Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 17



Sandra kini sudah berada di tengah-tengah keluarga besar Louis. Yang terdiri dari — kedua orang tua Kendrick, paman, bibi, kedua orang tua sang istri juga beberapa sepupu Kendrick yang sejak tadi memandangi Sandra dengan tatapan rendah.


Sandra merasa berada di tengah-tengah segerombolan hewan buas, saat, mendapatkan tatapan lekat dari mereka.


Sandra bagaikan sekumpulan hama yang berada di ladang luas juga subur yang mendapatkan tatapan pemusnah dari orang-orang di sekelilingnya.


Sandra mencoba mengabaikan tatapan intimidasi mereka, ia lebih mementingkan urusan tentang putrinya yang segera membutuhkan pengobatan khusus.


Sementara para keluarga terpandang itu, menatap Sandra penuh rendah juga selidik.


Mereka seakan melihat kotor yang begitu menjijikkan, dengan penampilan Sandra yang jauh lebih menarik dari seorang pelayan di — Mansion mereka.


"Ehem!" Tuan besar Kenzie Louis berdehem. Pria yang berusia di atas 50 tahun itu adalah — sosok pria yang begitu disegani. Dengan postur tubuh gagah juga penampilan berkharisma. Wajah nya masih terlihat gagah.


Sedangkan, wanita dengan tampilan berkelas juga anggun di sampingnya terus menatap tajam ke arah — Sandra.


Wanita itu tidak menyangka, kalau wanita yang ia kira sudah menghilang dari muka bumi ini, kini berada di hadapannya.


Sandra yang terus menundukkan kepala, mendongak, menatap berani ke depan, di mana kedua orang tua mantan kekasihnya duduk dengan elegan.


"Saya, ingin menyampaikan sesuatu penting! " Ucap Sandra dengan wajah berani.


Tidak sedikitpun, terlihat kecanggungan di wajahnya, yang ada wajah penuh ketegasan.


Seluruh anggota keluarga terpandang itu, menampilkan ekspresi penasaran, tatapan mereka semakin lekat.


Nyonya besar Louis bahkan kini menatap lekat, sesuatu yang ada di gendongan — Sandra.


Terdengar rengekkan halus di balik gendongan Sandra, Aurora merasa tidak nyaman dengan balutan kain tebal yang menyelimutinya. Disebabkan sekarang mereka berada di ruangan hangat.


Anggota keluarga itu terkejut, mendengar rengekan halus Aurora, tatapan tajam mereka semua kini tertuju kepada gendongannya.


"Kau, membawa seorang bayi?" Tanya salah satu diantara keluarga kaya itu.


"Iya!" Sahut Sandra singkat.


"Dia, bayimu?" Tanya seorang gadis belia yang duduk di samping tuan besar — Loius.


"Iya, dia anakku," jawab Sandra dengan lugas.


Ibu Kendrick juga tuan besar Louis, kini menatap nyalang ke arah Sandra. Kedua orang tua Kendrick, bisa menangkap maksud dan tujuan Sandra mendatangi — mereka.


"Juga anak …."


"Sebaiknya, kita menunggu Kendrick! Seru tuan besar Louis.


Sebagai orang yang memiliki pemikiran luas dan berpendidikan tinggi, tuan Louis, bisa menangkap hal sangat penting.


"Hubungi dia. Katakan, segera kembali ke Mansion," lanjut tuan Louis.


"Tapi, dia baru saja mengantar — Cindy," sahut ibu mertua Kendrick.


Tatapan mata tuan Louis menajam ke arah besannya itu. Membuat wanita dengan penampilan glamor, merasa salah tingkah juga ketakutan.


Paham dengan ekspresi wajah tuan besar Louis, salah satu keponakan laki-lakinya, segera menghubungi — Kendrick.


"Dia, segera kembali," sela pria itu.


Para keluarga kini kembali menatap Sandra yang masih, berdiri. Ia tidak mendengar seseorang untuk mempersilahkan dia duduk, meskipun rasa pegal di kedua kakinya terasa begitu menyiksa.


"Duduklah!" Seru tuan Louis.


Sandra yang menatap wajah putrinya, mengangkat pandangannya dan menatap, tuan Louis.


"Aku, tidak ingin sesuatu asing dan membawa hal buruk menyentuh apapun di kediamanku," sela nyonya besar Louis dengan nada penuh sindiran juga hinaan.


Sandra menarik nafas dengan perlahan, ia menghembuskannya dengan mata terpejam juga kepala menunduk.


Ia terus menatap wajah putrinya, agar bisa mendapatkan kekuatan. Juga agar bisa mengendalikan sikapnya nanti, saat mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari mereka.


"Benar yang dikatakan, bibi. Seseorang yang tidak layak dipandang, seharusnya tahu diri untuk menyentuh apapun yang ada di sini," sindir gadis berusia 20 tahun itu dengan mimik wajah — jijik.


Sandra masih diam, selama hinaan mereka tidak tertuju kepada … putrinya.


Ia memberikan pengamanan kuat kepada mental juga batinnya, agar tidak begitu sedih menerima sikap angkuh keluarga kaya di depannya.


"Dia terlihat … seperti, pengemis," bisik keluarga lain.


Sandra bisa mendengar bisikan mereka, namun wanita itu seakan menulikan. Ia lebih tertarik menunggu ayah biologis putrinya, supaya persoalan segera terselesaikan dan putrinya mendapatkan perawatan yang terjamin.


Sandra yakin, tuan besar Louis tidak akan membiarkan keturunannya hidup terlantar, dan pria penuh tanggung jawab itu akan menjaga images di mata masyarakat luas.


Beberapa menit kemudian, terdengar derap langkah memasuki ruangan luas itu. Terdengar suara manja juga kekehan bahagia dari arah luar.


Membuat Sandra menggenggam kuat mantel yang ia kenakan kepada bayinya.


Betapa sakit dan terlukanya perasaan — Sandra, saat ia berjuang untuk menyelamatkan nyawa putrinya, seorang ayah biologis dari bayinya terlihat hidup bahagia.


Suara canda tawa dari kedua pasangan bahagia terdengar semakin dekat, membuat Sandra ingin segera menyelesaikan urusannya.


Sandra melirik ke arah sumber suara, dimana ia melihat jelas, ayah biologis putrinya begitu memperlakukan istrinya penuh kelembutan.


Sang istri yang terus menggelayut manja di pundak Kendrick. Dan pria itu senantiasa merangkul pundak istrinya.


"Daddy, mommy!" Sapa Kendrick dan istrinya.


Mereka belum menyadari kehadiran Sandra yang berdiri di tengah-tengah ruangan mewah juga luas itu.


"Duduklah!" Titah tuan Louis yang kini memandang ke arah — Sandra.


Kendrick dan istrinya, mengikuti arah pandang tuan Louis. Betapa terkejutnya, Kendrick saat melihat sosok masa lalunya.


"S-sandra?! Gumam Kendrick tanpa suara.


Saat tatapan mata mereka bertemu dan saling menampilkan ekspresi wajah berbeda.


Sedangkan istri Kendrick pun ikut terkejut saat mengingat wajah — Sandra yang sudah mengacaukan acara pernikahannya.


"Kau!" Hardik Cindy dengan wajah tidak suka atas kedatangan — Sandra. Telunjuknya pun kini tertuju di wajah datar Sandra.


"Sayang," bisik Kendrick, mencegah istrinya yang akan mendekati — Sandra.


"Kenapa kau bisa berada disini?" Tanya Cindy. Dengan raut wajah tidak suka dan memindai penampilan — Sandra.


"Jadi… kau yang berada di depan gerbang?" Tanya wanita itu dengan wajah mencemooh.


"Aku pikir, seorang pengemis," lanjutnya dengan decakan sinis.


Sandra masih terdiam, ia berusaha tidak terprovokasi dengan ucapan wanita di depannya ini.


Sementara, Kendrick hanya bisa terpaku di tempatnya. Ternyata perasaannya benar, kalau yang berada di depan pintu gerbang adalah, Sandra.


"Duduklah!" Sela tuan Louis dengan perkataan tegas.


Kendrick menarik tangan istrinya lembut, melewati sosok wanita masa lalunya begitu saja, ia hanya melirik sejenak dan terus maju ke arah kedua orangtuanya.


"Kemari, duduk di samping, mommy!" Pinta — nyonya besar Louis kepada menantunya.


"Hati-hati, sayang," sambungnya lagi yang menuntun menantunya itu untuk duduk di sebelahnya, dengan Kendrick setia mendampingi sang istri.


Pria itu hanya bisa tersenyum tipis dengan perasaan campur aduk, ia bahkan tidak berani menatap sosok wanita masa lalunya. Pria itu hanya melemparkan senyum kepada sang — istri.


Sandra hanya bisa menyaksikan semuanya dengan perasaan hancur, tatapan tajam berkaca-kaca itu hanya bisa terpaku dengan satu titik, yaitu — ayah biologis putrinya.


"Dia darah dagingmu." Tanpa menunggu persetujuan dari tuan besar Louis, Sandra mengungkapkan kebenaran tentang putrinya.


Berhasil membuat seluruh keluarga besar Loius, tercengang juga terkejut. Kini tatapan mereka terarah ke gendongan Sandra, dimana bayinya masih terbungkus dengan mantel tebalnya.


"Saya kesini hanya ingin mengatakan, kalau putra anda memiliki keturunan yang sudah saya lahirkan, dia seorang putri," lanjut Sandra dengan wajah tegas juga serius.


Tatapannya terlihat begitu menyakinkan dan nada penuh penekanan, tatapan kini tertuju kepada — Kendrick.


"Apa yang kau katakan!" Sentak Cindy segera berdiri dengan membawa perut besarnya.


"Dia sudah berusia 1 bulan. Dan aku mengandungnya sebelum pernikahan putra, anda," jelas Sandra tanpa menghiraukan — Cindy.


Kendrick terkejut, ia refleks menatap Sandra yang juga menatapnya dengan tatapan tajam berkaca-kaca.


Kendrick terlihat syok, tubuhnya bahkan lemas mendengarnya, namun ia segera memalingkan wajahnya saat, merasa cengkraman kuat di lengannya. Ia melihat melihat sang istri sedang menahan rasa sakit.


"Kau, tidak apa-apa?" Bisik Kendrick khawatir.


Cindy menggelengkan kepala, dengan pandangan terus ke arah Sandra.


"Apa yang sedang kau katakan wanita, asing!" Hardik wanita setengah baya yang — merupakan ibu, Cindy.


"Pasti, kau ingin menjebak menantu ku bukan," sambungnya dengan wajah garang.


"Wanita murahan sepertimu begitu banyak diluar sana yang akan mengaku-ngaku, sebagai simpanan menantuku," ujarnya dengan nada membentak juga menghina.


Tuan dan nyonya Loius hanya bisa diam, dengan tatapan lekat keduanya. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya yang sudah mengetahui hubungan Kendrick dengan Sandra dahulu.


"Saya, pernah mempunyai ikatan kuat dengan tuan muda, Louis. Kami melaluinya dengan jauh, apakah, anda meragukan bayiku?"


"Kalau, anda tidak percaya, tanyakan kepadanya." Sandra menolak ucapnya adalah sebuah sandiwara ataupun tipuan.


Kendrick tampak membeku, ia kini kembali menatap Sandra dengan tatapan sulit diartikan.


"Cih! Mana mungkin, seorang keturunan Louis terpesona dengan wanita sepertimu, wanita buruk, rendahan juga tidak memiliki harga diri." Lanjut mommy Cindy. Mencoba memprovokasi keadaan.


"Harga diri seorang wanita akan dilihat saat ia berjuang demi, putrinya. Setidaknya, saya tidak mengemis sebuah pertanggungjawaban. Saya hanya menginginkan hak putri saya," pungkas Sandra dengan sangat menantang.


"Apa yang kau inginkan!" Sela tuan besar Louis.


"Saya hanya menginginkan hak seorang keturunan, Loius. Saya,tahu anda tidak akan mencampakkan keturunan anda begitu, saja," terang Sandra.


Wajah wanita itu terlihat begitu tegas, berani menghadapi tantangan yang begitu membuat jiwa kuatnya memberontak sejak tadi.


Wajah tuan Louis tampak berbeda, begitu juga dengan nyonya besar Louis. Ia sejak tadi terdiam. Benar yang dikatakan oleh — Sandra. Seberapa mereka menjaga image, mereka tidak akan pernah mencampakkan seorang keturunan — Louis.


Kendrick hanya bisa membisu sambil menenangkan sang istri yang terlihat terguncang. Keluarga pihak mertuanya pun, hanya bisa diam. Mereka tidak bisa mengeluarkan kata-kata lebih banyak. Karena harus menjaga itikad baik di depan — tuan Louis.


"Tunjukkan, kepada kami!" Titah nyonya Louis dengan nada dingin juga elegan.


Mendengar perkataan nyonya Louis, Sandra segera menjauhkan mantel tebalnya di tubuh mungil bayi.


Seluruh keluarga Loius, menatap serius juga penasaran akan wajah putri Sandra.


Sandra kini melepaskan seluruh kain yang menghangatkan tubuh mungil Bayi, meninggalkan sepasang pakaian bayi berbahan lembut.


Detak jantung Kendrick terpompa begitu kencangnya, saat melihat bayi di gendongan mantan kekasihnya. Ada kehangatan ia rasakan membuatnya begitu menjadi melankolis secara tiba-tiba.


Ia ingin mendatangi wanita masa lalunya itu dan meraih tubuh mungil itu dan memeluknya dengan erat.


Tapi… sosok disampingnya terus mengikatnya dengan kuat dan bahkan mendapatkan tatapan tajam dari — sang istri.


Sandra bermaksud ingin maju kedepan, memberikan bayinya. Namun terdengar sebuah titah dari, nyonya Louis.


"Tetaplah, di tempatmu!" Titah wanita berkelas itu dengan wajah arogannya.


Nyonya Louis memberikan perintah kepada salah satu keponakannya untuk mengambil bayi — Sandra.


Terlihat salah satu wanita berwajah ramah mendekati — Sandra. Hanya wanita itu yang ingin mendekati sosok Sandra yang, menurut di mata anggota keluarga Lain — Sandra sang terlihat menjijikkan.


"Dia begitu cantik!" Gumam wanita itu yang ternyata adalah — sahabat lama Sandra.


Ia juga menitikkan air matanya, saat berada di dekat sahabatnya itu. Sandra pun menatap wanita itu dengan tatapan rapuh.


Ingin rasanya, sang wanita berwajah lembut menarik Sandra dalam pelukannya.


"Maaf!" Bisik wanita tersebut dengan lirih. Saat tubuhnya begitu dekat dengan Sandra.


Sandra hanya bisa mengangguk samar, memalingkan wajah dan menghapus air matanya.


Wanita cantik itu, juga menghapus air matanya dan kembali menatap bayi — Sandra.


"Lihat! Dia sangat cantik, bibi!" Seru wanita itu sembari berjalan menuju, tuan dan nyonya — Louis.


"Dia sangat mirip denganmu, kakak," Selorohnya dengan wajah gembira.


Kendrick semakin dibuat tidak karuan, ia semakin gugup saat bayi itu berada di depannya.


Nyonya besar Louis, meraih bayi Sandra dan ia begitu terpukau juga terpaku saat melihat wajah cantik — Aurora.


Begitu juga tuan Louis dan Kendrick. Mereka terlihat diam dengan pandangan lekat kepada — Aurora.


"Dia sangat cantik dan wajahnya bagaikan duplikat, kakak, persi gadis menggemaskan," Seloroh wanita itu lagi.


Membuat Cindy terbakar rasa cemburu juga tidak suka, akan reaksi kedua mertuanya.


"Akh!" Ia pun bersandiwara merasakan sakit di perutnya, untuk mengambil perhatian semua orang yang tertuju kepada — Aurora.


"Kau kenapa nak?" Tanya ibunda — Cindy.


"Perutku terasa sakit, mom," jawab Cindy.


Kendrick tampak panik, begitu juga dengan nyonya Louis. "Antar dia ke kamar untuk beristirahat!" Perintah tuan besar — Louis.


Cindy hanya bisa mengerang kesal, ia kini di tuntun untuk kembali ke kamar dengan Kendrick.


Diikuti kedua orang tuanya yang juga tampak khawatir, jangan sampai keturunan mereka kenapa-kenapa, membuat mereka gagal menjadi orang terkaya berikutnya.


….


"Dia, begitu mirip dengannya," gumam nyonya Louis. Ia mengelus wajah lembut, Aurora dan tatapannya begitu teduh.


"Hm! Dia mirip dengan bayi kita," sela tuan Louis.


"Dia, Kimberly putri kecil kita yang sudah tiada. Kini dia terlahir kembali," gumam nyonya Louis.


Kimberly adalah bayi kedua pasangan konglomerat terpandang itu. Dan merupakan kembaran Kendrick. Namun sayang, bayi itu harus meninggalkan saat menginjak usia 1 tahun, karena sebuah penyakit mematikan. Sebelum meninggal, bayi mereka juga mengalami sebuah gangguan penglihatan.


"Putriku!" Bisik nyonya besar Louis.


Tuan besar Louis pun ikut menatap cucunya dengan sendu, keduanya teringat dengan sosok putri mereka yang meninggal saat terlihat semakin menggemaskan.