu. Setelah mengenakan setelan rapinya, Austin kembali ke area ranjang pasien. Pria itu menuju sofa dan mendudukkan dirinya di saat.
Tidak lama kemudian, seseorang mengetuk pintu kamar itu dan Austin memberikan izin untuk masuk.
Terlihat sosok pria muda dengan penampilan rapi ******* mendekati Austin.
"Apa semuanya sudah siap?" Tanpa melirik asistennya, Austin bertanya.
"Sudah tuan muda Cooper," jawaban asisten berwajah asia itu.
Austin mengalihkan perhatian dari ponsel canggihnya dan memandangi lekat, pria yang berdiri tegak di hadapannya ini.
"Berikan kepada ku!" Pinta Austin dengan sebelah tangan terulur untuk meminta berkas, yang ada di tangan asistennya itu.
Pria yang berkebangsaan Korea Selatan itu, membungkukkan sedikit punggungnya dengan hormat, lantas menyerahkan berkas tersebut kepada tuannya.
Austin tersenyum melihat isi berkas tersebut, tidak lama, terdengar pintu kamar mandi akan terbuka. Austin menatap asisten dengan tatapan tajam.
Sang asisten yang paham dengan tatapan tuannya pun, segera keluar dari kamar itu dengan memberikan kehormatan terlebih dahulu kepada tuan mudanya.
Austin segera bangkit, setelah asistennya keluar. Pria itu mana rela, membiarkan pria lain melihat tubuh kekasihnya yang hanya berbalutkan baju mandi.
"Kau sudah rapi!" Seru Sandra saat keluar dari kamar mandi dan di sambut oleh penampilan pria-nya yang terlihat semakin tampan.
"Hum, hari ini aku ada pertemuan penting," sahut Austin yang terus mengekori Sandra yang berjalan masuk di ruangan ganti.
Sandra tidak menyadari pria itu masih mengikutinya,ia sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.
"Astaga, kenapa kamu ikut kesini!" Pekik Sandra terkejut, melihat Austin berada di belakangnya, melalui cermin.
Pria itu hanya menampilkan senyum manis dan semakin mendekati wnqitanya.
"Keluarlah! Aku akan mengenakan pakaianku terlebih dahulu!" Pinta Sandra sambil memandangi wajah kekasihnya melalui pantulan cermin.
Bukannya menuruti, perintah Sandra, Austin kini mengambil alih handuk kecil di tangan kekasihnya dan mengerikan rambut Sandra.
"Kau begitu wangi, honey," bisiknya yang menghadiahi salah satu pipi Sandra dengan kecupan basah.
Sandra hanya bisa menghela nafas dan menjatuhkan pundaknya, ia juga menatap jengah kepada pria-nya ini dengan bibir mengerucutkan.
Austin hanya terkekeh sambil tetap mengerikan rambut Sandra eneg lembut, sesekali pria itu menjahili kekasihnya dengan kecupan di wajah Sandra, juga leher wanitanya.
"Sayang!" Seru Sandra dengan suara lirih.
"Kau memanggilku apa?" Tanya pria itu dengan wajah terkejut.
"Apa?! Sajikan Sandra yang menukik alisnya heran.
"Yang baru saja kamu ucapkan," tukas Austin tidak sabar.
"Sayang," jawab Sandra kebingungan.
Austin jelas saja begitu bahagia dan berbunga-bunga, mendengar panggilan sayang dari wanita yang begitu ia cintai.
"Bisa kau ulangi lagi, honey!" Pinta Austin dengan antusias.
Sandra yang kebingungan pun, mengucapkan permintaan kekasihnya itu.
"Sayang," ujar Sandra.
"Sekali lagi!" Pinta Austin lagi.
"Sayang," sahut Sandra dengan wajah mengerut.
"Sekali …." Ucapannya terpotong, saat Sandra merengek kepadanya.
"Sayang, bisakah kau keluar terlebih dahulu! Aku ingin mengenakan pakaianku!" Pinta Sandra dengan merengek kepada Austin.
Pria itu tentu semakin berbunga-bunga, mendengar kekasih yang terkenal tangguh dan keras kepala, berkata manja kepadanya.
"Sayang," sekali lagi Sandra terdengar merengek.
Austin pun hanya bisa mengangguk kepala dengan perasaan menghangat, melihat tingkah manis wanitanya ini.
"Baiklah, aku akan menunggumu di luar," ujar Austin yang menarik kebelakang dengan lembut kepala Sandra, lalu mengecup keningnya wanitanya juga bibir sensual di depannya ini.
Sandra tersenyum, saat melihat Austin keluar dari ruangan hantu. "Dasar bucin," gumam Sandra lembut.
….
"Apa Aurora belum kembali?" Sandra yang muncul dari ruangan ganti, membuat Austin terkejut.
Detik berikutnya, pria itu terpesona dengan penampilan anggun Sandra dengan sebuah gaun sederhana tanpa lengan dan rambut lembabnya terurai bebas.
"Hey," sentak Sandra dengan menepuk pelan pundak kekar Austin yang terlihat terdiam.
Pria itu merespon sentuhan kekasihnya yang baginya begitu lembut dan memabukkan.
"Kau begitu cantik, honey," gumam pria itu dengan pandangan kagum kepada kekasihnya.
"Ck! Sandra hanya berdecak lidah dan memutar bola matanya.
Kekasihnya ini, benar-benar sedang merasakan kasmaran, padahal usianya sudah memasuki tahap dewasa, 35 tahun.
"Kalau aku tidak cantik, kau pasti tidak akan mencintaiku," seloroh Sandra yang mendudukkan dirinya di Dumai Austin.
Pria itu tersenyum dan tetap memandangi wajah cantik wanitanya dari jarak dekat. Bibir Sandra kini menjadi target mata kagum pria itu.
Namun keseriusan pria itu memandangi wajah kekasihnya terganggu dengan pertanyaan, Sandra.
"Ini apa?" Sandra bertanya sambil meraih berkas yang ada di atas meja.
Lantas menatap Austin dengan mimik penasaran.
Austin pun tersenyum, pria itu bahkan menyerahkan pena hitam kepada Sandra.
"Kau harus menandatanganinya!" Pinta Austin dengan mode serius.
Dahi dan wajah Sandra terlihat, mengkerut bingung juga penasehat. Ia memandangi berkas di tangannya dan Austin.
"Ini berkas apa dan kenapa aku harus, menandatanganinya?" Tanya Sandra penasaran.
"Apa kau percaya kepadaku?" Austin menjawab dengan pertanyaan.
Sandra memindai wajah tampan Austin lekat, seakan mencari sesuatu di mata kekasihnya itu.
"Hum!" Gumamnya sambil menganggukkan kepala.
Austin tersenyum sambil menarik kepala kekasihnya dan memberikan ciuman di pelipis Sandra.
"Tandatangani lah' ini demi kebaikan kita dan Aurora." Austin berkata dengan tatapan sungguh-sungguh.
Tanpa berpikir banyak, Sandra membubuhkan tanda tangannya di atas berkas tersebut, tanpa membacanya terlebih dahulu. Baginya ia begitu mempercayai Austin yang sudah banyak membantunya dan melindungi selama ini.
Austin terlihat tersenyum misterius, ia juga memeluk Sandra dari samping. Ia tidak akan membiarkan Sandra kembali kesulitan kali ini.