
Kekhawatiran terlihat jelas, di raut wajah ke empat orang yang kini berada di kamar pasien VVIP di rumah sakit.
Stella dan Kendrick, terpaksa membawa putri mereka kembali melakukan perawatan serius di rumah sakit.
Kondisi gadis mungil itu, mendadak drop dan harus segera mendapatkan penanganan darurat.
Putri Stella dan Kendrick mengidap penyakit mematikan, yaitu, kanker darah dan ia membutuhkan transplantasi sumsum tulang belakang. Agar bisa bertahan hidup dan menyembuhkan penyakitnya.
Namun sampai sekarang, mereka belum mendapatkan pendonor yang cocok untuk transplantasi sumsum belakang putrinya yang sudah rusak, akibat sel kanker yang mulai menggerogoti beberapa bagian vital yang penting.
Hanya perawatan radiasi dan kemoterapi yang dapat, mempertahankan nyawa gadis berwajah pucat itu. Keluarga kaya tidak bisa melakukan apapun, harta dan kedudukan mereka tidak berguna untuk menyelamatkan nyawa putri mereka.
Tuan wiston bahkan membuat sayembara untuk mendapatkan pendonor yang tepat, dengan jaminan setengah saham hartanya. Namun tidak menjamin untuk kesembuhan cucunya. Nyatanya sampai sekarang, belum juga ada yang cocok.
Stella dan Kendrick terlihat begitu terpukul, saat menyaksikan putri mereka berjuang di dalam sana. Putrinya kini sedang melakukan kemoterapi yang begitu membuat miris. Mendengar teriakan kesakitan putrinya dan tangisannya, membuat Kendrick hancur.
Belum lagi alat medis yang kini menempel di berbagai titik alat vital putrinya. Wajah cantik gadis kecil itu terlihat tidak berdaya, bagaikan mayat hidup. rambut gadis itu pun sudah habis dipangkas dan hanya mengenakan rambut palsu.
Hati kedua orang tuanya begitu sakit, Stella bahkan tidak berhenti menangis di pelukan suaminya. Begitu juga dengan tuan Winston dan nyonya Louis.
"Bertahanlah nak, demi mommy dan daddy." Stella berkata lirih sambil menempelkan telapak tangannya di dinding kaca, seperti menyentuh tubuh lemah putrinya dan jauh.
"Dia akan baik-baik saja, putri kita kuat dan tangguh," bisik Kendrick. Pria itu tampak menitik air matanya.
"Aku ingin dia tetap hidup. Aku tidak akan memaafkanmu, apabila putriku pergi." Stella melepaskan pelukannya dan menatap suaminya penuh maksud.
"Percayalah, aku pasti akan menyelamatkan putri kita. Apapun aku lakukan demi menyelamatkan nyawanya. Dia juga putriku dan aku sangat menyayanginya," terang Kendrick dan membawa kembali istrinya kedalam pelukannya.
"Bersabarlah, kita pasti akan mendapatkan seseorang yang cocok dengan DNA putri kita," bisik Kendrick dan meninggalkan kecupan di kening sang istri.
Tuan Winston dan nyonya Louis memandangi cucu mereka yang kini sedang melakukan kemoterapi di ruangan khusus. Mereka hanya bisa melihat dari luar saja dan harus menggunakan atribut khusus yang sudah disterilkan untuk menatap dari dekat, cucu cantik keduanya.
Kondisi cucu mereka begitu sensitif, tidak sembarangan orang yang bisa berinteraksi dengan kesayangannya.
"Apa kamu sudah menemukannya?" Tuan wiston, bertanya kepada Kendrick.
"Apa mungkin dia masih hidup?" Nyonya Louis menyela dan bertanya dengan nada keraguan.
Tuan Winston hanya bisa mengangkat kedua pundaknya dan memegang lengan sang putri.
"Mereka bisa saja sudah meninggal," lanjut nyonya Louis.
"Wanita itu tidak akan mampu bertahan dan akhirnya lebih memilih mengakhiri hidupnya juga putrinya," jelas wanita setengah baya itu.
"Kita harus bagaimana? Hanya dia yang mampu menyelamatkan nyawa putri kita yang malang." Stella berucap dengan nada lirih dan memeluk tubuh suaminya erat.
"Tenanglah, nak. Kita akan pasti menemukan pendonor yang tepat," tuan Winston mencoba menenangkan putrinya yang terlihat begitu kacau.
Di dalam suasana kesedihan, tiba-tiba sebuah alat yang mendeteksi detak jantung putri mereka berbunyi, juga alarm darurat otomatis di ruangan itu berbunyi. Yang menandakan kondisi sang pasien dalam keadaan kritis.
Terlihat wajah mereka terkejut dan panik. Terlebih, melihat beberapa dokter khusus merawat putri mereka berlari dengan wajah panik diikuti beberapa perawat.
"Ada apa? Apa yang terjadi dengan putri kita?" Tanya Stella tergagap dengan wajah panik.
"Tenanglah!" Ucap Kendrick yang terlihat panik juga.
"Apa yang kau katakan, hah. Bagaimana mungkin aku bisa tenang melihat kondisi putriku." Stella menghardik suaminya dengan emosi yang tidak terkendalikan.
"Putriku!" Ujarnya yang kini menangis dan berusaha menerobos masuk.
Tuan Winston dan Kendrick berusaha menenangkan Stella yang terus memberontak untuk masuk menemui putrinya sambil berteriak histeris.
Nyonya Louis hanya bisa terdiam dengan tatapan kesedihan melihat cucu kesayangannya di dalam sana dalam keadaan kritis.
Tubuh mungil cucunya terlihat kencang-kencang dengan detak jantung yang tidak beraturan. Mereka hanya bisa mengharapkan kesembuhan putri kecil cantik itu.
Mereka lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan gadis kecil tersebut dan untuk mengharapkan kekuasaan mereka untuk menekan para tenaga medis untuk menyembuhkan putrinya.