Mommy, My Angel

Mommy, My Angel
bab 19



"Putriku mengalami kebutaan sejak lahir!" Ungkapan Sandra membuat semua keluarga Loius yang berada di sana terkejut. Begitu juga dengan tuan besar Louis.


Kendrick yang baru saja ikut bergabung pun ikut terkejut dan membeku di tempatnya


Nyonya Louis yang sedang menimang cucunya, seketika terdiam dengan wajah mendadak pias. Kejadian beberapa puluh tahun yang lalu tiba-tiba terbayang-bayang di ingatannya.


Tubuh wanita anggun itu mendadak lemas dan bergetar, "b-buta?! Gumamnya lirih.


"Dia … buta?" Tanyanya dengan wajah linglung ke arah suami juga putranya — Kendrick.


Wanita itu bangkit dengan Aurora masih di dalam gendongannya, ia menatap nyalang ke arah Sandra, bergantian menatap bayi mungil di dekapannya.


"Bayi ini, buta?" Sekali lagi ia bertanya.


"Iya, nyawanya dalam bahaya," sahut Sandra dengan tatapan berkaca-kaca.


Nyonya Louis refleks melepaskan dekapannya di tubuh mungil, Aurora. Membuat bayi itu hampir terhempas di atas ubin marmer mewah, beruntung, dengan gesit, Kendrick segera menyelamatkan bayinya dan ia bisa merasakan kehangatan saat mendekap bayi cantik itu.


Setetes air mata Kendrick jatuh saat melihat tatapan suci putrinya, manik coklatnya terlihat memancarkan cahaya, membuat Kendrick refleks mengecup kening putrinya itu.


"Putriku!" Ucapnya lirih.


Sandra hanya bisa menahan nafas saat melihat bayinya dalam bahaya, kini wanita itu meluruh dengan tubuh tampak lemas. 


Seluruh anggota keluarga Louis pun terkejut, dengan apa yang mereka saksikan.


Tuan besar Louis kini menundukkan kepalanya dengan tatapan kelam ditujukan ke arah keramik mewah.


"Tidak! Dia … bukan bayiku, dia … tidak buta. Dia … pasti bayi yang dikutuk dan pembawa, sial," racau nyonya Louis dengan mimik wajah frustasi.


Wajah wanita setengah abad itu mengarah kepada — Kendrick yang memeluk — anaknya.


"Jangan, menyentuhnya! lepaskan, dia!" Pekik nyonya besar Louis dengan wajah garang.


"Jangan menyentuh anak pembawa sial itu!" Sentak nyonya Louis sambil mencoba menyingkirkan — Aurora dari pelukan, Kendrick.


"Mom!" Seru Kendrick yang berusaha melindungi putrinya dari sikap sang mommy.


"Tuan besar Louis masih terdiam, pandangan musuh kini ia tujukan kepada — Sandra.


Sandra segera mendekati Kendrick dan mengambil alih tubuh mungil putrinya yang kini terdengar merengek lirih.


"Diam lah' nak, mommy disini," bisik Sandra dengan wajah masih pucat. Ia bahkan memeluk tubuh bayinya dengan begitu erat.


"Singkirkan, bayi sialan itu dari pandangan ku. Dia bayi terkutuk dan pembawa sial!" Teriak nyonya Loius lantang.


"Mommy, tenanglah," Kendrick berusaha menenangkan sang mommy.


"Tidak! Aku tidak akan pernah menerimanya, dia hanya anak pembawa sial!" Pekik nyonya Louis dengan wajah menggebu-gebu.


"Dia bukan pembawa sial dan juga terkutuk. Dia darah daging putra anda, ada darah anda di dalam tubuh, putriku," sahut Sandra yang begitu tidak terima atas ucapan nyonya Louis.


"Aku tidak peduli, seorang keturunan Louis tidak akan mengalami kecacatan," jawab nyonya Louis dengan tatapan tajam juga suara menantang.


"Tapi dia keturunan, anda!" Pekik Sandra yang semakin berang saat berulang kali mendengar kata-kata hina untuk putrinya.


"Tidak! Kami tidak akan pernah menerima seorang keturunan cacat!" Pekik nyonya Louis sekali lagi.


"Tapi …."


"Pergilah!" Potong Kendrick yang menatap Sandra tajam, sambil memeluk sang mommy.


"PERGILAH!" bentak Kendrick dengan wajah merah padam.


"Dia bukan anakku, kami tidak akan memiliki keturunan cacat." Kendrick dengan wajah tegas menolak kehadiran bayinya.


Sandra terpaku di tempatnya dengan wajah tidak percaya, ia kini menatap wajah pria masa lalunya itu dengan tajam.


"Dia putrimu, brengsek! Dia darah dagingmu, apa kau masih meragukan saat melihat, wajahnya, hah!" Teriak Sandra dengan wajah penuh kecewa juga amarah.


"Selalu ada peristiwa kebetulan di muka bumi ini," sela salah satu keluarga Louis.


"Ya, pasti dia anak dari laki-laki lain. Kamu pasti hanya menginginkan sebuah pengakuan juga mengharapkan harta," Seloroh gadis yang sejak tadi menatap Sandra sinis.


"Dasar wanita penipu, murahan, tidak punya harga diri. Pantas saja putrinya buta, dia terlahir dari sosok wanita buruk. Mungkin yang dikatakan, bibi benar, dia terkena kutukan juga pembawa, sial," pungkas gadis itu dengan sarkas.


Pendengar itu, seluruh aliran darah Sandra mendidih, ingin rasanya ia merobek-robek mulut gadis itu dan menghancurkan seluruh keluarga sombong di depannya.


"Tutup mulutmu!" Bentak Sandra dengan lantang.


"Hey! Wanita buruk, berani-beraninya kau bersuara lantang disini," hardik seorang wanita berusia dewasa.


"Saya, tidak akan mentolerir seseorang yang sudah menghina putriku," sahut Sandra sengit.


"Yang kami katakan benar, kalau putrimu hanya bayi kecil malang yang terkutuk dan pembawa sial."


"Jaga mulut anda, nyonya!" Kali ini Sandra sudah kehabisan kesabaran, ia mengambil sesuatu barang berharga milik, nyonya Louis dan melemparkan ke arah wanita itu.


"Prang, akhh!" Pekik wanita itu saat benda berupa vas mewah berlapiskan mutiara itu mendarat tepat di keningnya.


Semua orang kembali terkejut dengan sikap kasar Sandra. "Apa yang kau lakukan!" Bentak Kendrick.


"Aku hanya memberikan pelajaran kepada seseorang yang menghina, putriku," sahut Sandra tak kalah sengitnya.


"Bagaimana perasaanmu, saat mendengar darah dagingmu di hina, oleh anggota keluargamu, sendiri?" Pertanyaan Sandra juga tatapan tajam, sukses membuat pria itu terdiam dengan wajah tegang.


"Cih! Putraku tidak akan mungkin membuang benihnya kepada gadis murahan sepertimu, benih keturunan Louis harus terlahir dari wanita berharga," sela nyonya Loius dengan wajah sinis.